Membumikan Ajaran Kenabian

Membumikan Ajaran Kenabian

Revolusi akhlaq yang dilakukan kanjeng Rasulullah Muhammad saw di awal kedatangannya di tanah gurun waktu itu. telah menjadikan beliau sebagai rujukan dakwah di jagat raya ini oleh semua komunitas dan berbagai macam keyakinan serta dunia moderen. Bahwa  dakwah itu semestinya membawa ke jalan damai penuh cinta dengan dialog penuh hikmah dan suri tauladan. 
 
Kondisi bangsa Arab saat itu dalam kegelapan, kezaliman, peperangan antara suku hal yang biasa. Menguburkan anak wanita yang lahir adalah kebiasaan mereka. Karena jika mendapatkan anak wanita mereka katakan aib. Beginilah sekilas kebiadaban bangsa Arab sebelum diutusnya kanjeng Rasulullah Muhammad saw.
 
Sekarang adalah masa kita, yang sangat jauh dari masa Rasulullah namun ajaran dan model beliau mengarungi kehidupan baik dalam kehidupan individu, berkeluarga, bersosial, bermasyarakat, berbangsa bernegara beliau sudah contohkan. tutur kata, tingkah laku menyejukkan penuh hikmah. Sehingga alquranpun melukiskan bahwa didalam diri pribadi Rasulullah telah ada contoh nyata suri tuladan yang baik bagi semua orang yang mengharapkan kesuksesan serta  kebaikan di hari akhir alias surgaNya.
 
Rasulullah menghormati semua orang walaupun berlainan keyaqinan. Tidak pernah marah apalagi benci kepada siapapun yang mengganggunya, Mencacinya, menghinanya bahkan yang memusuhinya sekalipun. Beliau tersenyum sama semua orang dan semua beliau jadikan sahabat. Beliau mendoakan semua ummatnya agar kembali ke jalan lurus dan mendapatkan hidayah. Tidak pernah membedakan satu suku dengan yang lainya. Karena derajat manusia disisi Tuhan sama, entah itu keturunan Arab non Arab, kulit putih maupun hitam. yang paling mulia disisi Tuhan adalah yang terbaik amalnya taqwanya. 
 
Fenomena akhir akhir  ini di tanah Nusantara berbanding terbalik dengan ajaran dan tradisi Nusantara atau Islam yang dibawa kanjeng Rasulullah yang berdakwah dengan cinta merekatkan ukwah sebagaimana yang di perlihatkan ditanah Madinah di awal hijriah. Ada pergeseran nilai model dakwah yang dimainkan oleh sebagian pendakwah yang cendrung menyampaikan dakwah dengan propvokasi dan adudomba. Cendrung melihat kelompok lain lebih rendah dari kelompok dirinya, merasa bahwa yang benar dan berhak atas surga adalah komunitas mereka. sementara orang lain berjalan dalam kegelapan dan kesesatan. Sementara Rasulullah sangat menjaga, menekankan ummatnya untuk tidak gampang mengkafirkan orang lain.
 
Ajaran semua Nabi dan Rasul adalah kasih sayang antar sesama dan semua mahluk. Saling menghormati kepercayaan dan kayaqinan, hal tsb terlihat banyak sekali dalam sejarah dan perjalanan kenabian. Ini yang mesti kita jaga sebagaimana leluhur Nusantara telah ajarkan melalui pilosopfi kebangsaan ajaran Pancasila. Yang tidak dimiliki oleh bangsa lain di bumi ini. Yang perlu kita jaga dan rawat bersama sebagai warga negara. Mencintai negara sebagian dari iman. Tentu juga ikut menjaga ajarannya yaitu Pancasila yang sudah menjadi kesepakatan leluhur. Bagi siapapun yang mau hidup dan tinggal di NKRI wajib menjunjung tinggi nilai dan ajaran Pancasila.
 
Atas nama forum kebangsaan mengajak semua anak bangsa dari keturunan siapapun dan manapun serta bangsa apapun yang berdiam di Nusantara NKRI ini. mari hidup saling mencintai sesama, toleransi, menghormati perbedaan, menjaga kerukunan ummat beragama, hindari sebar hoax, propaganda, agitasi, jualan agama. karena Indonesia adalah cinta damai ini adalah cirikhas warga bangsa yang bernama NKRI. 
 
(Dir.presedium Forum Kebangsaan dan Ket.PD NW Jakrta Pusat.)
BACA JUGA  Hadist dan Doa Hari Ini Rabo 16 Muharrom 1443

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA

BACA JUGA  DPW AGPAII NTB Melantik DPD AGPAII Kab. Dompu Periode 2020-2025