KHUTBAH JUMAT EDISI 4 DESEMBER 2020, KRETERIA MEMILIH PEMIMPIN DALAM ISLAM

banner post atas

بِسْمِ اللهِ وَبـِحَمْدِهِ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

اَلْحَمْدُ ِللهِ وَكَفٰى ، وَسَلاَمٌ عَلٰى عِبَادِهِ الَّذِيْنَ اصْطَفٰى. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ

اَللهُمّ صَلِّ وَسَلّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ, اَمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَ اللهِ, اُوْصِيْكُمْ وَاَيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فىِ الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

Iklan

اَللّٰهُمَّ اَصْلِحْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَفَرِّجْ عَنْ أُمَّةِ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَارْحَمْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَانْشُرْ وَاحْفَظْ نـَهْضَةَ الْوَطَنِ فِى الْعَالَمِيْنَ بِحَقِّ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Kaum muslimin jamaah jumat yang berbahagia, Rahimakumullah.

Puji dan syukur Alhamdulillah marilah kita sampaikan kehadirat Allah Robbul’izzati, pada kesempatan jumat ini kita kembali dapat melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim yaitu shalat Jumat secara berjamaah di masjid yang kita cintai ini. Shalawat dan salam marilah kita sampaikan kepada uswatun hasanah kita yaitu baginda nabi besar Muhammad SAW. Juga kepada segenap keluarga dan sahabatnya, semoga kita semua yang hadir di masjid ini, kelak di hari qiyamat mendapatkan syafaat dari beliau. Aamiin.

Menghawali khutbah singkat pada kesempatan ini, sebagaimana biasa khatib berwasiat kepada diri pribadi saya dan kepada seluruh jamaah, marilah kita bertaqwa kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa yaitu melaksanakan semua perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.

Kaum muslimin jamaah jumat yang berbahagia, Rahimakumullah.

Pada tanggal 9 Desember 2020 ini kita akan mengikuti pemilihan kepala daerah secara langsung dan dilaksanakan secara serentak sebanyak 270 daerah dengan rincian 9 provinsi, 224 kabupaten, dan 37 kota. Tentu kita berharap dalam proses pemilihan kepala daerah nanti berjalan dengan tertib, lancar, sukses dan aman walaupun masih dalam suasana pandemi.

Dalam Islam memilih pemimpin itu adalah hal yang sangat penting, karena terkait dengan segala urusan yang menyangkut hajat orang banyak. Kalau tidak ada pemimpin tentu segala program dan kebijakan tidak akan bisa terlaksana, bahkan akan menimbulkan kekacauan yang sangat membahayakan bagi stabilitas keamanan pada suatu tempat atau daerah yang ada di Negara tersebut. Tentu untuk memilih seorang pemimpin bukanlah hal yang mudah, mesti ada kreteria-kreteria yang sesuai dengan ajaran Allah dan Rasul-Nya. Jika kita sembarangan dalam memilih pemimpin, maka akan terjadi ketimpangan dan kezoliman yang merajalela dalam berbagai aspek kehidupan.

Kaum muslimin jamaah jumat yang berbahagia, Rahimakumullah.

Bila kita melihat kreteria pemimpin yang pernah di contohkan oleh Rasulullah SAW, maka seorang pemimpin mesti memenuhi 4 kreteria yang pokok yaitu;

Pertama, shiddiq. Shiddiq itu maknanya benar dan jujur. Seorang pemimpin mesti memiliki pemikiran yang benar, sikap yang benar dan mengambil keputusan secara bernar. Seorang pemimpin juga mesti bersikap jujur, tidak boleh berdusta dan membohongi rakyatnya. Apalagi sebelum terpilih menjadi pemimpin telah berjanji akan melakukan segala sesuatu, mesti ditunaikan sebanyak janji yang pernah diucapkan. Jika tidak, rakyat pasti akan kecewa dan membenci para pemimpin yang suka berdusta. Ketahuilah dalam Al Quran bahwa orang yang suka berdusta dikatagorikan sebagai manusia munafiq dan manusia munafiq itu kelak di akhirat akan berada dalam dasar neraka yang paling bawah, na’udzubillah.

BACA JUGA  Kemunculan Terorisme dan Radikalisme, serta Upaya Penanganannya

إِنَّ ٱلْمُنَٰفِقِينَ فِى ٱلدَّرْكِ ٱلْأَسْفَلِ مِنَ ٱلنَّارِ وَلَن تَجِدَ لَهُمْ نَصِيرًا

Artinya : “Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka”. (QS. Aniisa 4 : 145)

Kedua, Amanah. Amanah artinya dapat dipercaya. Seorang pemimpin mesti amanah dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya, karena untuk inilah pemimpin itu diangkat oleh rakyat. Janganlah menjadi pemimpin yang berkhianat, sebab suatu wilayah atau Negara tidak akan mungkin menjadi maju, makmur, bahagia dan sejahtera, bila seorang pemimpin telah berkhianat. Walaupun memiliki kekayaan sumber alam yang berlimpah, itu semua tidak ada artinya bagi rakyat. Pemimpin yang tidak amanah pasti akan berbuat untuk kepentingan diri dan kelompoknya dan tidak peduli walaupun rakyatnya dalam kesusahan dan penderitaan. Maka pantaslah para khatib di seluruh masjid yang ada di dunia ini ketika menutup khutbah kedua, berwasiat kepada para pemimpin khusunya agar berlaku adil dan berbuat kebaikan untuk masyarakat banyak.

إِنَّ ٱللَّهَ يَأْمُرُ بِٱلْعَدْلِ وَٱلْإِحْسَٰنِ وَإِيتَآئِ ذِى ٱلْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ ٱلْفَحْشَآءِ وَٱلْمُنكَرِ وَٱلْبَغْىِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

Artinya : Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.

Ketiga, tablig. Tablig artinya menyampaikan secara transparan segala bentuk program dan pencapaian yang diperoleh selama memimpin. Seorang pemimpin tidak boleh menutup-nutupi segala bentuk program yang telah disampaikan dalam visi dan misi sebelum diangkat menjadi pemimpin. Selama program itu untuk kebaikan bersama walaupun berat dan pahit wajib disampaikan kepada seluruh rakyat, dan wajib pula melaksanakannya sesuai planing yang telah ditetapkan dalam undang-undang. Demikian juga pencapaian-pencapaian dengan segala kelebihan dan kekurangannya, wajib disampaikan agar rakyat memahami, sehingga tidak menimbulkan sikap buruk sangka atau persepsi negatif yang dapat merusak citra seorang pemimpin.

Keempat, fathanah. Fathanah artinya cerdas, cakap dan pandai. Seorang pemimpin mesti cerdas dalam menjalankan kebijakan-kebijakan baik yang bersifat harian, mingguan, bulanan atau tahunan. Seorang pemimpin mesti cakap dalam mengatur sistem kepemerintahan yang bersih, rapi dan professional. Seorang pemimpin mesti pandai mengatur strategi untuk memajukan daerah/wilayah kekuasaaanya. Mana mungkin rakyat akan sejahtera, bila dipimpin oleh orang yang bodoh dan rendah kualitas kepemimpinannya.

BACA JUGA  Paket Buya Tau Berhasil Jaring Terduga Pelaku Penganiayaan Asal Utan

Jika keempat kreteria ini dimiliki oleh para pemimpin di negeri ini, pasti kepemimpinannya akan melahirkan kemakmuran dalam segala bidang. Negara akan kuat, mandiri, berwibawa dan disegani oleh dunia internasional. Seluruh rakyat akan menikmati segala macam sumber daya alam yang ada. Rakyatpun akan sangat mencitai para pemimpin yang berlaku adil dan tidak semena-mena. Puncaknya kelak di akhirat, Allah akan menaungi para pemimpin yang adil ditengah panasnya terik matahai di padang mahsyar.

Kita berdoa semoga pemimpin yang kita pilih nanti, adalah pemimpin yang benar-benar adil yang hanya takut kepada Allah, sayang kepada rakyat dan peduli terhadap hak-hak rakyat kecil yang tidak perdaya. Aamiin.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

KHUTBAH KEDUA

اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا. أَمَّا بَعْدُ:

فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ, اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ. وَقَالَ تَعاَلَى, إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ, وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلىٰ ىيَوْمِ الدِّيْنِ, وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ
اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَالدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ

اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ.
رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَاوَاِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ

عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ

Jakarta, 17 Rabiul Akhir 1442 H/3 Desember 2020 M

Penulis : Marolah Abu Akrom