Kemenag Lotim NTB, Menggali Pola Da’wah Berbasis Kearifan Lokal.

banner post atas

Sinar5news.com – Selong – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lombok Timur H.Azharuddin,S.Ag mengatakan pihaknya akan beruapaya untuk membangkitkan kembali kearifan local kita dalam bidang Da’wah sebagai mana yang dilakukan pada masa lalu.

“Kearifan local ini sengaja kita mau gali lagi supaya bisa memberikan kontribusi kepada masyarakat kita yang sudah tua yang tidak bisa mengerti dengan bahasa-bahasa kren yang disampaikan oleh para Tuan Guru kita,” Ungkap H.Azharuddin

Ia melihat gramatika bahasa yang disampaikan oleh Tuan Guru kita  terlalu tinggi sehingga tidak mampu dicerna oleh masyarakat kita yang sudah tua-tua sehingga kearifan local dalam berda’wah didaerah kita ini perlu untuk kita bangkitkan kembali.

Iklan

“Seperti pembacaan hikayat-hikayat itu perlu kita angkat kembali bahkan tahun depan kita akan melombakan pembacakan hikayat itu nanti dikantor dalam rangka hari Amal Bakti Departemen Agama, supaya itu hidup kembali,sehingga tidak matilah kearifan-kearifan local itu,” paparnya.

Azharuddin juga menyampaikan meskipun bentuk da’wah kearifan lokal kita masih dalam syair atau tembang-tembang (lelakak-red) itu tidak menjadi masalah karena kita akan mengambil sisi baik dari apa yang dipesankan dalam syair atau tembang-tembang tesebut.

Bentuk da’wah lain juga yang akan digali oleh Kemenag Lombok Timur adalah mencoba kembali untuk memperbanyak pengajian seperti pengajian perukunan dalam bahasa daerah dan lainnya.

“Saya contohkan dulu kan bentuk da’wah kita sederhana seperti –Soal ditanya orang kita jawab bahwa – inikan sederhana tapi cepat dipahami oleh masyarakat kita,” Imbuhnya.

Kemenag Lombok Timur juga menambahkan bentuk penyampaian pengajian saat ini terlalu tinggi gramatika bahasanya sehingga sulit dipahami oleh masyarakat kita yang sudah tua-tua.

“Kan saat ini gaya penyampaian Da’I kita kalau dalam bahasa agama adalah Balaghoh, Bayan dan Mantek, masyarakat kita tidak mengerti.Maka kearifan local yang dulu kita angkat untuk memberikan penerangan kepada masyarakat yang tua-tua yang tidak mampu mencerna atau memahami isi pengajian tersebut. Itulah yang kita bangkitkan kembali lewat kearifan lokal ini,” Pungkas H.Izharuddin. (Bul) 

BACA JUGA  Bencana Angin Putting Beliung dan Hujan Es, Rusak 30 Unit Rumah di Sikur dan Montong Gading.