Kemarau Panjang Meresahkan Warga Lotim

banner post atas

Sinar5news.com  Labuan Haji – Sekitar enam bulan lamanya masyrakat Lombok Timur (Lotim) dilanda kemarau. Air sumur sudah mulai mengering dan tanaman sudah pada layu bahkan mati karena kekeringan.

Dari beberapa bulan yang lalu Hujan tidak pernah turun, sehingga berakibat kepada keringnya air sungai yang menjadi sember air utama petani masyarakat Lombok Timur.

Iklan

Dari informasi beberapa masyrakat yang ada disekitar Lombok Timur tepatnya di Desa Labuan Haji, hujan tidak pernah turun dari sejak bulan Juni Sampai sekarang (12/11/19). Terang fitriani warga labuan haji.

Dampak dari kekeringan tersebut sangat meresahkan para petani disekitar Desa Labuhan Haji. Hal ini kerena air adalah sember utama untuk menghidupkan pertanian.

Bukan saja petani, masyrakat yang lain pun merasakan betapa sulitnya mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari seperti minum, mandi, mencuci dan lain sebagainya dari berbagai kebutuhan sehari-harinya. ” Mandi, mencuci kadang-kadang numpang dan terkadang di sungai.” Jelas Mariani warga yang tinggal di Dasan Esot Desa Labuan Haji Lotim.

“Bahwa sebenarnya hujan sudah mulai turun di Lombok akan tetapi belum merata. Utamanya di Desa Labuan Haji bisa dikatakan hujan sama sekali belum turun.” terang Muslihati Warga Desa Labuan Haji.

Harapan warga setempat, Mudahan Allah yang maha kuasa segera murunkan hujan buat kami. (fathi).

BACA JUGA  Kapolri Resmikan Ponpes di Banten