Telah berkata al-Syaikh Syihabuddin ibn Salamah al-Qalyuby dalam kitabnya an-Nawadir menceritakan kisah seorang perempuan solihah bersuamikan seorang Munafiq.
وحكى أن امرأة كان له زوج منافق، وكانت تقول على كل شيئ من قول أو فعل:بسم الله، فقال زوجها؛ لأفعلن ما أخجلها به، فدفع إليها صرة وقال، “احفظيها”، فوضعتها في محل وغطتها، فغافلها وأخذ الصرة ورماه في بئر في داره، ثم طلبها منها، فجائت إلى محلها، وقالت “بسم الله الرحمن الرحيم” فأمر الله تعالى جبريل عليه السلام أن ينزل سريعا ويعيد الصرة إلى مكانها، فوضعت يدها لتأخذها، فوجدتها كما وضعت، فأخذتها وناولتها إلى زوجها، فتعجب من ذالك غاية التعجب، وتاب إلى الله تعالى من نفاقه.
Diceritakan bahwa seorang perempuan solihah bersuamikan lelaki munafiq, kebiasaan mengucapkan basmalah dalam segala ucapan dan perbuatan. Suaminya bersumpah dalam dirinya bahwa akan membuat isterinya malu dari apa-apa yang diucapkannya. Pada suatu hari sang suami meminta pada isterinya untuk menyimpan sebuah dompet yang berisi uang, kemudian sang suami meminta isterinya pergi ke suatu tempat.
Isterinya menyimpan dompet tersebut tanpa ada perasaan apapun, bismillahirrahmanirrahim sang isteri berucap dan dompetpun tersimpan pada tempat yang diinginkan suaminya, saat sang isteri pergi, maka suaminya mengambil dompet yang disimpan isterinya kemudian di buang kedalam sumur air yang ada di dalam rumahnya. Setelah isterinya pulang, lantas sang suami meminta untuk diambilkan dompetnya.
Sang isteri menuju ketempat penyimpanan dompet dan memasukkan tangannya, saat itulah Allah memerintahkan Malaikat Jibril mengembalikan dompet tersebut ke tempat semula dan diberikan kepada suaminya.
Alangkah terkejutnya sang suami ketika dompet yang sudah dibuang ke dalam sumur air dapat kembali ke tempat semula. Melihat kejadian yang sangat menakjubkan tersebut sang Suami munafiq bertaubat kembali kepada Allah Subahanahu Wa Ta’ala setelah menjauh dariNya.


