MENGENAL BANDAR UDARA INTERNASIONAL ZAINUDDIN ABDUL MADJID NTB Oleh : Abu Akrom (Direktur RQL dan Pengasuh NW Jakarta)

MENGENAL BANDAR UDARA INTERNASIONAL ZAINUDDIN ABDUL MADJID NTB Oleh : Abu Akrom (Direktur RQL dan Pengasuh NW Jakarta)

MENGENAL BANDAR UDARA INTERNASIONAL ZAINUDDIN ABDUL MADJID NTB
Oleh : Abu Akrom (Direktur RQL dan Pengasuh NW Jakarta)

Satu tahun yang lalu Bandar Udara Internasional Lombok (BIL) NTB telah berganti nama menjadi Bandar Udara Internasional Zainuddin Abdul Majid (ZAM) sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Perhubungan RI nomor KP 1421, Rabu 5 September 2018. Nama ini diambil dari salah seorang tokoh pejuang nasional yang kharismatik, ulama besar dan rajanya para wali (sulthanul auliya) yaitu Maulana Syaikh TGKH. M. Zainuddin Abdul Madjid, Al Masyhur.

Pergantian nama bandara tersebut atas jasa-jasa Maulana Syaikh (panggilan akrab) yang sangat besar kepada bangsa dan negara berjuang dan mengadi diantaranya ikut berperang menumpas kebiadaban kolonial tentara Belanda yang disebut NICA (Nedherlands Indies Civil Administration) tahun 1946 di Selong Lombok Timur NTB. Atas dasar ini juga beliau mendapat gelar sebagai Pahlawan Nasional dari negara dengan Keputusan Presiden RI Ir. H. Joko Widodo Nomor 115/TK/Tahun 2017.

Disamping Maulana Syaikh sebagai pelopor perlawanan kepada para penjajah, juga beliau sangat aktif membina umat dalam tiga bidang utama yaitu pendidikan, sosial dan dakwah hingga akhir hayatnya.

Maulana Syaikh adalah sosok tokoh yang sangat komplit dengan berbagai disiplin ilmu yang dikuasai, beliau sebagai tokoh ulama, tokoh bangsa, politikus, budayawan, seniman, penulis handal dan lain-lain.

Pada waktu Maulana Syaikh menuntut ilmu di Ma’had Ash Shaulatiyyah Makkah Al Mukarramah, semua guru dan teman-temannya mengakui kecerdasan Maulana Syaikh dalam semua bidang ilmu tidak ada yang mampu mengalahkannya. Sampai-sampai mudir ma’had Syaikh Salim Rahmatullah berkata, “Ma’had Ash Shaulatiyyah tidak perlu memiliki murid yang banyak, cukup satu saja asalkan memiliki prestasi dan kualitas seperti Syaikh Zainuddin Abdul Madjid”.

Tokoh seperti Maulana Syaikh sangat dicintai oleh siapapun karena ketinggian ilmu dan akhlak beliau yang sangat mulia. Ketika beliau masih hidup tidak ada waktu luang semua waktu siang dan malam digunakan untuk mengabdi kepada agama dan bangsa. Beliau mendirikan organisasi Nahdlatul Wathan (NW) tahun 1953 sebagai wadah pembinaan umat yang bergerak dalam tiga bidang yaitu pendidikan, sosial dan dakwah.

Atas kegigihannya menyebarkan Islam Maulana Syaikh berhasil membina dan menyelamatkan aqidah umat di Lombok NTB. Dimana pada awal-awal dahulu masyarakat Lombok terkenal dengan kejahiliyannya yang masih kuat memegang ajaran nenek moyang yaitu menganut paham animisme dan dinamisme.

Mudah-mudahan dengan uraian hikmah hari ini, menambah pengetahun tentang pergantian nama bandar udara dari BIL menjadi ZAM. Aamiin.

Jakarta, 18 Rabiul Awal 1441 H/16 November 2019

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA