“INDONESIA BERHIZIB
SERENTAK PADA MALAM NISFU SYA’BAN”
Momentum malam nisfu Sya’ban itu adalah malam yang mulia, karena penuh dengan rahmat dan ampunan Allah Swt. Dan dengan kemuliaannya itu pula, maka ada ulama yang meyebutnya sebagai Lailatul Qadr al-Sughra ( Malam Lailatul Qadar Kecil). Sehingga, bagi hamba-hamba Allah yang mencari kemuliaan, maka akan termotivasi sekuat tenaga untuk memanfaatkan dengan sebaik mungkin untuk mendekat kepada-Nya. Dan kemudian hal itu adalah sebagai bentuk Allah Swt mencintai-Nya pula.
Ada sebuah ungkapan menarik untuk direnungkan dari Al-Imam Al-Ghazali ra, yang dimuat dalam Kitab monumentalnya, Ihya Ulumiddin, beliau berkata: “Sesungguhnya, jika Allah Swt mencintai seseorang, maka ia akan menggunakan waktu-waktu yang penuh keutamaan (mulia) itu dengan amal-amal yang mulia. Dan jika, seseorang tidak disukai Allah, maka ia akan menggunakan waktu-waktu mulia itu dengan amal-amalan yang buruk”.
Covid-19 yang lagi pandemi saat ini adalah merupakan ciptaan Allah Swt. Maka sebagai orang yang beriman yang sejati, selain membumikan ikhtiar nyata, maka melangitkan do’a pada malam yang mulia itu untuk memohon agar Covid-19 tersebut diangkat atau dicabut oleh-Nya dan atau terselamatkan dari Virus tersebut, adalah solusi yang sangat cerdas dan tepat. Karena, ternyata memang “Tidak ada yang dapat menolak dan menangkis keputusan (taqdir Allah) itu, kecuali dengan melangitkan do’a”.( Al-Hadits).
Secara etimologis, salah satu makna Hizib itu adalah kumpulan do’a. Dengan demikian, seseorang yang Berhizib, adalah seseorang yang berdo’a atau bermunajat kepada Allah Swt.
Keberadaan Hizib Nahdlatul Wathan adalah salah satu warisan spiritual dan monumental yang disusun oleh pendiri Nahdlatul Wathan (NW), yakni Guru Besar kami yang mulia Al Maghfuuru lahu Maulana Syaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid (Maulana Syaikh) pada tahun 1360 H/ 2940 M. Dan Hizib ini dapat disebut sebagai warisan spiritual yang diwarisi atau ditinggalkannya untuk menjadi salah satu amalan umat Islam di akhir zaman ini pula. Dan perlu dicatat pula bahwa beliau menyebut bahwa Hizib Nahdlatul Wathan yang disusunnya (dijahit meminjam bahasa beliau) itu adalah hizib atau kumpulan do’a-do’a yang diambil dari 70 do’a atau wiridnya para wali Allah Swt.
Oleh sebab itu, akan beruntunglah seseorang yang banyak melangitkan do’a dan termasuk dengan Hizib Nahdlatul Wathan. Dan beruntung pula seseorang yang menambahkan amaliahnya pada momentum Indonesia Berhizib di malam nisfu Sya’ban ini dengan Hizib Nahdlatul Wathan sebagai amaliah tambahan pada malam mulia tersebut.
Mari kita bantu pemerintah kita yang saat ini berjibaku melakukan ikhtiar dzahir dalam menyelamatkan rakyatnya dari pandemi Covid-19 dengan sama-sama Berhizib dengan Hizib Nahdlatul Wathan. Dan ingatlah selalu pesan Maulana Syaikh dalam kitab Hizibnya bahwa; “Setiap umat Islam yang menyayangi diri sendiri, mencintai agama dan bangsanya, seharusnya menekuni dan menjadikan ( Hizib) ini sebagai wirid amalan tetap pagi sore, baik dalam perjalanan (muasafir), maupun waktu berada di kampung halaman, terutama pada saat terjadi perubahan situasi, kejadian mengkhawatirkan (mencekam) yang datang bertubi-tubi, takut pada setan, baik jin dan manusia, singa, binatang buas dan lain-lain”.
Dan sebagai akhir lagi, Semogalah dengan lantunan HIZIB Nahdlatul Wathan yang dibaca serentak pada memontum Indonesia Berhizib di rumah masing-masing pada malam Nisfu Sya’ban tersebut, maka kita semua rakyat Indonesia terselamatkan dari Covid-19 dan semoga virus ini segera diangkat oleh Allah Swt dari bumi Indonesia tercinta ini dan dunia umumnya. Aamiin Yaa Rabbal’aalamiin.
Wallahu’alam…
Wallaahul Muwaaffiqu wal Haadi ilaa Sabiilirrasyaad.
PW NW DKI Jakarta


