Cakung, 2 Februari 2025 – Hari Minggu menjadi momen yang sangat istimewa bagi keluarga besar Majelis Taklim Al Abror. Salah satu pengurusnya, Ibu Tomo, menikahkan putra tercintanya, Bang Adit, dengan perempuan pujaan hatinya, Mbak Rere. Kebahagiaan tidak hanya dirasakan oleh keluarga kedua mempelai, tetapi juga oleh pengurus dan anggota Majelis Taklim Al Abror yang turut hadir dalam acara tersebut.
Pernikahan ini berlangsung dengan khidmat dan lancar, dihadiri oleh keluarga besar dari kedua mempelai, para sahabat, tetangga, serta jamaah Majelis Taklim Al Abror. Suasana penuh haru dan kebersamaan terasa begitu kuat di acara ini.
Sebelum akad nikah dimulai, acara diawali dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan oleh Ustaz Subkhi, Pimpinan Majelis Taklim Al Abror Jakarta. Suara merdu dari Ustaz Subkhi membuat suasana semakin sakral dan menambah keberkahan dalam pernikahan ini.

Setelah pembacaan ayat suci Al-Qur’an, Ustaz Syaroji, yang bertindak sebagai penghulu dari KUA Kecamatan Cakung, memberikan wejangan berharga kepada kedua mempelai dan para tamu yang hadir. Dalam nasihatnya, beliau menekankan hal penting dalam membangun rumah tangga yang harmonis yaitu :
1. Jangan melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Rumah tangga sejatinya menjadi tempat yang penuh dengan kasih sayang dan ketenangan. Kekerasan, baik fisik maupun verbal, dapat merusak keharmonisan keluarga. Suami dan istri harus saling menghormati dan menjaga satu sama lain dengan penuh kasih.
2. Jangan pelit kepada istri. Seorang suami memiliki kewajiban untuk menafkahi istri dengan baik. Rezeki yang diberikan kepada istri bukan hanya bentuk tanggung jawab, tetapi juga menjadi sumber keberkahan dalam kehidupan rumah tangga. Dengan memberikan nafkah secara cukup dan ikhlas, hubungan suami istri akan semakin harmonis dan penuh keberkahan.
3. Jangan tinggalkan shalat. Shalat adalah tiang agama dan pondasi utama dalam kehidupan rumah tangga. Pasangan suami istri yang selalu menjaga shalat akan memiliki kehidupan yang lebih damai, tenteram, dan penuh keberkahan. Shalat juga menjadi sarana untuk memohon petunjuk dan kekuatan dalam menghadapi segala tantangan dalam rumah tangga.
Wejangan tersebut disampaikan dengan penuh kehangatan dan humor sehingga mendapat sambutan baik dari para hadirin. Sambil tersenyum dan ada juga yang tertawa mendengar wejangan tersebut, mengingat pesan-pesan ini disampaikan dengan humor serta sangat relevan dalam kehidupan rumah tangga.
Setelah wejangan disampaikan, prosesi akad nikah pun dimulai. Dengan penuh keharuan, Bang Adit mengucapkan ijab kabul dengan lancar, menandakan bahwa ia resmi menjadi suami dari Mbak Rere. Momen sakral ini disambut dengan ucapan syukur dan doa dari tamu yang hadir.
Selesai akad nikah, acara dilanjutkan dengan prosesi sungkeman, sebuah tradisi adat Jawa yang menjadi simbol penghormatan dan permohonan doa restu kepada orang tua serta keluarga yang dituakan. Dengan penuh keharuan, Bang Adit dan Mbak Rere bersimpuh di hadapan orang tua mereka, memohon doa agar rumah tangga yang baru mereka bangun selalu dilimpahi keberkahan dan kebahagiaan.
Setelah prosesi akad dan sungkeman selesai, acara dilanjutkan dengan resepsi yang berlangsung meriah. Para tamu disambut dengan ramah oleh keluarga kedua mempelai, menikmati hidangan yang telah disediakan, serta berbincang penuh keakraban.
Kehadiran keluarga, sahabat, tetangga, dan jamaah Majelis Taklim Al Abror semakin menambah kebahagiaan dalam pernikahan ini. Mengalir do’a untuk Bang Adit dan Mbak Rere supaya mendapatkan kehidupan rumah tangga sakinah mawadah dan rahmah.
Usai acara resepsi, para hadirin tidak melewatkan kesempatan untuk mengabadikan momen bahagia ini. Dengan penuh antusias, keluarga, sahabat, dan jamaah Majelis Taklim Al Abror bergantian berfoto bersama kedua mempelai di pelaminan. Senyum kebahagiaan terpancar dari wajah Bang Adit dan Mbak Rere yang terlihat indah dalam balutan busana pengantin mereka.

Para tamu yang hadir turut merasakan kebahagiaan dan kehangatan dalam acara tersebut. Momen berfoto bersama ini menjadi kenang-kenangan indah yang akan selalu diingat oleh keluarga dan para sahabat yang hadir.
Keluarga besar Majelis Taklim Al Abror turut bersyukur atas pernikahan ini, serta mendoakan agar Bang Adit dan Mbak Rere dapat menjalani kehidupan rumah tangga dengan sakinah, mawadah warahmah.
“Semoga pernikahan ini menjadi awal dari kehidupan yang penuh keberkahan. Semoga Bang Adit dan Mbak Rere selalu diberikan kebahagiaan, rezeki yang melimpah, serta keturunan yang saleh dan salehah,” Do’a Ust. Sugi salah satu pengajar di Majelis Taklim Al Abror.
Selamat menempuh hidup baru, Bang Adit dan Mbak Rere!



