Membangkitkan  Semangat  Ber NW oleh : Muh. Burhanuddin Bin Abu Irfan

Membangkitkan  Semangat  Ber NW oleh : Muh. Burhanuddin Bin Abu Irfan

Didasari atas sebuah pertanyaan, mengapa ada istilah membangkitkan semangat ber NW? Jawabnya adalah karena semangat inilah yang menjadikan niat dan tujuan bisa tersambungkan. Semangat ber NW  yang dimaksud adalah semangat berkhidmad pada NW di semua jajaran mulai ranting NW sampai PBNW.

Makna berkhidmad di NW adalah mengabdikan diri kepada NW sesuai kemampuan dan bidang masing-masing dengan ketentuan tidak melanggar aturan Syar’i, organisasi NW dan aturan negara kesatuan republik Indonesia. Misalnya ada seorang petani, bentuk khidmadnya adalah mewujudkan pertanian yang unggul dan mampu menjawab kebutuhan pangan bagi warga NW dan warga negara Indonesia pada umumnya. Tentunya tetap dengan menjaga norma-norma yang berlaku.
Begitu pula khidmad kepada NW yang dilakukan seorang guru atau dosen adalah dengan mengajar dan mendidik anak didik dan mahasiswa agar menjadi tahu dan berilmu serta memiliki akhlaqul karimah. Sedangkan pengabdian seorang pejabat adalah dengan menjadi pejabat yang berdedikasi memberikan manfaat bagi masyarakat dan khususnya pada NW. Bukan menjadikan NW sebagai pijakan untuk melompat demi kenaikan jabatan atau demi kepentingan pribadi.
Keyakinan dan semangat ber NW bukan menjadi over convident yang menjadikan Ta’asub. Tapi untuk membangun awarning system( sistem peringatan dini) yang berdasar pada kesadaran pengabdian yang tulus kepada NW yang didirikan oleh muasis NW. Jadi bukan untuk sentimen kepada sesama warga NW karena beda pilihan Politik.
Perbedaan pendapat di NW sudah menjadi kewajaran, yang perlu dijelaskan adalah, walaupun ada perbedaan di NW, bukan berarti tidak loyal kepada struktur yang memegang kendali organisasi.
 
Ingat bahwa didalam Hizb  NW yang dikarang oleh Syaikh Zainuddin Abdul Majid ada kalimat Ya Jabbar (yang Maha menguasai segala yang berkehendak) mempunyai dua implikasi kedalam dan keluar, Siapa yang Ngrumat NW bakal Mulia dan Siapa yang berani pada NW bakal celaka. Sedangkan kalimat selanjutnya adalah Ya Qohhar (yang Maha Perkasa), ini memiliki implikasi keluar, maksudnya adalah, siapa pun yang bermaksud menyerang NW pasti hancur. Lha kalau gak percaya, silahkan dicoba.
Terus apakah jika ada yang memaparkan kelebihan NW dan mencintai NW disebut Ta’ashub? Tunggu dulu bro! Tentu tidak, karena Ta’ashub atau sifat kekelompokan yang berlebih adalah sifat dan sikap berlebihan tanpa dasar pertimbangan dan pengetahuan( pokok sama ya dibela).
 
Bedanya semangat ber NW dengan Ta’ashub ber NW dimana? Jika semangat ber NW diawali dengan belajar ber NW, terus mengetahui NW, dan Mengabdi pada NW. Sedangkan Ta’ashub pada NW tanpa dasar asal NW dibela. Justru inilah yang biasanya menjadi bimbang pada NW karena mendapat propaganda dari luar NW. Kepada yang demikian inilah diperlukan kritik dan otokritik untuk perbaikan bersama. Harus ada intensitas diskusi personal kepada mereka.
Sebagai penutup tulisan ini, saya kutipkan wasiat Almagfurulahu Maulana Syaikh” Anak-Anakku/Murid-muridku yang setia dan berjiwa murni. Semulia muliamu padaku ialah yang paling banyak memberikan manfaat kepada Nahdlatul Wathan.
Sejahat-jahatmu padaku ialah yang paling banyak merusak perjuangan Nahdlatul Wathan.Justru itu sabarlah..!  Berjuanglah menurut khittah perjuangan agama, bangsa dan negara. Kerahkan jiwa dan ragamu selaku pejuang agama Allah yang Ikhlas Zahir dan bathin dengan selalu memohon pertolongan  Dan perlindungan nya.
Dan satu lagi yang perlu kita ingat, jika hanya masalah mempertahankan aqidah ahlussunnah wal jama’ah saja, maka saya yaqin syaikh Zainuddin cukup dengan Ngaji di pondok sudah selesai, tapi nyatanya beliau masih berorganisasi dan ngurus organisasi NW. Lantas kita? Apa gak malu dengan muassis yang menyempatkan waktunya untuk berkhidmah pada NW? Apa kita yang sudah bertahlil, berhizb dan rutinan Sholawatan sudah merasa cukup ber NW? Tentu belum cukup, selama belum mau berkhidmah ngurus NW. Jika kita berkiblat kepada  Muassis NW.

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA