Nabi adalah manusia yang paling tinggi tingkatan ketaqwaannya disisi Allah SWT. Seshaleh apapun manusia diatas muka bumi ini tidak akan pernah bisa menandingi Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.
Sebanyak apapun ibadah manusia tidak akan mampu menandingi kuantitas dan kualitas ibadah Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam. Sekalipun mereka dari kalangan wali, tidak akan bisa menyamai, apalagi melebihi Nabi.
Sebanyak apapun ibadah seseorang, siangnya puasa, malamnya shalat sampai datang waktu subuh, shalat jamaah tidak pernah absen dan membaca Qur’an siang dan malam, tidak akan mampu menandingi ketaqwaan Nabi.
Oleh karena itu, bagi kaum muslimin yang memiliki ilmu agama yang tinggi, hafal Al-Qur’an dan hadits, serta rajin dalam beribadah, hendaklah selalu waspada akan munculnya rasa sombong dan merasa diri sudah satu level tingkatan imannya dengan Nabi. Atau waspada jangan sampai dirinya merasa lebih hebat amalnya dari Nabi, karena semua itu adalah hal yang tidak mungkin.
Kaitannya dengan hal ini, Nabi sudah maklumat kan tentang dialah yang paling bertaqwa disisi Allah SWT. Keterangan ini dapat kita temukan pada kumpulan hadits Sahih Bukhari pada No. Hadist: 19. Berikut teks haditsnya :
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ سَلَامٍ قَالَ أَخْبَرَنَا عَبْدَةُ عَنْ هِشَامٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَمَرَهُمْ أَمَرَهُمْ مِنْ الْأَعْمَالِ بِمَا يُطِيقُونَ قَالُوا إِنَّا لَسْنَا كَهَيْئَتِكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ قَدْ غَفَرَ لَكَ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِكَ وَمَا تَأَخَّرَ فَيَغْضَبُ حَتَّى يُعْرَفَ الْغَضَبُ فِي وَجْهِهِ ثُمَّ يَقُولُ إِنَّ أَتْقَاكُمْ وَأَعْلَمَكُمْ بِاللَّهِ أَنَا
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Salam berkata, telah mengabarkan kepada kami ‘Abdah dari Hisyam dari bapaknya dari Aisyah berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bila memerintahkan kepada para sahabat, Beliau memerintahkan untuk melakukan amalan yang mampu mereka kerjakan, kemudian para sahabat berkata; “Kami tidaklah seperti engkau, ya Rasulullah, karena engkau sudah diampuni dosa-dosa yang lalu dan yang akan datang”. Maka Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam menjadi marah yang dapat terlihat dari wajahnya, kemudian bersabda: “Sesungguhnya yang paling taqwa dan paling mengerti tentang Allah diantara kalian adalah aku”.
Muhammad Fathi




