LALU TJUCK SUDARMADI : MENYAPA PARA KANDIDAT GUBERNUR

LALU TJUCK SUDARMADI : MENYAPA PARA KANDIDAT GUBERNUR

Sinar5news.com – Masalah SDM masih menjadi masalah besar di Indonesia. Itu yang menjadi salah satu mainstreaming policy yang digagas pemerintah sebagai bagian dari upaya mencaoai Indonesia Emas 2045. Masalah SDM berdampak dan menjadi penghambat kemajuan pembangunan. Kualitas SDM ini merupakan masalah dan sangat terasa serta masih memprihatinkan terutama pada provinsi provinsi diluar Jawa.

Itulah sebabnya beberapa pemda melakukan breakthrough, membuat berbagai kebijakan terobosan untuk meningkatkan kualitas SDM antara lain
dengan upaya meningkatkan mutu pendidikan didaerah dan juga yang lebih progresif dengan menyiapkan program beasiswa pendidikan di luar negeri.

Khusus mengenai beasiswa pendidikan di luar negeri ini menjadi trending topik, burning issue di NTB beberapa hari ini.

Menariknya karena yang melontarkan masalah pendidikan di luar negeri itu adalah salah seorang “kandidat, bakal calon gubernur”. Menjadi viral karena gagasan kandidat gubernur itu “ingin menghentikan beasiswa itu” dan menurut pandangannya hal itu “melanggar kewenangan”.

Namun muncul berita lagi, mungkin setelah viral dan mendapatkan response luas dan rada rada miring dari adik adik mahasiswa juga berbagai kalangan, maka ada penjelasan dari “team” memberi klarifikasi juda ada statemen baru bahwa “program beasiswa itu baik” dan team.juga menjeladkan bahwa yang dimaksudkan adalah bukan memberhentikan tetapi “memperbaiki pengelolaannya, dan tidak akan pakai APBD tetapi akan dicarikan sumber pembiayaan lain”, intinya kurang lebih seperti itu.

Dua model berita di medsos itu, saya ikuti karena mendapat beberapa WA dan juga beberapa telpon dari adik adik mahasiswa, semua minta pandangan saya tentang burning issue itu. Berikut ini beberapa pandangan, bukan kritik, sebagai masukan dan saran untuk tokoh tokoh kita yang akan maju di pilgub nanti.
1. Sebenarnya di Jakarta sering dibincangkan masalah masalah strategik daerah seperti pilkada dan para tokoh yang akan maju di pilkada. Secara pribadi tentu kami merasa bangga dan sukacita karena yang muncul dan di gadang gadang sebagai bakal cagub dan cawagub cukup banyak. Selamat berjuang untuk bang Zul, nanda: Lalu Iqbal, Hj. Rohmi, Lalu Gite, sanakda H. Suhaeli, H Sukiman, Mbak Hj. Indah, semeton H. Musyafirin. Senang dan bangga karena semuanya putera putri terbaik asal NTB, Lombok, Sumbawa, Bima. Artinya banyak putera puteri terbaik NTB yang memenuhi syarat, pantas dan mumpuni jadi pemimpin daerah. Maknanya NTB ga perlu lagi cari cari gubernur dari luar NTB.
2. Menanggapi adanya statemen dari calon gubernur tentang keinginan untuk “menghentikan” program beasiswa pendidikan di luar negeri dan kebijakan itu dianggap “melanggar kewenangan”. Menurut kami gagasan atau pandangan itu kurang tepat. Meskipun bisa dibangun argumentasi untuk mendukung posisi kandidat gubernur itu, tapi argumentasi teknis itu tidak akan mudah dipahami oleh rakyat pemilih. Statement itu kesannya menjadi “asal berbeda” . Sangat banyak argumentasi afirmatif yang bisa dibangun untuk mendukung beasiswa yang sekarang. Diawal tulisan ini sudah dikemukakan pentingnya pendidikan termasuk yang keluar negeri
3. Memang banyak pemahamannya yang agak sempit dan memandang Dikti urusan Pusat, lantas daerah gak boleh kasih beasiswa. Kebijakan itu gak ada aturan yang dilanggar, sejatinya itu adalah kebijakan terobosan pro Rakyat NTB.
4. Beasiswa dari APBD untuk anak-anak NTB kuliah merupakan wujud komitmen terhadap percepatan pembangunan SDM di NTB. Itu adalah sangat penting untuk mengejar ketertinggalan dari propinsi di Jawa dan beberapa tempat lain di Indonesia. Kalau orang-orang pinter NTB kelak ada yang pegang peranan di Pusat dan daerah lain, itu investasi yang sangat strategis buat NTB dalam jangka panjang.
5. Program itu pastinya juga sudah dibahas dan disetujui di DPRD. Memang betul kalau pakai APBD dan beasiswa itu khusus diberikan kepada kelompok khusus dan tertentu saja , mungkin ini yang keliru seperti yang pernah di lakukan di salah satu “provinsi besar” di Jawa.
6. Dalam hal keinginan untuk memperbaiki pengelolaannya, itu gagasan yang baik dan bagus, dan seharusnya setiap program mesti ada monitiring dan evaluasi, kemudian diperbaiki yang kurang baik dan ditingkatkan hal yang sudah baik.
7. Adapun keinginan untuk tidak menggunankan APBD untuk beasiswa pendidikan ke luarnegeri. Itu gagasan yang bagus juga, namun tidak mudah. Dan bilamana yakin bisa mendapatkan substitusi anggaran, harus sudah disiapkan dengan baik dan matang exit policy, pengalihan dari APBD ke substitusi anggaran dari resources lain. Dijaga betul agar adik adik mahasiswa/i yang sedang study di luar negeri tidak menjadi korban.
8. Bagaimanapun pendidikan di luar negeri itu ada nilai tambahnya, yang paling utama ya mengubah mindset, wawasan, disiplin dan mempelajari budaya orang lain, yang sudah maju. Dulu waktu kami menjadi President PERMIAS di Pittsburgh, PA, kami buat pertemuan karena kedatangan tamu yaitu alm Prof Soemarlin/Menkeu/Bappenas/Alumni Pittsburgh, beliau sangat menganjurkan sekolah di Luar Negeri, alasan beliau, lebih murah dan lebih cepat, dan pembentukan wawasan yang luar biasa. Kalau sekolah didalam negeri lebih lama (diera itu) dan seringnya pulang pergi ke kampung dan banyaknya biaya biaya lain. Sehingga beliau katakan, lebih mahal dekolahndidalam negeri, dinilai dari segi waktu dan biaya biaya tersebut. Kalau materi kuliah/pelajaran kan sama, kita bisa bikin disini, bukunya bisa dibeli. Tetapi metode, SDM , tenaga pengajar dan proses belajar mengajar serta support systemnya yang belum bisa kita capai dan dapatkan disini. Dan pengalaman berada di negeri orang memberikan kesempatan untuk “hijrah” dalam pemikiran dan semangat. Kalau bekalnya bener, berada di LN bisa meningkatkan rasa cinta tanah air yang luar biasa.
9. Semua kandidat yang mau nyalon sebagai gubernur, kami amati keinginannya sama, ingin memajukan NTB bisa setara dengan provinsi maju bahkan go international.
10. Ada contoh menarik , semua kandidat perlu melihat sebagai pembelajaran, ada mahasiswa asal Lombok Tengah NTB, adik Ahmad Munjizun Ph.D yang ngetop di luar negeri karena prestasinya. Dia bahkan ditunjuk mewakili wisudawan dari seluruh dunia memberikan graduation speech.
11. Jadi existensi NTB di global bisa juga melalui mahasiswa mahasiswi yang dikirim keluar negeri, disamping melalui gagasan gagasann yang sudah terwujud oleh Gubernur gubernur sebelumnya yaitu Tourisme Olahraga/ sport tourism sudah ada Motor GP Mandalika dan Motorkros Dunia/ MXGP di Mataram, Halal Tourism. Yang belum dan perlu dikembangan yaitu Convention Tourism, karena berbagai konperensi internasional berhenti di Jakarta dan Bali saja malah sekarang di Labuanbajo NTT.

Kedepan kita dan masyarakat NTB mengharapkan para kandidat calon gubernur nanti bisa saling menawarkan dan adu gagasan gagasan baru, out of the box yang punya daya ungkit untuk kemajuan dan kesejahteraan rakyat. Bagaimana gagasan terobosan dibidang pertanian, peternakan, perkebunan, dan perikanan agar mampu meproduksi komoditi yang punya added values tinggi sehingga bisa mengangkat kesejahteraan rakyat, petani, buruh tani, pekerja dan nelayan. Bagaimana mengembangkan industri dan UMKM serta peningkatan IPM yang bermakna, pengentasan kemiskinan, stunting, pendidikan kejuruan/ vokasi, kesehatan, masalah perempuan, lapangan kerja bagi milenial , gen Z dan banyak lagi. Tentu juga penting gagasan memelihara dan mengembangkann hidup harmony dan adat dan budaya budaya beragam yang ada di NTB

Kami berharap ada lembaga atau institusi seperti Perguruan Tinggi atau BEM, Organisasi Mahasiswa Lembaga Adat dll yang berinisiatif mengundang para kandidat untuk diajak ber-dialogue, digali lebih dalam apa saja konsep dan gagasan yang ditawarkan serta KPI/Key Performance Indicator- nya

NTB butuh gagasan baru terukur, bukan business as usual.

Semoga pilkada berjalan aman lancar dan jurdil.

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA