Kasus Covid-19 Meningkat, Pemprov DKI Jakarta Kembali Berlakukan PSBB

banner post atas

Sinar5news.com – Jakarta – Kasus Covid-19 yang terjadi di Indonesia terus bertambah setiap harinya, hingga kini angka kasus Penyebaran Virus Corona sudah tembus mencapai 218.382 jiwa.

Kasus terbanyak terjadi diwilayah DKI Jakarta dengan total mencapai 54.220 jiwa diantaranya sebanyak 40.751 dinyatakan sembuh dan 1.391 dinyatakan meninggal dunia.

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta sudah melakukan berbagai upaya untuk menghentikkan penyebaran virus corona. Salah satunya adalah pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Iklan

Dalam hal ini, Provinsi DKI Jakarta kembali melakukan Pengetatan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) selama dua pekan mulai 14 hingga 25 September 2020.

Pernyataan ini disampaikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat konferensi pers di Balai Kota, Jakarta Pusat yang disiarkan melalui Youtube Pemprov DKI, Minggu (13/9/2020).

Menurut Anies, alasan penerapan PSBB total kembali karena adanya peningkatan kasus positif Covid-19 selama 12 hari pertama di bulan September.

“Kami merasa perlu untuk melakukan pengetatan agar pergerakan pertambahan kasus di Jakarta bisa terkendali,” ujar Anies.

 

Penerapan PSBB tersebut berkaitan pada Pergub Nomor 88 tahun 2020 terkait perubahan Pergub Nomor 33 tahun 2020 tentang PSBB. Pergub Nomor 88 tahun 2020 diterbitkan tanggal 13 September 2020.

Anies berharap PSBB kali ini dapat meminimalisir angka kasus Penyebaran Virus Corona di Ibu Kota.

“Kalau tidak bisa dikendalikan, dampak ekonomi, sosial budaya akan sangat besar,” ungkap Anies.

Pada intinya, penerapan PSBB pengetatan masih sama dengan PSBB sebelumnya yang berlaku mulai 10 April hingga 4 Juni 2020. Bedanya kali ini yaitu segala kegiatan akan dibatasi

BACA JUGA  Terpilih Menjadi Ketua Pemuda NW Lobar, Ramli Siap Melanjutkan Perjuangan