MUTIARA HIKMAH (9) MENGENANG SOSOK ALMARHUM DR. IR. KH. SALAHUDDIN WAHID Oleh : Abu Akrom

banner post atas

Pada hari Ahad, 2 Februari 2020 Indonesia kembali berduka dengan wafatnya Dr. Ir. KH. Salahuddin Wahid atau yang biasa dikenal Gus Sholah, seorang putra terbaik bangsa dan juga tokoh nasional yang sudah malang melintang di jagat Indonesia. Tampil di berbagai media nasional, kampus-kampus dan masyarakat umum memberikan gagasan-gagasan cemerlang, baik di bidang politik, hukum, pendidikan dan sosial kemasyarakatan.

Dengan wawasan keilmuannya yang luas dan juga kepribadianya yang lembut membuat banyak orang mengidolakannya. Walaupun sekarang beliau sudah menghadap kepada Allah, tetapi rekam jejak perjuangan dan pengabdiannya baik itu sebagai tokoh agama maupun tokoh bangsa dapat kita saksikan melalui media youtube dan karya tulis yang banyak kita jumpai di media sosial, koran, majalah, tabloid dan lain-lain. Belum lagi karya tulis dalam bentuk buku yang pernah diterbitkan. Semua karya-karya beliau dapat kita selami kedalaman dan kejernihan pemikirannya yang luar biasa.

Iklan

Memang sesuai sekali dengan namanya yaitu Salahuddin Wahid yang berasal dari bahasa Arab. Shalah artinya kebaikan, Addin artinya agama dan Wahid artinya satu. Jika kita menyimpulkan kumpulan dari arti tersebut dapat kita jabarkan maknanya yaitu kebaikan dalam beragama yang selalu terpancar kepada satu tujuan yaitu untuk kemaslahatan bersama.

Pada bulan Mei 2019 pimpinan media Sinar5News.com dan crew melakukan kunjungan shilaturrahim ke rumah Gus Sholah di Mampang, Jakarta Selatan. Kami menilai beliau adalah sosok yang santun, ramah dan penuh kasih sayang. Banyak sekali pembelajaran yang dapat kami dapatkan diantaranya, bagaimana membangun sinergi dan kerjasama antara organisasi Nahdlatul Wathan dengan Nahdlatul Ulama. Karena secara ideologi dan pemahan dua organisasi besar ini tidak ada perbedaan, sama-sama beraliran Ahlussunnah Waljama’ah (ASWAJA) yang bermazhab Imam Syafi’i.

BACA JUGA  Renungan Subuh : Kebetulan ….?

Kalau melihat rekam jejak panjang dalam berorganisasi dan menjalankan amanah sebagai pejabat publik dapat kita melihatnya sebagai berikut:

Perjalanan Gus Sholah di organisasi di antaranya yakni PMII Komisariat ITB (1964-1966), Sekretaris Jenderal DPP Inkindo (1991-1994), dan Ketua Departemen Konsultansi Manajemen Kadin (1994-1998).

Selain itu, ia juga pernah mendirikan Ikatan Konsultan Manajemen Indonesia (1995) dan Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Kebangkitan Umat (PKU) (1998-Oktober 1999).

Gus Sholah juga pernah menjadi Ketua Lajnah Pemenangan Pemilu PKU (1999), pendiri Yayasan Baitussalam (1982), dan Ketua Badan Pengurus Yayasan Baitussalam (1982-1985, 1988-1991).

Selanjutnya, ia menjadi anggota Badan Pengawas Yayasan Baitussalam (1991-1994), pendiri Yayasan Wahid Hasyim (1985), dan Sekretaris Badan Pendiri Yayasan Wahid Hasyim (1999).

Jabatan sebagai Ketua PBNU juga pernah ia jabat pada tahun 1999-2004, Ketua Badan Pendiri Yayasan Forum Indonesia Satu (sejak 2000), serta Ketua ICMI tahun 2001-2003.

Ia juga pernah menjadi Wakil Ketua II Komnas HAM pada 2002-2007.

Pada 2004, ketika sistem pemilihan presiden dan wakil presiden dilakukan secara langsung, Gus Sholah dipinang Golkar untuk maju sebagai cawapres berpasangan dengan Wiranto.

Atas nama pimpinan, media sinar5News.com dan pengurus wilayah NW (Nahdlatul Wathan) DKI Jakarta mengucapkan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya kepada almarhum Dr. Ir. KH. Salahuddin Wahid, semoga Allah berkenan menerima semua amal shalihnya, mengampuni seluruh dosa dan kesalahannya dan kelak di akhirat Allah tempatkan di surga Firdaus. Aamiin.

Jakarta, 10 Jumadil Akhir 1441 H/4 Februari 2020 M