Menuju HULTAH NW Ke-68 Menjawab Pertanyaan Motivasi Kelahiran NW Oleh: H.Muslihan Habib

banner post atas

Momentum Hari Ulang Tahun Nahdlatul Wathan (HULTAH-NW) yang Ke-68 tahun versi Masehi sebentar lagi tiba. Hal ini tentunya mengacu pada kelahiran Nahdlatul Wathan (NW) yang dideklarasikan berdirinya oleh Maulana Syaikh Tuan Guru Kyai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Madjid (Maulana Syaikh) di Pancor, Lombok Timur, Nusa Tenggara barat (NTB) pada hari Ahad, tanggal 15 Jumadil Akhir 1372 H yang bertepatan dengan tanggal 01 Maret 1953 M.

Kelahiran NW pada tanggal 1 Maret 1953 tersebut merupakan emberio dari dua induk institusi pendidikan legendaris dan terlahir di era kolonial atau sebelum kemerdekaan Rebublik Indonesia yang terus mengalami perkembangan pesat di Lombok khususnya, yaitu Madrasah Nahdlatul Wathan Diniyyah Islamiyyah (NWDI) dan Madrasah Nahdlatul Banat Diniyyah Islamiyyah (NBDI). NWDI adalah sebuah madrasah yang diprioritaskan untuk kaum pria yang mendapatkan izin berdirinya pada tanggal 17 Agustus 1936 dan kemudian diresmikan pada tanggal 22 Agustus 1937. Sementara NBDI adalah sebuah madrasah yang diprioritaskan untuk kaum wanita dan diresmikan beridinya pada tanggal 21 April 1943.
Menuju HULTAH NW Ke-68, pada tanggal 1 Maret 2021 ini, terasa penting untuk menjawab sebuah pertanyaan menarik dari seorang pencinta NW di Jakarta yang menanyakan tentang prihal motivasi Almukarram Maulana Syaikh mendirikan NW. Lalu, penulis menjawab pertanyaan tersebut dan jawaban itupun kemudian diekspos di media SinarLIMA pada momentum HULTAH NW Ke-68 ini. Disamping itu, tulisan ini bermaksud untuk sebagai CATATAN bersama di internal NW dalam memperkuat pemahaman kita pada khittah NW (Khittah Nahdliyyah NW) yang dimaknai sebagai garis-garis atau rambu-rambu yang harus ditempuh atau ditaati oleh warga NW dalam kiprahnya mewujudkan cita-cita perjuangan NW itu sendiri.

BACA JUGA  TGKH. M. ZAINUDDIN ABDUL MAJID : Tuan Guru yang Penyair & Ulama yang Fakih

Kelahiran NW di Pancor, Lombok Timur pada tahun 1953, oleh Almukarram Maulana Syaikh Tuan Guru Kyai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, setidaknya memunculkan tiga analisa penting sebagai motivasi kelahiran atau pendiriannya, yaitu; Pertama, sebagai organisasi sosial keagamaan (Jam`iyyah Diniyyah wa Ijtima`iyyah). Kedua, sebagai benteng mempertahankan paham Ahlussunnah wal Jama`ah (ASWAJA) dan Ketiga, untuk membangun spirit nasionalisme.

Iklan

Dari tiga motivasi tersebut, organisasi yang disingkat NW ini sejak kelahirannya bergerak aktif bersinergi dengan pemerintah membangun umat atau membangun agama dan negara dalam tiga ranah gerakan, yaitu; Pendidikan, Sosial dan Dakwah Islamiyyah. Sementara dalam ranah politik, selama ini NW selalu sebagai organisasi independen yang tidak menginduk atau tidak terikat dengan organisasi politik manapun. Oleh karena itu, kita bisa dengan tegas mengatakan bahwa NW itu tidaklah dilahirkan sebagai partai politik. Meski demikian, warga NW adalah warga negara Indonesia yang tetap mempunyai hak-hak politik yang dilindungi undang-undang.

Motivasi kelahiran NW sebagai organisasi sosial keagamaan (Jam`iyyah Diniyyah wa Ijtima`iyyah), merupakan motivasi awal yang tidak pernah terpisahkan dalam khidmatnya dari masa ke masa, sehingga dalam AD/ART organisasi, tertuang tujuan NW adalah li`la-i kalimatillah wa izzil Islam wal muslimin (Untuk meninggikan kalimat Allah dan memuliakan Islam serta kaum muslimin) dalam rangka mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat sesuai dengan ajaran Ahlussunnah wal Jama`ah `ala madzhabil Imam al-Syaafi`i ra.
Secara spesifik, NW sebagai organisasi keagamaan (Jam`iyyah Diniyyah) tentunya berfungsi sebagai kanal perjuangan untuk memelihara, melestarikan dan mendakwahkan Islam yang berhaluan Ahlusunnanah wal Jama`ah di muka bumi ini.
Sementara ketika NW sebagai organisasi sosial kemasyarakatan (Jam`iyyah Ijtima`iyyah), organisasi ini selalu meneguhkan dan mengedepankan prinsip persaudaraan (ukhuah), toleransi (tasaamuh) dan saling tolong-menolong (ta`aawun) sesama warga negara, sesama warga Nahdlaiyyin (NW) ataupun yang berlainan agama (non muslim). Bersambung……

BACA JUGA  Menuju HULTAH NW Ke-68 Menjawab Pertanyaan Motivasi Kelahiran NW Oleh: H.Muslihan Habib