MUI Pusat Bahas Fatwa Sholat Jum’at Ditengah Wabah Corona

banner post atas

Sinar5news.com – Jakarta – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat hingga saat ini belum menentukan hukum dan tata cara sholat Jum’at ditengah masa wabah corona. Saat ini para tokoh sedang dalam pembahasan mengenai hal tersebut.

“Sedang pembahasan dari sisi perspektif keagamaan,” kata Sekretaris Komisi Fatwa MUI, Asrorun Niam Sholeh , saat dihubungi, Kamis (3/5/2020). Dilansir dari laman resmi detik.

Sementara itu, saat ditanya Fatwa MUI DKI Jakarta soal Sholat Jumat dua gelombang di masa pandemi Corona, Asrorun tidak memberi penjelasan mendukung atau menolak kebijakan itu.

Iklan

“Komisi Fatwa MUI sedang membahas,” ungkap Asrorun.

Provinsi DKI Jakarta menerbitkan fatwa bahwa salat Jumat dua gelombang diperbolehkan. Fatwa ini dikeluarkan di tengah situasi darurat pandemi virus Corona.

Fatwa MUI DKI itu bernomor 05 Tahun 2020 tentang hukum dan panduan sholat Jumat lebih dari satu kali pada saat pandemi COVID-19.

Fatwa dikeluarkan setelah membaca surat dari Sekretaris Daerah DKI Jakarta nomor 469/-0.856 perihal permohonan panduan pelaksanaan peribadatan dan kegiatan keagamaan.

Fatwa ini ditetapkan pada Selasa (2/6/2020). Surat ketetapan ditekan Ketua Bidang Fatwa MUI DKI Zulfa Mustofa, Sekretaris MUI DKI Fuad Thohari, Sekretaris Umum MUI DKI Yusuf Aman dan Ketua Umum MUI DKI Munahar Muchtar. Fatwa MUI DKI tersebut berbeda dengan fatwa MUI Pusat pada 2000.

Namun perlu dicatat, fatwa MUI Pusat itu diterbitkan untuk menjawab persoalan terkait sejumlah industri yang sistem operasionalnya nonstop 24 jam. Berikut ini pertimbangan MUI dalam pembuatan fatwa tersebut.

BACA JUGA  3 ASN Positif Covid-19, Kantor Dispora Kota Malang Ditutup Sementara.