Kabar Bagus : 21 Orang PDP Sehat, 14 Diantaranya Tenaga Kesehatan.

banner post atas

Sinar5news.com – Selong – Juru Bicara Tim Gugus Tugas Covid-19 lombok
Timur Nusa Tenggara Barat(NTB) Dr.Pathurrahman,M.Kes menyampaikan bahwa
untuk hari ini ada satu pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh dan dipulangkan
atas nama ZS(10) warga Kecamatan Aikmel Klaster Jakarta. Dan 1 orang Pasien
Dalam Pengawasan(PDP) dinyatakan sembuh atas nama BBP(4 bulan) Perempuan
warga Kecamatan Sikur.

Hal itu disampaikan melalui Vicom. Sabtu (09/05/2020).
Sedangkan PDP yang dipulangkan dari RSUD Lombok Timur di Labuhan Haji
untuk hari ini sebanyak 21 orang karena setelah dilakukan Tes Swab hasilnya
negative. Ke 21 orang tersebut terdiri dari 14 orang tenaga Kesehatan (Nakes) dan
7 orang anggota keluarga dari Nakes tersebut.


Menurut Pimpinan RSUD Lombok Timur dr.Syarif Hidayatullah kepada wartawan
mengatakan ke 14 orang tenaga kesehatan itu berasal dari Puskesmas Suela 1
orang, Puskesmas Kotaraja 6 orang dan Puskesmas Rarang 7 orang. Sedangkan
yang 7 orang tersebut keluarga dari beberapa Nakes.

Iklan

Syarif Hidayatullah juga menambahkan pasilitas yang tersedia di Rumah Sakit
Umum Daerah Lombok Timur di Labuhan Haji Cukup memadai karena sudah
dolengkapi dengan ruangan isolasi negative.

 

“Jadi untuk antisipasi kedepan kami siap menerima pasien Covid-19 baik umum
maupun tenaga kesehatan karena kami sudah memiliki ruangan isolasi bertekanan
negative. Sedangkan untuk kapasitas penampungan pasien,kami punya 2 bangsal
yang sudah kami siapkan diantaranya 1 bangsal berisi 22 dan 1 bangsal lagi
berkapasitas 24,” Ungkap dr.Syarif.

Sementara itu salah seorang Tenaga Kesehatan yang sudah dinyatakan sembuh dari
PDP dan dipulangkan. Berharap kepada Media untuk menginformasikan kepada
masyarakat untuk tidak memponis orang yang dinyatakan reaktif menjadi positif
Corona, karena hasil rapid tes yang reaktif atau positif itu bukan berarti
terkonfirmasi positif Covid-19.

BACA JUGA  Joe Biden Resmi Duduki Bangku Presiden As Ke - 46

“Kita minta kepada teman-teman media untuk menginformasikan kepada
masyarakat bahwa orang yang reaktif hasil Rapid Tesnya bukan berarti positif, ini
perlu disampaikan supaya jangan sampai ada pemahaman dimasyarakat orang yang
reaktif dikatakan positif. Kalau itu terjadi bisa saja nanti masyarakat tidak berani
bertemu dengan kami-kami ini,” Katanya.

(Bul)