LPOI Adalah Benteng NKRI ” Bergandengan Dengan Pemerintah Membangun Negri”

banner post atas

(Sinar5news.com)  Ormas Keagamaan yang tergabung dalam lembaga persahabatan ormas Islam ( LPOI ) yang bermarkas di jalan keramat VI Jakarta Pusat kembali berkumpul untuk muzakaroh. Selasa, 5/9/19. Mencermati kondisi kekinian ummat bangsa yang akhir akhir ini cendrung memanas terutama hawa politiknya yang lebih dominan. Dalam arahannya Habib Lutfi Attamimi selaku sekjen tetap menghimbau kepada seluruh ormas anggota LPOI untuk melihat, mengamati. Dikatakan beliau ” agar semua ormas untuk tetap menjaga bersabar, terhadap perjalanan dan menjaga stabilitas arah dan agenda pemerintah. Terhadap kelompok sebagian kecil kelompok muslim yang sedang hangat dibicarakan adalah munculnya pembahasan cadar dan celana cingkrang. Sekjen menjelaskan agar muslim indonesia tidak terkecoh bahwa yang namanya jenggot, celana cingkrang adalah juga dipakai yahudi ortodoks dan jika di timur tengah adalah pakaian wahabi. Masih menurut beliau padahal di saudi sendiri juga beragam pakaian termasuk wanita tidak berhijab  juga banyak. Papar beliau.

Kemudian mencermati kabinet yang banyak dimasuki orang tidak berkeringat sementara ormas pendukung yang berjibaku tidak masuk kabinet.  Itulah keagungan ormas keagamaan diajak maupun tidak diajak hal yang biasa karena tugas ormas utamanya adalah mencerdaskan ummat dan mengawal NKRI untuk terciptanya kehidupan yang aman damai sentosa berkeadilan.

Dalam hal ini Nahdatul Whaton berpandangan agar fungsi sejati ormas untuk menjaga mengawal serta memberdayakan ummat melalui ormas masing-masing terutama membantu pemerintah menghadirkan SDM unggul berkarakter Pancasila adalah kegiatan dan pekerjaan ormas yang sudah dilakukan sebelum negara ini merdeka. Jadi pemerintah sejatinya harus menggandeng ormas keagamaan ini  disemua tingkatan kementrian upaya mempercepat terlaksana dan terciptanya SDM bangsa yang unggul bermartabat. Karenanya silaturrahiem terhadap kementrian menjadi penting.” Ungkap Nahdatul Whaton ( NW)

Iklan
BACA JUGA  Tunjukan Penghormatan NW Hadiri Undangan PUI

Lain halnya dengan ormas serikat islam yang menyoroti bahwa “Soekarno sebagai santrinya HOS Cokroaminoto mendirikan berbagai organisasi termasuk PNI dan SI adalah wadah perjuangan berbeda tapi satu tujuan. Melihat konstelasi perpolitikan bangsa saat ini cendrung terlepas dari akarnya. Budaya Nusantara yang memiliki Pancasila tapi sudah cendrung terlepas dari akarnya dengan gaya budaya orang lain seperti wahabi dengan model arabisasi dan barat yang cendrung individualistik. Telah menggerogoti semangat kebhinnekaan. Politisi dan partai lebih kearah membangun kesepakatan kepentingan kelompok dan posisi. Sementara hajat hidup orang banyak rakyat belum menjadikan prioritas akibatnya ketimpangan dalam segala hal masih sangat lebar di bumi Nusantara ini.”

Dari bebagai pemikiran yang ada disepakati untuk kembali mengangkat kemurnian sejarah bangsa agar bangsa dan rakyat paham bagaimana sejarah bangsa ini dibangun dan diisi ormas keagamaan sebagai bahan untuk dapat dijadikan rujukan bahwa kita punya perjalanan sejarah panjang untuk dikenang. Sebagai pelajaran generasi seterusnya untuk memperkokoh nasionalisme dan cinta tanah air.

Karenanya disepakati rekonsiliasi keummatan dalam tajuk simposium merajut menceritakan perjalanan sejarah bangsa akan diadakan oleh LPOI rencana diadakan bulan desember. Dengan maksud negara dan pelayan rakyat baik yang ada di eksekutif yudikatif dan seluruh warga bangsa paham betapa perjalanan bangsa ini dikelola dan dibangun oleh santri dan tokoh2 ormas keagamaan. Kemudian mengundang semua Dirjen untuk bersialturrahiem dengan LPOI secara bergantian bertempat di kantor LPOI.(smy)