Memanggapi kekisruhan yang timbul ditengah bertambahnya korban terinfeksi covid-19 (virus corona) yang disebabkan pernyataan juru buciara pemerintah untuk penanggulangan covid-19, Ahmad yurianto. Dewan Pimpinan Pusat HIMMAH NW melalui Ketua Umum, menyampaikan rasa kecewanya.
“Seharusnya pemerintah meminimalisir pernyataan-pernyataan yang bisa menimbulkan kekisruhan ditengah kondisi bangsa kita hari ini”, ungkap ketua umum. Ini bukan kali pertama sang juru bicara membuat pernytaan yang kontroversi di depan media, tambah nya.
Dalam konfrensi persnya Ahmad Yurianto menyampaikan bahwa dalam penanganan Covid-19 semua pihak harus bergotong royong, dengan cara yang kaya melindungi yang miskin agar hidup wajar dan yang miskin melindungi yang kaya agar tidak menularkan penyakitnya.

” Kami dari HIMMAH NW tentu merasa kecewa dengan kualitas komunikasi publik yang ditunjukkan pak Yurianto selaku juru bicara”, ucap Ketua Umum. Lebih lanjut Ketum Alimudin Safir menyampaikan “dalam situasi sulit seperti hari ini Negara harus hadir untuk semua Rakyatnya, negara tidak boleh menggunakan diksi-diksi yang cendrung diskriminatif dalam komunikasi publiknya, karena status sosial bukan menjadi penyebab seseorang Terpapar Covid-19 tetapi riwayat perjalanan dan dengan siapa dia kontak fisik” ungkap nya.
Dalam kesempatan itu juga DPP HIMMAH NW meminta supaya pemerintah pusat melalui Presiden Joko Widodo, melakukan evaluasi terhadap kinerja tim penanggulangan Covid-19, termasuk kualitas komunikasi juru bicaranya.



