Mahli : Ketua Senat Mahad ,Tidak Ada Waktu Luang

Mahli : Ketua Senat Mahad ,Tidak Ada Waktu Luang

Senat Mahasiswa Merupakan Wadah Penyaluran Aspirasi dan Media Pelatihan Dalam Berorganisasi Bagi Mahasiswa Akankah Demikian Halnya dengan Senat Ma’had?

Keberadaan Senat Mahasiswa atau yang lebih akrab dengan sebutan SEMA. sangatlah diperlukan dalam sebuah perguruan tinggi SEMA merupakan wadah tertinggi bagi para mahasiswa untuk menyampaikan ide ide dan pemikirannya serta ajang latihan dalam mengembangkan potensi diri mereka sebagai calon pimpinan dan penentu masa depan bangsa. Tanpa SEMA. maka sebuah perguruan tinggi akan kehilangan nuansa dan gairah dalam menjalankan proses belajar mengajarnya.

Hal ini rupanya disadari juga oleh para mahasiswa (thullab) Ma’had Darul Qur’an Wal Hadits. Para thullab merasa membutuhkan suatu lembaga yang dapat digunakan sebagai tempat untuk menyampaikan ide-ide mereka dan menjadi perantara antara para thullab dengan dewan pembina Ma’had tersebut.

Menilik keberadaan senat Ma’had, maka akan terasa bahwa apa yang ada di senat saat ini cukup dapat menampung potensi yang dimiliki oleh para thullab yang jumlahnya tidak kurang dari 1500 orang.

“Ada sekitar sembilan seksi yang ada di senat”, kata Mahli, sang ketua senat “Diantaranya ada seksi dana, kemahasiswaan, pendidikan dan dakwah. litbang. humas dan kesekretariatan serta pengembangan bakat dan minat”, ujarnya lebih lanjut.

Untuk program seksi pendidikan dan dakwah, kegiatannya sudah dimulai sejak jam enam pagi, berupa pengajian dan pendalaman gramatika bahasa arab, seperti nahwu, sharaf dan materi lainnya seperti fiqih Dan tanpa mengenal istirahat, sekitar jam dua siang dilanjutkan dengan kursus bahasa arab dan inggris Kursus bahasa arab dan inggris dilaksanakan sebagai langkah antisipasi terhadap rencana para pengurus Ma’had yang menerapkan kedua bahasa tersebut sebagai babasa pengantar dalam proses belajar mengajar di Ma’had, menggantikan bahasa indonesia dan bahasa arab yang selama ini dipergunakan.

Bahkan saat ini bahasa arab sudah dimulai diterapkan pada tingkat III dan IV oleh sebagian besar masyaikh sebagai bahasa pengantar sehari-hari “Untuk kursus bahasa inggris kami mendatangkan pembimbing dari luar. ungkap Mahli. Sedangkan program litbang terdiri dari program jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang Program jangka pendek diantaranya adalah mengadakan penelitian dan pengkajian mengenai apa kekurangan-kekurangan dan kebutuhan para mahasiswa Ma’had yang perlu segera dipenuhi Jangka menengah eliputi pengumpulan lagu- lagu perjuangan NW Sedangkan jangka panjang adalah pembuatan agenda dan penulisan kembali kitab-kitab karangan Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Majid Bahkan dari libang juga telah mengadakan study perbandingan ke beberapa pondok pesantren di pulau akan Lombok. Hampir tak ada waktu luang Mungkin itulah ungkapan yang cocok untuk menggambarkan betapa padatnya kegiatan senal Ma’had Disamping itu untuk meningkatkan kualitas SDM yang ada di Mahad dalam waktu dekat ini senat akan mengadakan korsus jurnalistik bekerjasama dengan himpunan mahasiswa NW cabang Mataram dengan para instruktur yang didatangkan dari Unram dan Himmah itu sendiri Disamping itu, senat juga akan lebih banyak mengadakan kursus kursus administrasi dan mengupayakan pengiriman thullab Ma’had untuk mengikuti seminar-seminar yang pada gilirannya para thullab Ma had diharapkan akan menjadi insan-insan akademis yang tidak saja mampu menguasai ilmu-ilmu agama, akan tetapi juga ilmu-ilmu umum lainnya. Sehingga mereka setelah tamat nanti. memiliki bekal keterampilan yang memadai untuk mandin M. Ko (Orang Luar Alumnus Ma’had-red)

 

 

 

(No 2/Th I/Sya’ban – Syawal/1415H – No 2/Th I/Januari – Maret/’95) 

 

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA