Khutbah Jum’at Edisi 13 Maret 2026 “Menyempurnakan Puasa Dengan Zakat Fitrah”

Khutbah Jum’at Edisi 13 Maret 2026 “Menyempurnakan Puasa Dengan Zakat Fitrah”

Khutbah Jum’at Edisi 13 Maret 2026 “Menyempurnakan Puasa Dengan Zakat Fitrah”

Khotbah Jumat Pertama

 
بِسْمِ اللهِ وَبـِحَمْدِهِ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
 
اَلْحَمْدُ ِللهِ وَكَفٰى، وَسَلاَمٌ عَلٰى عِبَادِهِ الَّذِيْنَ اصْطَفٰى. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ.
 
اَللهُمّ صَلِّ وَسَلّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ, اَمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَ اللهِ، اُوْصِيْكُمْ وَاِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فىِ الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.
 
اَللّٰهُمَّ اَصْلِحْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَفَرِّجْ عَنْ أُمَّةِ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَارْحَمْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَانْشُرْ وَاحْفَظْ نـَهْضَةَ الْوَطَنِ فِى الْعَالَمِيْنَ بِحَقِّ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah

Marilah kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Ketakwaan itulah bekal terbaik dalam kehidupan ini dan juga bekal kita kelak di akhirat.

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Alhamdulillah, tidak terasa ibadah puasa Ramadan yang telah kita jalani kini telah memasuki pekan terakhir. Artinya, beberapa hari lagi bulan suci Ramadan akan segera meninggalkan kita. Sungguh nikmat rasanya menjalankan ibadah puasa, karena puasa yang kita lakukan didasari oleh iman yang menghujam dalam hati. Karena itulah, rasa lapar dan dahaga yang kita rasakan seakan berubah menjadi kenikmatan spiritual yang luar biasa.

Inilah yang sering disebut sebagai “lapar yang membawa nikmat”, karena lapar tersebut kita rasakan dalam rangka ketaatan dan ibadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, Sang Maha Pencipta, yang telah memerintahkan kita untuk menjalankan puasa dengan penuh keikhlasan selama satu bulan Ramadan.

Namun demikian, ada rasa sedih di dalam hati ketika kita menyadari bahwa Ramadan sebentar lagi akan berpisah dengan kita. Bulan yang selama sebelas bulan kita nantikan dan kita rindukan kini akan berlalu meninggalkan kita. Kehidupan ini memang terus berjalan, waktu terus berputar, dan masa akan selalu berganti.

Pertanyaan besar yang patut kita renungkan adalah:

Apakah kita masih akan dipertemukan dengan Ramadan pada tahun-tahun yang akan datang, ataukah jangan-jangan Ramadan kali ini adalah Ramadan terakhir bagi kita?

Karena itu, dengan segala kekurangan yang kita lakukan selama Ramadan, kita hanya bisa berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar semua amal ibadah kita diterima. Puasa kita, salat tarawih kita, tadarus Al-Qur’an kita, sedekah kita, serta berbagai amalan lainnya semoga diterima sebagai amal saleh di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,

Di samping kita memperbanyak doa agar amal ibadah kita diterima, ada satu kewajiban penting yang disyariatkan pada akhir Ramadan, yaitu menunaikan zakat fitrah.

Sesuai dengan namanya, zakat fitrah adalah harta yang kita keluarkan untuk mensucikan diri kita dari berbagai ucapan yang sia-sia serta kesalahan yang mungkin terjadi selama kita menjalankan ibadah puasa.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَكَاةَ الْفِطْرِ طُهْرَةً لِلصَّائِمِ مِنَ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ، وَطُعْمَةً لِلْمَسَاكِينِ.

Artinya:

“Rasulullah ﷺ mewajibkan zakat fitrah sebagai penyuci bagi orang yang berpuasa dari perkataan sia-sia dan perbuatan kotor, serta sebagai makanan bagi orang-orang miskin.”

(HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah)

Dari hadis ini kita memahami bahwa zakat fitrah memiliki dua fungsi utama.

Pertama, mensucikan dan menyempurnakan puasa kita dari kekurangan yang mungkin terjadi selama Ramadan.

Kedua, membantu fakir miskin, agar mereka juga dapat merasakan kebahagiaan pada hari raya Idul Fitri.

Inilah keindahan ajaran Islam. Allah Subhanahu wa Ta’ala selalu memberikan solusi bagi kekurangan dan kesalahan yang ada pada diri manusia. Ketika kita berbuat dosa, kita diajarkan untuk beristighfar memohon ampun kepada Allah. Demikian pula ketika kita menjalankan puasa Ramadan, kita tidak hanya diperintahkan beristighfar, tetapi juga menyempurnakannya dengan mengeluarkan zakat fitrah.

Zakat fitrah dapat diberikan dalam bentuk makanan pokok, seperti beras sekitar 2,5 kilogram atau sekitar 3 kilogram, atau dapat pula dalam bentuk uang yang senilai dengan harga makanan pokok tersebut.

Karena itu, menjelang berakhirnya Ramadan ini, marilah kita menyempurnakan ibadah kita dengan menunaikan zakat fitrah. Kita dapat menyerahkannya kepada lembaga amil zakat yang amanah seperti Badan Amil Zakat atau lembaga zakat lainnya, atau langsung memberikannya kepada fakir miskin di sekitar kita.

Dengan demikian, zakat fitrah tersebut dapat dinikmati oleh saudara-saudara kita yang membutuhkan, sehingga mereka pun dapat merasakan kebahagiaan dalam menyambut hari kemenangan, yaitu Hari Raya Idul Fitri.

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Melalui zakat fitrah, Islam mendidik kita untuk memiliki kepedulian sosial. Kita dilatih untuk senang berbagi, membantu sesama, dan merasakan penderitaan orang lain. Walaupun kita telah menahan lapar dan dahaga selama satu bulan, kita masih diminta untuk menyisihkan sebagian harta kita bagi mereka yang membutuhkan.

Tujuannya agar kita menjadi pribadi yang peduli terhadap sesama, karena di tengah masyarakat masih banyak saudara-saudara kita yang hidup dalam kekurangan, yang penghasilannya tidak mencukupi, dan kebutuhannya belum terpenuhi.

Semoga melalui ibadah zakat fitrah ini kita menjadi hamba-hamba Allah yang dermawan, peduli, dan selalu siap membantu sesama.

أقول قولي هذا، وأستغفر الله العظيم لي ولكم، فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِى اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَافِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْر الْحَكِيمِ وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ وَإِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ، وَأَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم.

Khutbah II

اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا.

أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلـمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلي وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَـهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلـمُؤْمِنَاتِ وَاْلـمُسْلِمِيْنَ وَاْلـمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآء مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلـمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلـمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلـمُوَحِّدِيْنَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلـمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلـمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ.

عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلـمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَر.

Bekasi, 22 Ramadhan 1447 H/12 Maret 2026 M

Penulis : Marolah Abu Akrom/Ust. Amrullah Hp. 087887270732 (Jurnalis media SinarLIMA/Sinar5News.com, guru BK SMP Nahdlatul Wathan Jakarta, guru BK SMP Laboratorium Jakarta dan staf pengajar Pondok Pesantren Nahdlatul Wathan Jakarta

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA