Marepudin : Optimis Produksi Tembakau Openan Tahun 2021 Tidak Over Produksi.

Marepudin : Optimis Produksi Tembakau Openan Tahun 2021 Tidak Over Produksi.

Sinar5news.Com – Lombok Timur – Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) Marepudin mengaku optimis pada musim tanam Tahun 2021 tidak akan terjadi over produksi tembakau openan, mengingat kuota permintaan perusahaan melebihi prediksi produksi yang akan dihasilkan petani.

Foto : Tembakau Tanaman Petani Lombok.

“Setelah kita kumpulkan semua perusahaan pembeli tembakau yang ada didaerah kita, terakumulasi jumlah permintaan mereka mencapai 20 ribu ton lebih, sementara prediksi tembakau yang akan diproduksi oleh petani kita hanya sekitar 19.800 ton, sehingga InsyaAllah tidak akan terjadi over produki ditahun ini,” ungkap Marepudin kepada wartawan diruang kerjanya. Rabu (15/09/2021).

Ia juga menambahkan jumlah perusahaan yang akan membeli tembakau pada tahun ini sekitar 20 perusahaan yang terdata pada Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Lombok Timur.

“Perusahaan yang membeli tembakau di Lombok Timur ini, sekitar 26 Perusahaan, tetapi setelah kami turun lapangan dan bersurat untuk mengumpulkan mereka, ternyata ada perusahaan yang tidak ada sesuai alamatnya, saya tidak tahu persis mungkin tahun ini mereka tidak membeli tembakau. Sehingga yang ada sekitar 21 perusahaan,”terangnya.

Sedangkan menyangkut kelas Gread yang sangat banyak dipakai oleh para pengusaha dalam pembelian tembakau, yang diduga oleh para petani sebagai ajang memainkan harga. Marepudin mengatakan pihaknya sama sekali tidak bisa menginterpensi, karena itu merupakan kewenangan dari pihak perusahaan.

Menurut Mareputin untuk menjaring dan mendata perusahaan yang membeli tembakau di Kabupaten Lombok Timur, pihaknya akan berupaya untuk melakukan penjagaan di dipintu keluar Lombok Timur yaitu di perbatasan Jenggik dan Sukaraja.

“Untuk mendapatkan data yang riil tentang perusahaan pembeli tembakau di daerah kita ini, kami akan melakukan penjagaan di Jenggik dan Sukaraja, meskipun memang kami masih terkendala dengan dana. Tetapi nanti kita akan coba untuk menggunakan petugas yang sudah ada itu, yaitu teman-teman yang menjaga material keluar dari Lombok Timur ini,”harapnya.

Terkait dengan retribusi yang diberikan oleh perusahaan tembakau yang beroperasi di Kabupaten Lombok Timur, dinilainya sangat minim dan tidak pernah terjadi perubahan dari sejak tahun 2006 yang hanya mereka membayar retribusi Rp.50 perkilogramnya.

“Retribusi ini dari sejak tahun 2006 tidak pernah berubah, tetap 50 rupiah perkilonya, kita sangat berharap adanya perubahan karena ini kan berarti sudah 15 tahun tidak pernah berubah,”tutupnya. (Bul)

BACA JUGA  Melihat NW dari Personal

Baca Selanjutnya

BACA JUGA  Rasulullah Pingsan Dan Menangis Mendengar Jibril Mengisahkan Tentang Neraka

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA