Kapal Pesiar Malaysia Tenggelam di Bima

banner post atas

sinar5news.com   Mataram – Peristiwa nahas menimpa sejumlah wisatawan asing Sabtu, 23 November 2019 lalu. Kapal pesiar berbendara Malaysia yang mereka tumpangi tenggelam di sekitar Pulau Sangiang, Kecamatan Wera Kabupaten Bima. Beruntung semua penumpan dan crew kapal berhasil selamat.

Kapal pesiar dengan nama lambung SY Asia 1 itu memuat empat WNA dari sejumlah negara. Kapal itu tenggelam di sekitar 40 mil Utara Pulau Sangiang Kabupaten Bima, diduga setelah menabrak karang. SY Asia 1 dinakhodai Paul Andre Johnson, tenggelam setelah menabrak benda terapung di laut.

Kejadian itu dibenarkan juru bicara Kantor SAR Mataram, I Gusti Lanang Wisnuwandhana dikonfirmasi Minggu sore. Kronologi yang diperolehnya, kapal berangkat dari Bandar Sorong Papua pada 13 November 2019 lalu, hendak menuju Langkawi Malaysia.

Iklan

Ada empat WNA di dalam kapal diketahui identitasnya Paul Andre Johnson asal Britania Raya, Richard Anthony Skelding asal negara yang sama, Goh Chiang Ying asal Malaysia dan Joseph Michael

Dari informasi diperolehnya, kejadian sekitar Pukul 09.00 Wita. Informasi awalnya diterima petugas SAR Pol Airud Bima dan Pos AL Bima yang dilaporkan dari BBC. “Atas laporan itu tim Sar Pol Airud Bima dan Pos AL Bima meluncur ke TKP,” sebutnya.

Tim gabungan mendapati kejadian kapal tenggelam sesuai titik koordinat yang dilaporkan. Tim langsung melakukan evakuasi dengan peralatan penyelamatan. Mereka dievakuasi menggunakan speed boat menepi ke pesisir.

Respon cepat ditunjukkan tim Polres Bima. Setelah speed boat merapat, empat WNA dijemput personel Pol Airud Bima yang lain, termasuk oleh tim Pos Polisi Pelabuhan Bima dan Pos TNI AL Bima.

Korban dievakuasi ke kantor Otoritas Pelabuhan Bima atau Sahbandar Kota Bima. Setelah proses evakuasi, empat WNA awak kapal tersebut diperiksa di Kantor Imigrasi Kelas II Bima. Saat ini kejadian itu masih dalam proses penyelidikan. Khusus rute yang dilalui, dipastikan legal karena memang akses untuk jalur wisata di laut. (ars)

BACA JUGA  Kabinet Gotong Rorong BEM Universitas Hamzanwadi Siap Beraksi