Jelang Kesiapan Pembelajaran Secara Tatap Muka, Sebanyak 1.386 Guru di Magelang Divaksin

Jelang Kesiapan Pembelajaran Secara Tatap Muka, Sebanyak 1.386 Guru di Magelang Divaksin

Sinar5news.com – Magelang – Pandemi Covid-19 tentu sudah terbilang melekat disetiap negara hingga saat ini. Para masyarakat dan berbagai instansi lainnya pun pasti sudah sangat jenuh dengan pandemi Covid-19 yang secara terus menerus menghantui kehidupan sehari-harinya.

Untuk itu Pemerintah Pusat terus berupaya melakukan berbagai hal guna menghentikkan pandemi ini, salah satunya ialah dengan memberikan vaksin kepada seluruh orang untuk menghindari terinfeksi dari virus tersebut.

Di Magelang, baru-baru ini telah dilakukan Vaksinasi Covid-19 terhadap tenaga pengajar atau guru jelang kesiapan Kegiatan Pembelajaran secara tatap muka. Diketahui sebanyak 1.386 guru menjalani vaksinasi Covid-19. Mereka terdiri dari guru jenjang TK,SD, dan SMP.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Magelang Agus Sujito mengatakan, dari jumlah itu sebanyak 90 persen sudah menjalani vaksinasi dosis pertama. Dalam sistem Vaksinasi ini, yakni terhadap para dewan guru itu dilakukan secara bertahap dan dilaksanakan di fasilitas kesehatan (faskes) terdekat dengan sekolah masing-masing.

Agus mengatakan bahwa ia akan memastikan semua guru di Kota Magelang akan menerima vaksin tersebut, karena dengan adanya sistem Vaksinasi tersebut dapat memberikan kelancaran bagi rencana kesiapan pembelajaran secara tatap muka. Hal tersebut beriringan dengan ujian sekolah (US) dan ujian praktik kelulusan di jenjang SMP sederajat.

Selain dilakukannya vaksinasi terhadap tenaga pengajar, syarat untuk pemberlakukan pembelajaran tatap muka (PTM) juga harus menyertakan izin dan persetujuan dari pihak Pemerintah maupun Satgas Covid-19 Kota Magelang.

Menurut agus sendiri, peluang untuk rencana Pembelajaran Tatap Muka cukup besar karena melihat perkembangan kasus Covid-19 saat ini yang kian dominan sangat minim angka kasusnya.

BACA JUGA  Pemda Lotim Siapkan 76 Desa Ikuti Lomba Kampung Sehat,Nurut Tatanan Baru.

Untuk PTM tersebut tetap harus adanya sistem Protokol Kesehatan yang ketat dari pihak sekolah. Kemudian membatasi para murid dengan rata-rata maksimal 30 hingga 50 oersen tiap kelasnya.

BACA JUGA  Rasulullah Pingsan Dan Menangis Mendengar Jibril Mengisahkan Tentang Neraka

“Contohnya menyediakan tempat cuci tangan, pengecekan suhu, mengenakan masker dan memastikan setiap siswa untuk menjaga jarak satu sama lain.” ujarnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Magelang yakni dr. Majid Rohmawanto menjelaskan bahwa tenaga pengajar merupakan suatu yang harus diprioritaskan untuk sasaran yang tepat setelah tim tenaga kesehatan, pelayanan publik dan pedagang pasar serta para lansia.

Dalam proses vaksinasi diprediksi akan tuntas pada tahun ajaran mendatang yakni sekitar bulan juni hinga juli.

Dalam Surat Edaran (SE) yang ditandatangani langsung oleh Wali Kota Magelang Muchamad Nur Aziz yakni menjelaskan bahwa untuk KBM jenjang SD/MI dan PAUD masih harus menjalaninya secara Daring. Sedangkan untuk jenjang perguruan tinggi/akademi akan dilakukan sistem uji coba PTM secara bertahap.

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA