Kepala UPT Peternakan Kecamatan Sikur, Sosialisasi Program Lotim Berkembang dan Disambut Antusias Peternak Sapi.

Kepala UPT Peternakan Kecamatan Sikur, Sosialisasi Program Lotim Berkembang dan Disambut Antusias Peternak Sapi.

Sinar5news.Com – Lombok Timur – Kepala Unit Pelayanan Tekhnis (UPT) Peternakan Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) Baiq Kusumastuti,S.Sos melakukan sosialisasi Program Lotim Berkembang (Berantas Rentenir Melalui Kredit Tanpa Bunga)  dengan membentuk kelompok peternak sapi yang permodalannya dari KUR (Kredit Usaha Rakyat). Bertempat di Dusun Montong Atas Desa Montong Baan Kecamatan Sikur. Kamis (16/09/2021)

Foto : Sosialisasi Program Lotim Berkembang.

Menurut Kusumastuti Program Lotim Berkembang merupakan program Pemda Lombok Timur, dalam upaya melepas masyarakat peternak dari jeratan rentenir yang pada akhirnya akan memberikan keuntungan yang banyak kepada para peternak sapi di daerah kita ini.

Program Lotim Berkembang sangat menguntungkan bagi masyarakat peternak, karena keuntungan dari hasil penggemukan sapi yang dipelihara oleh peternak 100% untuk peternak itu sendiri, dengan diberikan modal awal Rp.15 juta perorang, serta sapi yang dipelihara oleh peternak masuk dalam program Asuransi Jasindo yang menjamin keamanan sapi tersebut.

“Setiap peternak akan mendapatkan pinjaman dari KUR sebesar 15 juta dalam jangka waktu 1 tahun, untuk membeli sapi pejantan dan bukan sapi betina, dan setiap sapi yang dipelihara oleh peternak masuk dalam asuransi Jasindo. Dimana jika sapi itu mati karena sakit, maka peternak dapat ganti rugi 15 juta dari Jasindo. Jika sapi itu hilang karena kecurian setelah dilakukan penyelidikan oleh pihak kepolisian dan dinyatakan benar-benar kecurian, peternak akan dapat ganti rugi 75% atau Rp.12,5 juta,” terang Baiq Tutik.

Ia juga menambahkan pada program tersebut, bukan tidak ada bunga Bank, tetapi bunga bank dan uang jaminan asuransi ditanggung Pemerintah Daerah, dan Pemda memberikan keleluasaan bagi peternak dengan memelihara sapi pada kandang masing-masing peternak, bukan harus dalam kandang kolektif.

BACA JUGA  Korem 174 Merauke Beserta Jajarannya Bagikan Ribuan Masker Gratis dan Sosialisasi Prokes Covid-19 Kepada Masyarakat
BACA JUGA  Sekda Lotim,Luncurkan Laman“tanggapcovid.id”Mengedukasi Warga Hadapi Covid-19.

Program Lotim berkembang dapat diakses oleh peternak lotim dengan membentuk kelompok ternak sapi yang beranggotakan 10 orang dengan persyaratan yang tidak terlalu sulit.

“Persyaratan untuk masuk dalam program Lotim Berkembang diantaranya Foto Copy KTP,KK Suami Istri, Foto Copy Buku Nikah, kalau tidak ada buku nikah, harus ada keterangan Nikah dari Desa, Fas Foto 4×6 dua lembar serta tidak punya kaitan dalam urusan kredit di perbankan, lalu diserahkan dalam bentuk proposal,”ungkapnya.

Sementara itu Supriadi peserta sosialisasi yang mengaku sudah puluhan tahun menjadi peternak sapi, sangat menyambut baik program pemda Lombok Timur ini, karena menurutnya selama ini masyarakat peternak banyak yang tidak punya modal untuk membeli sapi, sehingga terpaksa memelihara sapi milik orang lain yang disebut Ngadas, dengan pola bagi hasil sama setengah dari keuntungan.

“Kami sangat senang mendengar adanya program Lotim Berkembang ini, setelah tadi ada penjelasan dari ibuk UPT.karena selama ini kami terkendala pada modal untuk beli sapi, seperti saya ini sudah puluhan tahun jadi peternak dan tetap kami pelihara sapi milik orang lain dan hasilnya nanti kami bagi dua,”katanya.

Supriadi yang juga sebagai Ketua RT di dusun Montong Atas itu, berharap kelompoknya dapat terakomodir dan diterima dalam program Lotim Berkembang, karena dari kelompoknya yang beranggotakan 10 orang itu, sudah lengkap persyaratannya dan semuanya tidak punya kaitan dengan kredit diperbankkan.

“Mudah-mudahan kelompok kami yang namanya Kelompok Ternak Sapi Barokah ini, dapat diterima menjadi peserta Lotim Bekembang. Dan semua anggota kami ini adalah peternak sapi yang sudah puluhan  tahun menjadi peternak sapi,”pungkasnya.(Bul).    

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA