Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
الحمد لله الذي اعطانا قوة لاداء صوم رمضان وغيره من العبادة. والصلاة والسلام على سيدنا محمد سيد الانبياء والمرسلين الذي جاهد في عبادة الله، واله وصحبه اجمعين اما بعد
Yang terhormat : Pengurus Masjid…., para hujjaj, para asatidz dan segenap jamaah shalat isya dan tarawih yang dirahmati Allah SWT.
Segala puji bagi Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang telah memberikan kita kekuatan yang bisa dipergunakan untuk mengabdi kepadanya dengan penuh kesungguhan.
Shalawat serta salam semoga tercurahkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam yang telah mencontohkan bagaimana ibadah yang sesungguhnya kepada sang Kholiq Allah Subhanahu Wa Ta’ala .
Kaum Muslimin rahimakumullah
Puasa Ramadan merupakan salah satu ibadah yang tidak saja menguras tenaga karena siang harinya tidak makan dan tidak minum. Lebih dari itu, puasa Ramadhan juga membutuhkan pengorbanan untuk sabar dalam menahan nafsu dan melatih diri untuk bersabar dalam menjalankan perintah Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Bahkan puasa yang lebih khusus lagi adalah berusaha dan sabar dalam menjaga pandangan, menjaga pendengaran, menjaga tangan, menjaga kaki, menjaga pikiran dan anggota badan lainnya dari berbagai hal yang bisa merusak pahala puasa.
Karena begitu banyaknya yang harus diperhatikan supaya mendapatkan hasil puasa yang maksimal, maka dibutuhkan kesungguhan dalam menjalankan puasa Ramadan. Kesungguhan dalam menjalankan puasa Ramadan dan kesungguhan dalam berusaha mengisi Ramadhan dengan amalan-amalan yang baik.
Kesungguhan dalam melaksanakan puasa Ramadan adalah sungguh – sungguh dalam melakukannya dengan berusaha menjauhi berbagai hal yang bisa membatalkan puasa. Dan lebih bagus lagi jika ditingkatkan kepada sungguh – sungguh dalam berusaha menjauhi berbagai hal yang bisa mengurangi nilai pahala puasa Ramadan.
Adapun maksud dari kesungguhan dalam mengisi Ramadhan adalah berusaha mengisi Ramadhan dengan amalan-amalan yang baik seperti membaca Al-Qur’an, berdzikir, membaca shalawat, shalat Sunnah dan berbagai bentuk amalan yang bisa mendatangkan keridhaan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Kaum muslimin rahimahullah
Dengan bersungguh-sungguh dalam melaksanakan dan mengisi Ramadhan, berarti seseorang telah menunjukkan kepada yang maha pencipta persembahan ibadah yang terbaik di hadapannya. Bukankah Allah memerintahkan hambanya untuk berikhtiar sekuat kemampuan, selanjutnya Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang membimbing hambanya menuju ke jalan yang diridhai nya. Allah berfirman dalam Al-Qur’an :
وَالَّذِيْنَ جَاهَدُوْا فِيْنَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَاۗ وَاِنَّ اللّٰهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِيْنَ
Orang-orang yang berusaha dengan sungguh-sungguh untuk (mencari keridaan) kami, benar-benar akan kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Sesungguhnya Allah benar-benar bersama orang-orang yang berbuat kebaikan. (Q.S. al-Ankabut: 69).
Al-Tabari dalam Jami’ al-Bayan ‘an Ta’wil Ay al-Quran menafsirkan kalimat lanahdiyannahum subulana bahwa Allah swt. pasti memberi taufik (hidayah) atau membimbing hamba-hamba-Nya menuju jalan yang lurus (linuwaffiqannahum li ishabati al-thariqi al-mustaqimah), yaitu agama Allah (al-Islam) yang dengannya Allah swt. mengutus Nabi Muhammad sebagai pembawa risalah-Nya.
Sedangkan al-Zamakhsyari dalam Tafsir al-Kasyaf dan Al-Baidhawi dalam Anwar al-Tanzil wa Asrar al-Takwil menafsiri kata lanahdiyannahum subulana bahwa Allah swt pasti akan menambahkan hidayah dan bimbingan-Nya kepada mereka menuju jalan kebaikan dan kesuksesan (لنزيدنهم هداية إلى سبل الخير وتوفيقاً).1
Jadi, berpuasa Ramadan dengan sungguh-sungguh berarti telah melakukan amal shaleh dan berusaha meraih petunjuk menuju kebaikan dan kesuksesan yang dijanjikan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala bagi orang yang beriman.
مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً ۖ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
Barangsiapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. (QS An Nahl: 97).
Kaum muslimin rahimakumullah
Sungguh beruntung orang yang bersungguh-sungguh dalam menjalankan puasa Ramadan. Karena dengan kesungguhan yang dilakukan akan memberikan nilai lebih dalam amal puasa yang sedang dilakukan. Sehingga, kalaupun ada kekurangan yang ada pada puasa yang dilakukan, maka dengan kesungguhan nya dalam berpuasa akan menjadi penyempurna bagi kekurangannya. Dalam Qaidah fiqhiyyah disebutkan:
مَنِ اجْتَهَدَ وَبَذَلَ مَا فِي وُسْعِهِ فَلاَ ضَمَانَ عَلَيْهِ وَكُتِبَ لَهُ تَمَامَ سَعْيِهِ
Barangsiapa bersungguh-sungguh mengerahkan kemampuannya, maka tidak ada tanggungan atasnya dan dianggap mengerjakan amalan secara sempurna
kaidah ini menjelaskan bahwa seseorang yang telah bersungguh-sungguh mengerahkan upayanya untuk melaksanakan suatu amalan, dan ia melaksanakan amalan itu sesuai kadar kemampuannya, maka ia telah terlepas dari lingkup tuntutan pelaksanaan amalan tersebut. Sehingga tidak ada kewajiban mengganti atau mengulanginya lagi, dan tidak ada dosa atasnya ketika meninggalkan bagian amalan yang ia tidak mampu mengerjakannya, bahkan ia dianggap melaksanakan amalan tersebut secara sempurna.2
Demikian kultum yang bisa saya sampaikan pada malam ini. Mudah-mudahan ada manfaatnya bagi kita semua.
Wallahul mafiq Wal Haadi ilaa Sabilirrasyad
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
——————————————————–
1. (tafsiralquran.id).
2. (almanhaj.or.id).
Oleh: Muhammad Fathi



