Suasana di ruang kelas SD Islam Nahdlatul Wathan Jakarta terlihat riuh ketika petugas medis berseragam terlihat memasuki area sekolah. Respons para siswa pun aneka rupa, ada yang biasa saja ada pula yang menangis histeris.
Para petugas medis itu merupakan petugas kesehatan dari Puskesmas Cakung yang akan memberikan imunisasi kepada siswa kelas 1, 2, 5 dan 6 dari SD Islam Nahdlatul Wathan Jakarta. Mereka mendapat imunisasi campak (booster/ulangan) dan Difteri Tetanus (DT) oleh Puskesmas Cakung. Program imunisasi ini dalam rangka Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS).

Pemberian imunisasi untuk siswa SD perlu dilakukan karena sejak anak memasuki usia sekolah dasar terjadi penurunan tingkat kekebalan. Oleh sebab itu, pemerintah menyelenggarakan imunisasi ulangan pada anak usia SD atau sederajat.
Imunisasi adalah pemberian vaksin (virus yang dilemahkan) ke dalam tubuh seseorang untuk memberikan kekebalan terhadap penyakit tertentu. Ini diberikan mulai dari lahir sampai awal masa kanak-kanak. Imunisasi yang telah diperoleh pada waktu bayi belum cukup untuk melindungi diri dari aneka penyakit maka imunisasi ulangan perlu diberikan kembali sampai usia anak sekolah.

Program BIAS untuk memberi-kan perlindungan kepada anak-anak usia SD terhadap penyakit campak, difteri dan tetanus. Karena itu para guru dan orangtua perlu memberikan dukungan jika anaknya mendapat imunisasi di sekolah oleh petugas Puskesmas setempat.
Imunisasi DT diberikan untuk murid kelas Kelas 1 , Kelas 2 Imunisasi TD, Kelas 5 khusus yang laki laki Imunisasi TD, Yg perempuan Imunisasi TD dan HPV dan Kelas 6 khusus perempuan Imunisasi HPV. Petugas kesehatan yang diturunkan yakni seorang dokter, seorang perawat, seorang bidan, dan seorang tenaga kesehatan lain.




