Oso mengingkari Pakta Integritas Partai, Wiranto pilih mundur dari ketua Dewan Pembina Partai Hanura

banner post atas

Oso mengingkari Pakta Integritas Partai, Wiranto pilih mundur dari ketua Dewan Pembina Partai Hanura City Tower Carutmarut Partai Hanura setelah gagal Lolos di DPR RI di Pemilu 2019 yang lalu, makin menggeliat.

Bahkan MUNAS Partai Hanura di gelar oleh Oesman Sapta Odang (Oso) di Hotel Sultan Jakarta pada 17 Des 2019 kemarin, yg dikabarkan secara aklamasi memilih OSO menimbulkan banyak spekulasi sikap dan pendapat dari para kader diberbagai tingkatan, khususnya di pusat.

Iklan

Sementara itu diluar Munas, telah terjadi kejutan politik dg mundurnya Jenderal Purn. Wiranto selaku Ketua Dewan Pembina Partai Hanura yg pimpinan Oso di sampaikan dalam Konferensi Pers dg dampingi Anggota Dewan Pembina dan Ketua Dewan Penasehat Partai Hanura serta Ketua Umum Pemuda Hanura.

Wiranto menjelaskan bahwa pengunduran dirinya sebagai Ketua Dewan Pembina adalah kemauan pribadi tanpa desakan dari manapun termasuk pemerintah ataupun pihak OSO.

Sementara itu Wishnu. Dewanto menjelaskan bahwa ada keprihatinan yg mendalam dari Wiranto yaitu setelah dipimpin oleh OSO ada nilai nilai yg dibangun dalam mendirikan partai menjadi hilang dan berubah arah, salah satu contohnya adalah pengingkaran OSO terhadap pakta integritas yg di tanda tangani Oso sendiri , serta organisasi tidak dijalankan sesuai ADART Munaslub yg saat itu memilih OSO sebagai Ketua Umum dan Pak Wiranto sebagai Ketua Dewan Pembina.

Dalam Konferensi pers yang digelar di Hotel Atlet Senayan tersebut, Pak Wiranto (sapaan akrab beliau) menyatakan kepada khalayak umum bahwa beliau secara pribadi tetap sangat mencintai dan sangat memperdulikan eksistensi Hanura dengan terus membawa misi perjuangan serta nilai-nilai hati nurani rakyat, jadi kalau ada yg mengatakan Pak Wiranto yg membuat Hanura gagal dipemilu lalu itu sangat naif dan cenderung mencari kambing hitam dg fitnah yg kejih, terang Wishnu.

BACA JUGA  SIFAT ALLAH (19) AL 'ALIM (MAHA MENGETAHUI), AL BAQARAH 2:32

Melihat kondisi Partai Hanura yang semakin hari semakin merosot ditambah lagi dengan semakin menurunnya tingkat kepercayaan publik terhadap Partai Hanura yang terbukti pada pemilu 2019 yang lalu tidak bisa maksimal, maka Wiranto menghimbau kepada seluruh kader Partai Hanura untuk tetap solid dengan menjunjung tinggi tegaknya ADART Partai serta Marwah perjuangan nilai-nilai hati nurani rakyat sesuai dengan visi misi berdirinya Partai Hanura, ungkap Wishnu

Issue publik yang selama ini menyampaikan bahwa seolah-olah wiranto dibenturkan dengan Oso di dalam internal Hanura, dan menginginkan Hanura bubar itu semua tidak benar. Karena sebagai Pendiri utama Partai Wiranto merupakan Ikon dan Ruh nya serta perekat Partai Hanura yg sulit tergantikan tentunya sangat mencintai Partai yg telah dilahirkan dan dibangunnya dg penuh pengorbanan serta perjuangan, kalau ada perbedaan cara pandang dan sikap dalam menjaga Partai Hanura itu wajar asal masih dalam kerangka aturan main organisasi.

Jadi bukan karena benturan kepentingan atau sensitifitas politik namun lebih kepada substansi kepemimpinan Hanura yang sampai saat ini tidak terefleksi oleh gaya kepemimpinan Pak Oso yg jauh melenceng dari Nilai nilai kehanuraan

Karena itulah wiranto memilih cenderung pasif di dalam pergerakan Hanura yang lalu, dan melalui konferensi pers tersebut Pak Wiranto menyatakan diri mundur atau mengundurkan diri sebagai Ketua Pembina Partai Hanura pimpinan Oso dan selanjutnya tetap sebagai Kader Hanura, karena dirinya Tidak Mundur dari Partai Hanura.

Dan selanjutnya Pak Wiranto berharap akan dilakukan perbaikan-perbaikan oleh kader Hanura yang masih sangat paham dengan nilai-nilai perjuangan hati nurani rakyat sejak masa awal berdirinya Partai Hanura dan dirinya akan selalu memberikan masukan masukan kepada Kader Hanura yang masih memahami dan Memegang teguh nilai-nilai Hati nurani Rakyat untuk tetap berjuang melalui bendera Partai Hanura , jelas Wishnu secara gamblang.

BACA JUGA  2 Dunia Malam Jepang, Shinjuku & Asakusa

Mengenai status Munas yang memilih OSO secara aklamasi, Wishnu menegaskan bahwa ada aturan main Partai Hanura yang kesemuanya tertuang dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Partai Hanura hasil Munaslub yg saat itu terpilih OSO sebagai Ketua Umum dan Pak Wiranto sebagai Ketua Dewan Pembina, jika aturan main itu tidak dilaksanakan dalam pelaksanaan Munas tsb, apalagi menggunakan Ad Art hasil Munas Solo tahun 2015 yg kala itu ketumn nya Masih Pak Wiranto dan Oso belum Masuk Partai Hanura berarti itu Munasnya tidak sah dan wajib digelar kembali Munas yg sah. (Anr)