Menggugat Orang Terdidik. Oleh : Zulkarnaen

Menggugat Orang Terdidik. Oleh : Zulkarnaen

Paulo Freire, salah satu tokoh pendidikan dunia, merupakan referensi soal pendidikan kritis. Gerakan pendidikan untuk kaum tertindas adalah bukti yang ia tunjukkan bagaimana seharusnya pendidikan dan orang terdidik. Ia menunjukkan keberpihakan pendidikan kepada manusia serta masalah sosialnya. Dalam praksis pendidikannya pun berorientasi perubahan sosial oleh orang terdidik itu sendiri. Paradigma kritis yang ia tawarkan menjadi salah satu nilai lebih akan dirinya.
Tidak hanya itu, selain Freire, banyak tokoh pendidikan yang menegaskan pendidikan sebagai institusi perubahan sosial serta menciptakan manusia-manusia yang tak hanya individual-oriented, namun sosial oriented. Pendidikan di tangan mereka, Freire dkk adalah sebuah solusi perbaikan kebudayaan yang lebih baik dan tentunya menciptakan semacam Almasih yang menyelamatkan manusia.
Namun ada yang menarik dengan thesis Freire soal orang-orang terdidik.

Menurutnya orang terdidiklah yang membodohi orang bodoh atau dalam hal ini meminjam istilah Gramschi, yaitu masyarakat sipil sebagai tempat beroperasinya pengaruh yang dibuat oleh masyarakat terdidik. Dalam kajian yang lain, orang terdidiklah yang akan melanggengkan status quo. Dalam hal ini, pendidikan mazhab liberalisme yang biasanya melahirkan orang terdidik seperti itu.
Dalam bukunya Pedagogy of Oppressed, Freire menyebut akan realitas orang-orang terdidik yang tak bepihak kepada kaum-kaum lemah. Sekali lagi, di tangan Freire inilah pendidikan dilihat bukan lagi sebagai menara gading yang tak peduli dengan masalah sekitarnya. Demikian juga, kritik terhadap pendidikan yang seperti membangun tembok pemisah dengan kondisi masyarakat.
Bagi Freire, pendidikan adalah instrumen perubahan sosial ke arah yang lebih baik. Ada nilai keberpihakan kepada masalah-masalah sosial. Pendidikan baginya adalah sesuatu yang membantu kecakapan hidup dan merupakan tempat menginternalisasi nilai kebermanfaatan kepada orang lain.

Secara implisit, Freire dalam pesan-pesan kelasnya, perubahan lebih mudah terjadi jika berangkat dari kesadaran diri dari yang terdidik, bukan mengharapkan orang lain.
Tak hanya apa yang disampaikan oleh Freire, Islam dalam paradigma pendidikannya juga, berpihak kepada manusia, yaitu paradigma humanisme-teosentris. Pendidikan dalam Islam tak hanya dalam rangka membantu individu supaya cakap dalam menjalani kehidupannya, namun individu tersebut nanti akan menjadi khalifah, terutama dalam membantu sesama. Bahkan menurut cendikiawan muslim kontemporer bahwa kebermamfaatan merupakan ukuran berimannya seorang muslim.
Seharusnya orang terdidik adalah komunitas yang juga melakukan gerakan kebermanfaatan untuk orang di sekitarnya, bahkan seharusnya telah dimulai dari gerakan di desanya sendiri. Baik melalui gerakan kultural maupun gerakan melalui struktural. Dalam kondisi ini kemudian pendidikan benar-benar berada dalam pakemnya.
Pendidikan kemudian lambat laun akan begitu dipercayai oleh masyarakat sebagai institusi yang baik dan bermakna bagi kehidupan orang banyak. Tak lagi hanya menjadi menara gading, terpisah dari realitas masyarakat. Membangun kelompok manusia yang berbeda lalu menjadi kelas sosial, kemudian melakukan proses penipuan pembodohan.

Di sinilah juga pendidikan benar-benar akan menjadi pioner perubahan kebudayaan masyarakat yang lebih baik. Idealisasi Ki Hajar Dewantara pun akan terjadi, di depan menjadi teladan, di tengah memiliki arti dan menjadi penyemangat, di belakang menjadi pendorong. Masyarakat benar-benar akan merasakan akan makna pendidikan yang hari ini masih sekadar dijadikan sebagai jalan mendapat pekerjaan. Secara ekspilisit, pendidikan hanya sebagai tempat pelatihan kerja.
Citra baik buruk pendidikan berada di tangan orang-orang terdidik. Secara tidak langsung kemudian juga merupakan tolak ukur bagaimana wajah suatu masyarakat. Kuat tidaknya pengaruh orang terdidik akan menentukan budaya yang akan muncul di masyarakat, menimbang tantangan masyarakat yang lebih besar di era postmodern dibanding era sebelumnya.

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA