Pandangan KH. Saifuddin Amsir Terhadap Nahdlatul Wathan (Ketua MUI DKI Jakarta) SAYA SANGAT SENANG MAULANA SYEIKH MEMANGGIL SAYA DENGAN SEBUTAN YA WALADI (Bagian 3)

Pandangan KH. Saifuddin Amsir Terhadap Nahdlatul Wathan (Ketua MUI DKI Jakarta) SAYA SANGAT SENANG MAULANA SYEIKH MEMANGGIL SAYA DENGAN SEBUTAN YA WALADI (Bagian 3)

Senang Di Panggil Ya Walady Oleh
Maulana Syeihk (Dirilis Dari tabloid SinarLima edisi ke 8 /03 maret 2012)

Karena kecintaannya pada ajaran
Islam dan Maulana Syeihk, sekitar tahun
1975 KH. Saifudin Amsir melakukan
kunjungan personal dan ziarah khusus
kepada pendidiri NWDI, NBDI dan NW
ini. Dalam pertemuan KH. Saifudin
Amsir dengan Maulana Syeikh banyak
hal dibicarakan termasuk beberapa
pertanyaan seputar nilai yang terkandung
dalam Hizib Nahdlatul Wathan.
Dalam kacamata Kyai asal Betawi
Jakarta ini mengungkapkan bahwa,
Tuan Guru KH. M. Zainuddin Pancor
merupakan sosok manusia langka
dengan jangkauan kecerdasan spiritual
yang sangat tinggi “Kedatangan saya
pada saat ini di sambut dengan gembira
dan penuh keakraban dan saya tidak
menyangka akan di perlakukan seperti
itu, karena saya pada saat itu bukan
seorang banyak mengerti tentang
Islam” ujarnya.

Kekaguman KH. Saifudin Amsir
terhadap Maulana Syeihk, ketika
beliau bertanya tentang sesuatu yang
sangat rahasia pada Maulana Syeihk.
Pada saat itu sempat ada dalam pikiran
KH. Saifuddin Amsir ragu dengan
pertanyaannya, karena pada waktu
itu Maulana Syeihk sempat diam
dan akhirnya beliau tersenyum dan
mengatakan: Almadaaru Alistiqomah
Ya Waladi “Spontan saya sangat senang
di panggil dengan ya walady” katanya.
Syeikh Zainuddin Pancor
menggambarkan bagaimana kebesaran
pulau Lombok kalau dilihat dari ketinggian
gunung yang mengitarinya. Pulau Lombok
termasuk dalam katagori pulau terkecil
di Indonesia, namun kita akan menjadi
terpana ketika kita melihat gunung
Rinjani yang melingkarinya termasuk
gunung terbesar di Indonesia bahkan
Asia Tenggara. Itulah sebabnya menurut
KH. Saifudin Amsir, geliat perjuangan
Islam akan di mulai dari pulau terkecil di
Indonesia yakni pulau Lombok.

Dengan demikian tamsil pulau kecil
dengan gunung terbesar di Indonesia
merupakan sebuah indikasi bahwa
generasi Nahdlatul Wathan Pasca
Maulana Syeikh harus terus berjuang
untuk melebarkan sayapnya di seluruh
pelosok tanah air. Nahdlatul Wathan
bukan saja milik orang Lombok tetapi
sudah menjadi milik umat Islam.
Karena nilai ajaran yang dibawa oleh
Syeikh Zainuddin Pancor adalah ajaran
Ahlusunnah Wal Jamaah yang mayoritas
umat Islam di Indonesia mengimaminya.
Dinamika perjuangan dan komitmen
para santri dan alumni Nahdlatul Wathan
yang ada saat ini cukup membanggakan
termasuk para pejuang Nahdlatul
Wathan yang berada di Jakarta, “Saya
senang melihat teman-teman NW yang
ada di Jakarta, mereka begitu gigih
dan sangat loyal terhadap perjuangan
Maulana Syeikh” ungkapnya.

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA