Menang Dalam Sidang, Ini Penjelasan Tim Advokasi Pondok Pesantren NW Jakarta

banner post atas

Sinar5news.com – Jakarta – Kemenangan Pondok Pesantren Nahdlatul Wathan Jakarta dalam sidang perkara sengketa tanah di pengadilan negeri jakarta menjadi kabar gembira bagi para muhibbin Nahdlatul Wathan dimana saja berada.

Menangnya Ponpes Nahdlatul Wathan Jakarta dalam persidangan sengketa tanah di Pengadilan Negeri Jakarta ini di konfirmasi langsung oleh tim advokasi pondok pesantren Nahdlatul Wathan yakni Susanto Hutama, SH.,MH & H. Hani Mustopa,SH.

Saat dikonfirmasi Susanto menyampaikan bahwa pada tgl. 31 Mei 2021, Majelis Hakim menjatuhkan putusan yg isinya Menyatakan gugatan Para Penggugat Tidak Dapat Diterima.

Iklan

menurut penjelasannya, bahwa secara garis besar, Putusan Majelis Hakim terdiri atas :
1. Gugatan Penggugat dikabulkan seluruhnya atau dikabulkan sebagian ;
atau
2. Gugatan Penggugat ditolak seluruhnya ;
atau
3. Gugatan Penggugat Tidak dapat diterima ;

Jika Putusannya, point 1 maka TERGUGAT bisa mengajukan upaya hukum BANDING.

Jika putusannya, point 2 maka PENGGUGAT bisa mengajukan upaya hukum BANDING.

Jika putusannya, point 3 maka PENGGUGAT bisa mengajukan upaya hukum BANDING atau mengajukan gugatan baru (ulang).

lebih lanjut Susanto juga menyampaikan beberapa pertimbangan hakim memenangkan Pondok pesantren NW Jakarta dalam sidang kali ini.

“Beberapa pertimbangan Majelis Hakim yang memenangkan pihak H. Suhaidi (Tergugat) secara garis besar, yaitu ahli waris Samah binti Tirin (Penggugat) dalam surat gugatannya menggugat H. Suhaidi yang objek gugatannya berupa sebidang tanah yang saat ini berdiri bangunan Pondok Pesantren Nahdlatul Wathan. Luas tanah yang digugat oleh Penggugat seluas kurang lebih 10.000 m2 (1 hektar) padahal Tergugat tidak memiliki/ menguasai tanah seluas 10.000 m2. Para Penggugat mengklaim bidang tanah yang dikuasai Tergugat merupakan tanah warisan peninggalan orangtua Para Penggugat bernama (alm) Samah binti Tirin.

BACA JUGA  Seorang Remaja di Lotara Ditemukan Tergantung di Pohon Mangga

Bahwa dalam proses persidangan diperoleh fakta ada ahli waris Samah binti Tirin yang masih menguasai sebagian tanah warisan (alm) Samah binti Tirin Girik C. 305 Persil 19 D. II.

Ahli waris menggugat tanah warisan Girik C 305 Persil 19 D II luas kurang lebih 10.000 m2 padahal ahli waris sendiri masih menguasai sebagian tanah warisan tersebut.
Fakta hukum tersebut di atas mengakibatkan gugatan Para Penggugat menjadi tidak jelas.”,. Ucapnya.

Pertimbangan Majelis Hakim lainnya, bahwa H. Suhaidi (Tergugat) memperoleh tanah dari pihak ketiga namun pihak ketiga yang menjual tanah kepada H. Suhaidi (Tergugat) tidak ditarik/ diikutsertakan sebagai pihak/ Tergugat dalam perkara ini. Oleh karena gugatan Para Penggugat Kurang Pihak maka gugatan Para Penggugat dinyatakan Tidak Dapat Diterima.