Pembacaan Tarekat Hizib Bulanan dan Penutupan Pengajian 

Pembacaan Tarekat Hizib Bulanan dan Penutupan Pengajian 

Malam tanggal 24 Februari 2025 menjadi malam penuh keberkahan di Masjid Hamzanwadi Pondok Pesantren Nahdlatul Wathan Jakarta, di mana acara pembacaan Tarekat Hizib bulanan kembali dilaksanakan. Kegiatan rutin ini dimulai dengan khusyuk sesaat setelah salat Isya berjamaah dilaksanakan.

Acara ini dihadiri berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, para alumni, asatidz, hingga guru-guru dan pengurus Majelis Taklim. Para santri Nahdlatul Wathan Jakarta turut hadir dengan antusiasme mereka, memperlihatkan semangat generasi muda dalam menjaga tradisi keagamaan.

Kehadiran para tokoh penting seperti Sekretaris Yayasan Mi’rajush Shibyan, Bapak H. Christianto, serta Ketua PW NWDI DKI Jakarta, Dr. H. Muslihan Habib, yang didampingi oleh pengurus Daerah NWDI Jakarta Selatan, Mamik Mahdi, semakin memberikan nuansa istimewa pada acara ini.

Masjid Hamzanwadi pun dipenuhi jamaah, baik dari kalangan ibu-ibu maupun bapak-bapak. Jamaah datang dari berbagai tempat untuk bersama-sama memanjatkan doa dan dzikir, menciptakan suasana yang begitu hangat dan menenangkan.

Terlihat jamaah dari kalangan Ibu-ibu mengikuti pembacaan Tarekat Hizib di Masjid HAMZANWADI (24/2/25)

Kegiatan pembacaan Tarekat Hizib kali ini dipimpin langsung oleh Ketua Yayasan Mi’rajush Shibyan Nahdlatul Wathan Jakarta, Kiai H. Muhammad Suhaidi, SQ. Dengan suara penuh penghayatan, beliau membimbing seluruh jamaah untuk melafalkan doa dan dzikir dengan khusyuk. Bacaan yang menggema memenuhi ruangan masjid, menciptakan aura keberkahan yang menyentuh hati.

Acara ini sekaligus menjadi penutup rangkaian pengajian mingguan yang rutin diadakan setiap malam Selasa. Pengajian tersebut diisi oleh Tuan Guru dan para asatidz dari Pondok Pesantren Nahdlatul Wathan Jakarta, yang terus memberikan tausiyah dan pembelajaran kepada para jamaah.

Terlihat bagian dalam Masjid dipenuhi oleh jamaah laki (24/2/25)

Acara ditutup dengan tradisi salam-salaman, sebagai simbol saling memaafkan di antara jamaah. Tradisi ini menjadi pengingat akan pentingnya menjaga hubungan silaturahmi dan kebersamaan, terutama menjelang bulan yang penuh ampunan.

Acara kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah. Para jamaah, baik tua maupun muda, duduk bersama menikmati hidangan sederhana namun penuh makna. Momentum ini menjadi ajang untuk mempererat ukhuwah Islamiyah di antara jamaah, menciptakan hubungan yang harmonis antara berbagai kalangan.

Pembacaan Tarekat Hizib bulanan ini tak sekadar menjadi rutinitas, tetapi juga upaya menjaga tradisi keagamaan yang diwariskan oleh para ulama terdahulu. Acara ini menjadi sarana untuk memperkuat iman, menumbuhkan kecintaan pada dzikir, serta memupuk kebersamaan di tengah masyarakat.

Dengan berakhirnya pembacaan Tarekat Hizib bulanan, salam-salaman dan makan bersama menjadi penanda bahwa pengajian mingguan dan wirid bulanan ditutup untuk sementara waktu sampai selesai pelaksanaan puasa Ramadhan.

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA