LAZIS Melontar Berbagi Kisah Keteladanan Sang Guru

LAZIS Melontar Berbagi Kisah Keteladanan Sang Guru

Hari ini Rabu 17 Juni 2020
LAZIS Melontar bekerjasama dengan Kampung Dongeng Kota Mataram menyapa kawan-kawan dan adek-adek pecinta Mendongeng, dalam acara LOGISKAH (Lontaran Berbagi Kisah) via daring yang bertema “Lontaran Kebaikan Sang Guru”.

Dalam kesempatan ini Kak Fadli sebagai Narasumber mengkisahkan tentang sosok Guru Dur yang sehari-sehari menghabiskan waktunya sebagai guru disalah satu sekolah yang bernama SDN Makmur.
Guru Dur merupakan sosok yang sederhana dan sangat disiplin dalam menjalankan tugasnya sebagai guru. Dikisahkan, Guru Dur juga memiliki sifat penyayang dan lemah lembut terhadap murid-muridnya. Beliau sangat ikhlas dalam mendidik, meskipun muridnya berbuat ulah terhadap dirinya hingga terluka dan sakit.

Disebutkanlah sosok Ridho yang merupakan murid Guru Dur yang sangat berbeda dengan murid-murid yang lain di kelas. Selain memiliki riwayat berbuat onar kepada sesama temannya, sosok Ridho dalam cerita ini juga mempunyai riwayat membuat celaka gurunya sendiri yakni Guru Dur hingga terluka dan sakit. Ketika itu Ridho dan kawan-kawannya mengatur rencana jahat untuk sang gurunya. Saat bel pulang berbunyi mereka bergegas pulang lebih dulu hingga menunggu sang gurunya melewati sebuah jalan tanjakan. Disanalah mereka mencelakakan gurunya dengan memasang perangkap dari tali rapia di tengah jalan hingga Guru Dur terjatuh dari sepedanya dan terluka. Sejak itu Guru Dur sering mengalami rasa sakit di badannya.

Namun meskipun demikian Guru Dur selalu bersabar dalam menghadapi tingkah laku si Ridho dan kawan-kawannya. Hari berganti hari, umur Guru Dur tak terasa sudah tua dan tiba saatnya beliau pensiun dari pekerjaannya sebagai guru di SDN Makmur. Murid-murid di SDN Makmur kini kehilangan sosok guru teladan, yang selalu tampil lemah lembut dan penyayang. Bagi guru-guru dan murid SDN Makmur, Guru Dur merupakan sosok yang sangat dekat dihati dan sangat dihormati. Kehadirannya selalu dinanti, namun kini beliau telah pensiaun dan memutuskan untuk istirahat dari pekerjaannya karena disebabkan kondisi kesehatannya yang kini mudah sakit.

Hingga setelah puluhan tahun lamanya, tiba-tiba Guru Dur mengalami sakit yang amat berat hingga meminta anaknya untuk mengantarkan beliau ke Puskesmas di pusat kota. Maklum beliau hidup di pelosok desa sehingga untuk berobat harus menempuh perjalanan jauh ke kota.
Setelah sampai di sebuah puskesmas yang dituju, tampa disadari Guru Dur melihat sosok anak muda tampan dengan pakaian serba putih sedang memeriksa pasien. Lalu beliau mendekati anak muda itu dan bertanya:
Namamu siapa nak.?
Dengan singkat anak muda itu menjawab: Nama saya Ridho pak.
Mendengar jawaban anak muda tersebut, Guru Dur pun bercerita bahwa dulu beliau mempunyai murid yang bernama Ridho. Ia adalah murid yang paling berbeda dengan yang lain. Hingga terkadang membuat gurunya mengelus dada.

Tidak lama Guru Dur belum selesai bercerita, lantas anak muda itu menangis sejadi-jadinya dan memeluk erat Guru Dur. Ridho menyadari bahwa yang berada dihadapannya adalah sosok Guru Dur. Guru yang paling berjasa semasa kecilnya dan paling sabar dalam menghadapi tingkah lakunya yang pernah mencelakainya. Rupanya Ridho kecil yang nakal itu kini menjadi seorang Dokter sesuai dengan cita-citanya dulu semasa kecil.
Pertemuan antara guru dan murid tersebut diliputi suasana haru hingga Ridho mendapatkan maaf dari gurunya yakni Guru Dur yang pernah dicelakai olehnya. Ridho merasa gembira bisa bertemu dengan gurunya tersebut, begitupun sebaliknya Guru Dur juga sangat bahagia dapat bertemu kembali dengan sosok Ridho kecil muridnya yang kini sukses menjadi seorang Dokter.

Itulah sepenggal kisah keteladanan sosok Guru Dur yang begitu ikhlas dan sabar dalam mendidik murid-muridnya hingga berhasil meraih cita-citanya. Semoga kita semua dapat mengambil pelajaran dari sosok Guru Dur dan menjadi yang terbaik dimanapun tempat kita berada..Aamiin

Salam hangat dari:
1. Kak Fadli (Ketua Kampung Dongeng Kota Mataram
2. Kak Rahman (Manajer Pemberdayaan LAZIS Melontar)

Sekian dan sampai jumpa lagi di kisah-kisah serikutnya ya..πŸ™

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA