Sinar5news.com – Lombok Timur – Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian (Diskominfosan) Kabupaten Lombok Timur melalui bidang PTIK menggelar Desk Meeting Penyusunan Dokumen Manajemen Risiko Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) bertempat di Ballroom Kantor Bupati. Selasa (23/09/2025)
Peserta kegiatan ini merupakan perwakilan Kasubag Program dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Lombok Timur. Keterlibatan mereka menjadi bagian penting untuk memastikan proses pengisian form survei dapat berjalan efektif dan menghasilkan data yang akurat.
Kepala Diskominfosan Lombok Timur, H. Fauzan, saat membuka acara menegaskan bahwa implementasi SPBE merupakan amanat Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2018. Salah satu unsur penting dalam penerapannya adalah manajemen risiko, agar setiap program, layanan, dan infrastruktur digital berjalan dengan mitigasi serta antisipasi terhadap potensi hambatan, kegagalan, maupun ancaman yang mungkin muncul.
“Penyusunan manajemen risiko SPBE ini juga berpedoman pada PermenPAN-RB Nomor 5 Tahun 2020 tentang Pedoman Manajemen Risiko SPBE, sehingga setiap langkah yang kita ambil memiliki dasar hukum, standar, dan panduan yang jelas sesuai kebijakan pemerintah pusat,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa desk meeting akan difokuskan pada pembahasan pengisian form survei. Formulir ini berfungsi sebagai instrumen penting dalam menggali informasi dan data dari perangkat daerah, sekaligus menentukan kualitas analisis risiko yang nantinya dituangkan dalam dokumen resmi manajemen risiko SPBE.
“Melalui kerja sama, komunikasi, dan komitmen kita bersama, saya yakin penyusunan dokumen manajemen risiko SPBE ini dapat menjadi wujud nyata tata kelola pemerintahan yang baik, transparan, akuntabel, serta mendukung peningkatan daya saing daerah,” pungkasnya.
Selain itu, ia juga menambahkan informasi terkait indeks domain SPBE Kabupaten Lombok Timur yang saat ini berada pada angka 3,27. Lombok Timur juga masuk dalam kategori Kabupaten Informatif dengan nilai 97,84, yang menunjukkan komitmen kuat daerah dalam mewujudkan pemerintahan berbasis elektronik dan pelayanan publik yang lebih baik.
Acara ini juga menghadirkan Pradiptya Setyahadi dari Digitama sebagai pemateri yang memberikan paparan terkait manajemen risiko SPBE. Kehadiran pemateri diharapkan memperkaya pemahaman peserta mengenai pentingnya penyusunan dokumen risiko SPBE yang sistematis, terukur, dan sesuai standar nasional.(red)



