Membaca Kewalian Dan Karomah MAULANA SYAIKH TUAN GURU KYAI HAJI MUHAMMAD ZAINUDDIN ABDUL MADJID (Bagian 4)

banner post atas

PENDAHULUAN
Pola hubungan sosial yang ideal dalam kehidupan bermasyarkat
selalu up-to-date untuk diperbincangkan. Berbagai macam adat-istiadat,
pengetahuan, budaya, moral, kepercayaan, aturan kemasyarakatan,
pendidikan, undang-undang dan pemerintahan merupakan dinamika sosial
kemasyarkatan yang tidak pernah vakum. Dalam konteks moralitas
kehidupan sering mengalami pasang surut. Ketika mengalami masa surut
muncullah insan-insan yang digelar wali Allah Subhanahu wa ta ala vang
melakukan mujahadah (perjuangan) untuk mengembalikan nilai moral
tersebut menjadi nilai-nilai luhur berperadaban.
Dalam tasawuf, eksistensi para Wali Allah Subhanahu wa ta’al itu
adalah sebagai pengemban fungsi kosmik (yang berhubungan dengan jagat
rava) yang paling agung. Hal ini disebabkan karena merekalah vana
benar-benar dianggap sebagai “ulama pewaris Nabi Muhammad
Shallallaahu ‘alaihi wa sallam yang sejati.” Mereka mengikuti jejak Nabi.
bukan hanya dalam aspek kemanusiaan dan sosialnya, tetapi juga
dalam kapasitas spiritual dan esensi ruhaniah Nabi. (al-Haqiqah
al-Muhammadiyyah). Pemahaman seperti ini, menurut tradisi Tasawuf
mereka adalah khalifah Allah yang sesungguhnya dan wakil Allah
Subhanahu wa ta’ala di muka bumi. Para wali sangat dekat dengan Allah.
sehingga penglihatan (visi) mereka tidak berbeda dengan visi
Allah-yandzuru bi nurillahi ta’ala, “(mereka) melihat dengan nur
AllahSubhanahu wa ta’ala.” Sesuai dengan fungsi kosmos ini, maka
Wali-wali Allah tersebut memiliki nama atau gelar dan kedudukan
tersendiri dengan tugas khusus sesuai dengan kedudukannya itu.
Buku sederhana ini diberikan judul ; “Membaca Kewalian dan
Karomah Sulthan Aulia al-‘Alim al-‘Allamah al-`Arif billah, Maulana
Syaikh Tuan Guru Kyai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Madjid”,
memiliki substansi yang mengarah pada pengenalan lebih dekat terhadap
sosok hamba pilihan Allah sebagai “Baqiyyatu al-Salafi al-Shalih (Ulama
salaf shalih yang tersisakan)” dan sebagai seorang wali Allah yang telah
banyak menampakkan kekaromahan sebagai anugerah Allah Subhanahu wa
ta’aala.
Kata “membaca” dalam judul buku ini, mengarahkan kita secara
emosional spiritual bagaimana memukasyafahkan atau menyingkap tabul
bukti dari keberadaan seorang wali Allah. Membaca dalam akar kata bahasa
Arab adala gara’a yang berrarti menghimpun, menelaah, mendalami,
meneliti, mengetahui hakikat sesuatu dengan baik. Dalam konteks ini, ada
hal penting yang harus kita baca pada diri Maulana Syaikh, yaitu;
rewalian dan karomahnya.
Kata kewalian dan karomah Maulana Syaikh dalam tulisan ini,
merupakan judul yang sangat berat bagi penulis, sehingga dalam
menuangkannya berusaha dengan penuh kehati-hatian. Disamping itu
penulis bukanlah dari “dunianya atau bukan ahlinya”. Meski demikian,
demi menyebarkan informasi tentang Maulana Syaikh dapat terungkap,
maka alasan inilah yang di kedepankan dalam penulisan buku ini. Dan
dalam olahan buku ini, tentunya berdasarkan hasil penelitian yang
umumnya mengacu dan mengetengahkan data-data tertentu. ( ALSY)

BACA JUGA  DPRD Karang Asem Provinsi Bali. Kunker Ke Lombok Timur Belajar Soal BUMDes.