Kisah Inspiratif :Nabi Allah Adam Alaihissalam 200 Tahun dalam Tangisan

Kisah
Kisah
banner post atas

Nabi Allah Adam Alaihissalam tidak pernah mengangkat kepalanya ke arah langit selama 300 tahun karena merasa malu trehadap dosa yang dilakukannya, selama 200 tahun Nabi Allah Adam dan Siti Hawa menangis tidak makan dan tidak pula minum selama 40 hari.

Dikatakan dalam kitab al-Minah al-Sâwî Syarh Ushul Tharîqat li Sâdât Alî Bâ’alawî karya al-Allâmah al-Muhaqqiq al-Dâ’î Ila Allah al-Habib Zain Ibn Ibrahim Ibn Smith;
لو أن دموع أهل الأرض جمعت لكانت دموع داود أكثر، حيث أصابه الخطيئة، ولو أن دموع داود ودموع أهل الأرض جمعت لكانت دموع آدم أكثر، حيث أخرجه الله من الجنة.

“Sekiranya air mata penduduk bumi dikumpulkan, maka pastilah lebih banyak air mata Nabi Allah Daud Alaihissalam karena kesalahan yang dilakukannya. Seandainya air mata Nabi Daud Alaihissalam dan air mata penduduk bumi dijadikan satu, maka air mata yang mengalir dari Nabi Allah Adam Alaihissalam jauh lebih banyak”.

Iklan

Pengajaran yang dapat diambil dari kisah tersebut ialah kesalahan yang telah kita lakukan sekecil apapun bentuknya, mestilah diiringi dengan penyesalan (taubat al-Nashuha). Menyesali kesalahan dengan melakukan tiga perkara yakni mencabut diri dari perbuatan dosa (al-Iqla’ min al-Zunub), menyesali perbuatan dosa yang terlanjur dilakukan (al-Nadam) dan juga berazam (berniat sungguh-sungguh) untuk tidak lagi melakukan perbuatan dosa (al-Azmu an-lâyauda Ilaihi).

Dan jika kesalahan yang dilakukan ada hubungannya dengan makhluk Allah seperti kesalahan kepada antar manusia, maka perlu ditambahkan satu perkara lagi yakni meminta maaf atau dihalalkan dari segala kesalahan yang telah kita lakukan.
Selain dengan empat perkara tersebut, menyesali perbuatan dosa perlu diiringi dengan tangisan ketakutan (Bukâ al-Khauf) serta dibarengi dengan tangisan harapan (Bukâ al-raja’).

BACA JUGA  Polsek Sembalun Panen Cabe Untuk Ketahanan Pangan di Era Covid-19.