Mukernas LPOI Jangan Lupa Sejarah LPOI Melahirkan NKRI

Mukernas LPOI Jangan Lupa Sejarah LPOI Melahirkan NKRI

Sinar5news.com- Jakarta- Lembaga Persahabatan Ormas Islam ( LPOI)  melakukan musyawwarah kerja  Nasional ( Mukernas). Suasana musyawwarah sangat moderat demokratis sejalan dengan tradisi budaya Pancasila musyawwarah mufakat dengan penuh hikmah. Memberikan ruang sepenuhnya kepada peserta delegasi Mukernas untuk melakukan pembahasan terhadap agenda yang sudah dituangkan dalam agenda sidang. 
 
LPOI adalah kumpulan ormas Islam yang satu nafas gerak dan langkah berhimpun membangun wadah sebagai wahana silaturrahim, salatul Ilmi, silatul mal, silaturruh ormas-ormas Islam yang berdiri sejak sebelum kemerdekaan dan telah berkonstribusi terhadap lahirnya NKRI dan konsisten berpartisipasi menselaraskan pembangunan nasional.
 
Kontekstualisasi musyawwarah kerja nasional LPOI ini  dengan kondisi kekinian kebangsaan  Indonesia yang sedang dalam masa keperihatinan nasional atas terpaan musibah covid  terhadap goncangan ekonomi nasional dan stabilitas politik menjadikan Mukernas LPOI ini bertemakan ” Memperkuat Persahabatan Untuk Memperkokoh NKRI”.
MoU bersama Mitra
Acara Mukernas LPOI ini dilaksanakan di hotel Santika jln.KS.Tubun Jakarta Barat. Diawali seminar kebangsaan dengan Nara sumber all; Ketua umum LPOI Prof.Dr.Kh.Said Aqil Siroj,MA, Prof.Dr. Husnul Mariah pakar politik intenasional, Brigjen Pol Ahamad Nurwahid BNPT,  Irjen Merdy sam wakil Kabaq Intelkam Mabes Polri. Dengan Modirator Prof.Dr. Anwar Sanusi, M.Pil  ketum Perti. Mantan senator Senayan dua priode ini dikenal luas sebagai tokoh dan cendikia yang arif bijaksana.
 
 Diikuti oleh semua anggota LPOI : Nahdatul Wathon Diniyah Islamiyah ( NWDI) NU, Matlaul Anwar, Alirsyad, Al- Ittihadiyah, Alwasliyah, Perti, Piti, PUI, SII, HBMI, IKADI, Persis. Berlansung hari Kamis- Jum’at 15-16 September 2022.
 
Hadir dalam acara Mukernas semua pimpinan dan pembina ormas LPOI, pengurus LPOI, Dan sebagian pengurus masing² keormasan. Dalam sambutan mukaddimah awal yang sangat inspiratif ketua umum LPOI. Frop.Dr.Kh.Said Aqil Siroj, MA  menerangkan ; 
 
” Bahwa NKRI sudah final dengan meletakkan bentuk negara Republik, terhadap mereka yang menganut sistem, kerajaan, sultan, keamiran, itu bagian dari bentuk ijtihad mereka. Mari kita saling menghormati sesama, bahwa kondisi bangsa Indonesia sebagai negara yang menggabungkan nasionalis relegius dengan Pancasilanya sudah final. Itulah yang menjadikan negara besar, luas ini survival terhadap berbagai gejolak dari manapun. LPOI hadir sebagai benteng NKRI menjaga amanah leluhur bangsa. Silahkan LPOI juga bergaul bersama ormas non muslim sebagai motor kebudayaan  penggerak kebangsaan, kemanusiaan dan Islamiyah “. Demikian pakar sejarah pradaban islam ini sampaikan.
Suasana forum Mukernas
Senada dengan presiden forum kebangsaan Samianto Athar yang juga pengurus NWDI  bahwa; ” Indonesia sudah 77 tahun merdeka tapi belum bisa menghadirkan amanat Pancasila terutama sila ke-5 menghadirkan  keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh tumpah darah.  Ini akibat salah kelola tidak melibatkan dan berkoordinasi dengan ormas sebagaimana presiden pertama soekarno yang selalu datang mengunjungi ormas. LPOI sebagai kumpulan ormas yang lahir sebelum kemerdekaan harus dilibatkan negara dalam seluruh hajat kehidupan bermasyarakat berbangsa bernegara.  Sesuatu kekeliruan besar negri tidak menghadirkan LPOI dalam menyusun road map pembangunan Indonesia masa depan yang seirama dengan budaya bangsa. LPOI adalah unsur penting agar negara bangsa tidak lepas dari akar sejarahnya”. Jelasnya.
 
 Sementara Prof. Chusnul Mariah, P.hd menyoroti akan kekeliruan besar negri ini tidak melibatkan ulama LPOI dalam tafsir Pancasila. Sehingga terlepas dari akar historisnya berani menghapus dan mengamandeman UUD’45. Kata pribumi mereka hilangkan sebagai pewaris negri ini. Pengelolaan ekonomi jatuh ke oligarki. Pemerintah lebih  banyak mendengar keterangan alumni dari barat yang tidak paham sejarah bangsa. Kurikulum bahan ajar sekolah sampai perguruan tinggi menjauhkan anak bangsa dari budaya Islam dan literasi intektual Islam. Lebih memakai litrasi barat “. Ungkapnya.
 
Acara berjalan sangat harmonis semua peserta dan tamu undangan sangat puas dengan kerja panitia atas jalannya Mukernas LPOI tahun ini yang menghasilkan beberapa pokok program Kerja, rekomendasi internal dan eksternal. Intinya LPOI ke depan sampai tahun berakhir kepengurusan 2024 lebih progresif revolusioner menjaga mengawal NKRI  untuk hadirnya negri adil makmur damai sentosa. (red)

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA