Kisah Inspiratif : Ibrahim bin Adham & seorang Lelaki Mengapa kita bersedih

Kisah Inspiratif : Ibrahim bin Adham & seorang Lelaki Mengapa kita bersedih

Abdul Aziz Muhammad Sindi dalam kitab Râhât al-Qulûb menceritakan pertemuan antara Ibrahim bin Adham seorang master Sufi dengan seorang lelaki yang sedang bersedih. Lalu beliau berkata pada lelaki tersebut;

Ibrahim: Aku melihat kamu sedang bersedih, bolehkah aku bertanya padamu tentang tiga perkara?.
Lelaki Asing: boleh

Ibrahim: Apakah mungkin terjadi satu perkara tanpa keinginan dan pengetahuan Allah SWT?.
Lelaki Asing: Mendengar pertanyaan dari Ibrahim, lelaki itu pun menjawab “tidak mungkin” pasti semua yang terjadi di atas dunia ini karena Allah, bahkan sampai daun-daun kering yang berguguran pun atas kehendak Allah.

Ibrahim: Apakah rezeki yang Allah telah tentukan akankah berkurang tanpa ketentuan Allah SWT?,
Lelaki Asing: Tidak mungkin, segala rezeki makhluk Allah telah ditentukan, maka tidak akan mungkin berkurang maupun bertambah selain daripada keinginan Allah sendiri.

Ibrahim: Apakah ajal (umur) yang telah dituliskan Allah dapat berkurang walau sedetik pun?,
Lelaki Asing: Tidak, semua ketentuan terkait umur telah dicatatkan Allah dalam lauh Mahfudz.

Ibrahim: Lalu sekarang mengapa engkau bersedih, bukankah semua yang terjadi atas kita sudah, sedang dan akan datang atas kehendak Allah?.
Lelaki Asing: Mendengar al-Taujîh (nasihat dialogis) dari Ibrahim bin Adham, lelaki yang tadinya bersedih akhirnya tersenyum kembali, raut mukanya kembali bersinar penuh harapan.

Pengajaran yang dapat diambil dari cerita dialogis tersebut ialah setiap kejadian yang sudah, sedang bahkan yang akan terjadi pun adalah kehendak Allah, jadi kita tidak dapat mengelak dan lari dari segala ketentuan, karena itulah Allah dalam salah satu Hadits qudsi berfirman;
من لم يرضى بقضائي ولم يشكر لعطائي فليطلب ربا سواي
Artinya:” Siapa saja yang tidak reda dengan ketentuan Ku dan tidak bersyukur terhadap pemberian Ku, maka silahkan mencari Tuhan selain diriKu”.

Jika kita perhatikan apa yang di firmankan Allah dalam Hadits tersebut, maka terdapat dua ajaran penting dan sangat mendasar untuk kita jadikan panduan hidup sebagai hamba dan makhluk ciptaan Allah SWT. Pertama ajaran reda dengan takdir Allah sekalipun apa yang kita rasakan mungkin tidak mengenakkan, tapi jika kita sadari bahwa baik yang mengenakkan ataupun tidak semua datang dari Allah karena itulah mesti disikapi dengan ikhlas. Kedua ajaran syukur, apa-apa yang dibagi Allah berupa nikmat, mestilah kita bersyukur, tanpa syukur, nikmat yang telah kita dapatkan akan hilang, paling tidak akan tidak memiliki keberkahan. Allah berfirman;
لئن شكرتم لأزيدنكم ولئن كفرتم إن عذابي لشديد
artinya:” Jika kalian bersyukur terhadap nikmat yang dianugerahkan Allah, maka akan diberikan nikmat-nikmat yang lain, tetapi jika kalian ingkar segala pemberian Allah, ingatlah bahwa azab dan siksa Allah sangat pedih”.

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA