Sinar5news.com -Bagi peserta didik SMP Laboratorium Jakarta, kegiatan mabit adalah kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap tiga bulan atau enam bulan sekali. Malam ini Sabtu (24/11/2019) seluruh peserta didik kelas VII, VIII dan IX melaksanakan kegiatan mabit yang dimulai pukul 20.00 – 06.00 WIB.
Mabit itu kepanjangannya adalah malam bina iman dan taqwa. Tentu fokus utamanya adalah membina iman didalam hati untuk membentuk pribadi yang bertaqwa. Untuk mencapai target ini kegiatan mabit dipenuhi dengan hal-hal yang bersifat keagamaan (religi), diantaranya shalat sunnat taubat, dzikir, taushiah, tahajjud, shalat subuh, berjamaah, pembacaan yasin dan kuliah subuh.

Untuk dizkir berjamaah diisi dengan pembacaan tarekat hizib Nahdlatul Wathan buah karya dari Al Allamah Sulthanul Auliya Maulana Syaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid pediri organisai Nahdlatul Wathan (NW) yang berpusat di NTB.

Dalam tarekat hizib Nahdlatul Wathan terkumpul zikir dan doa-doa baik dari Al Quran, Hadits maupun dari imam-imam para waliyullah yang ternama. Sungguh bacaan tarekat itu sangat menyentuh hati sanubari, menambah rasa iman dan meneguhkan keyakinan menyelimuti segenap jiwa, sehingga terasa hidup begitu damai, tenang dan bahagia, subhanallah.
Setelah pembacaan tarekat, disampaikan pembinaan iman dan taqwa melaui taushiyah yang disampaian oleh Ust. Dwi Santoso, S.Pd guru agama Islam di SMP Laboratorium Jakarta. Dalam tushiyahnya Ust. Dwi Santoso menyampaikan pentingnya memiliki adab. Adab itu bagian dari karekter yang sangat tinggi nilainya dan dapat mempermudah segala urusan manusia. Tidak ada gunanya kita pintar, kalau kita tidak beradab, kita dianggap orang sombong dan tidak beguna sama sekali. Tentu yang paling ideal adalah kita pintar dan kita beradab, ini yang akan kita perjuangkan agar kita menjadi orang-orang yang berkualitas.

Tepat pukul 03.00 WIB seluruh peserta didik melaksanakan shalat tahajjud secara berjamaah sebanyak 8 rakaat ditambah 3 witir yang dipimpin oleh Ust. Marolah, S.Ag, MM. Dalam shalat tahajjud ini para peserta didik merasakan adanya suasana batin yang begitu damai dengan mendengarkan lantunan ayat-ayat suci yang dibacakan oleh imam. Disela-sela tahajjud diiringi dengan kalimat istigfar yang dibaca berulang-ulang sebagai tanda taubat atas segala dosa. Terbayang betul dosa-dosa yang pernah diperbuat, terutama dosa kepada orang tua yang selama ini dilakukan. Sungguh inilah momen terbaik menyesali semua dosa-dosa dan berjanji untuk tidak mengulangilanya lagi.
Setelah shalat subuh dilanjutkan dengan dzikir doa dan pembacaan surah Yaasiin. Kegiatan inipun tidak kalah nikmatnya dengan shalat tahajjud. Semua peserta didik larut dalam gelombang taqarrub kepada Allah melalui kalimat suci, membuat suasana menjadi ringan, lapang dan nikmat menyelimuti jiwa. Sehingga hilanglah perasaan-perasaan gelisah (galau) yang menekan diri. Sungguh inilah diantara nikmat terbesar yang Allah berikan kepada semua yang hadir. Semoga suasana penuh damai ini dibawa dalam kehidupan masing-masing dimana saja berada.
Dilanjutkan dengan kuliah subuh yang disampaikan Riza Pahlevi, S.Pd salah seorang guru IPA di SMP Laboratorium Jakarta. Pak Riza menyampaikan keutamaan shalat isya dan subuh berjamaah. Sebagaimana yang disampaikan baginda Nabi, “Barang siapa shalat isya berjamaah pahalanya sama dengan shalat separuh malam dan shalat subuh berjamaah pahalanya sama dengan shalat semalam penuh.” (HR. Muslim)
Lebih lanjut disampaikan bila shalat isya dan subuh ini terus istiqamah dilaksanakan, maka akan terhindar dari sifat munafiq.
Acara mabit ini ditutup oleh Kepala SMP Laboratorium Jakarta, Rosalina, S.Pd, M.Si. Beliau menyampaikan rasa bahagia dan terima kasih kepada seluruh peserta didik dan dewan guru yang telah hadir mengikuti acara mabit ini. Harapannya semoga apa yang telah didapatkan dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga terlihat perubahan kearah yang lebih baik dan meraih predikat muttaqin dihadapan Allah Subhanahu Wata’ala. Aamiin. (Amr)
Jakarta, 27 Rabiul Awal 1441 H/24 November 2019 M




