Jakarta Memanas, Ratusan Mahasiswa Lakukan Aksi Tolak RUU Ciptaker

Jakarta Memanas, Ratusan Mahasiswa Lakukan Aksi Tolak RUU Ciptaker

Sinar5news.com – Jakarta – Beberapa hari yang lalu, Dewan Perwakilan Rakyat RI meresmikan RUU Hak Cipta Kerja usai jalani sidang paripurna bersama beberapa para tokoh dari masing-masing partai Politik.

Terketuknya Palu tersebut menuai konflik dari berbagai kalangan terutama bagi para buruh dan para pekerja lainnya. Bahkan para Mahasiswa pun ikut serta dalam aksi penolakan RUU Ciptaker ini, berbagai aliansi dari beberapa institut bersatu padu memenuhi jalanan diiringi dengan gema suara untuk menolak Omnibus Law.

Dalam aksi ini ,Ribuan aparat gabungan seperti TNI,Polri, dan satpol PP terjun langsung untuk mengamankan demo tolak undang – undang Omnibus Law Cipta Kerja di Wilayah DKI Jakarta (8/10).

Aksi massa yang diikuti kelompok buruh, mahasiswa, dan masyarakat lainnya bakal memusatkan aksi di depan Istana Negara, Jakarta. Mereka ingin mendesak Presiden Joko Widodo membatalkan UU Cipta Kerja.

Aksi yang berlangsung ditengah pandemi Covid-19 ini tentu sangat mengkhawatirkan. Terlebih lagi saat ini Provinsi DKI Jakarta masih dalam masa Pembatasan Sosial Berskala Besar.

Kombes Yusri selaku Kabid Humas Polda Metro Jaya menegaskan bahwa ia telah menerjunkan personelnya sebanyak 9.346 untuk mengawal aksi demo agar berjalan secara kondusif.

 

“9.346 personel kita turunkan di DKI Jakarta,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, Rabu (7/10).

Melansir melalui laman resmi CNN, Yusri menyatakan pihaknya bisa kembali menambah pasukan jika memang dibutuhkan untuk memastikan situasi keamanan tetap kondusif.

Selain menyiagakan personel, kata Yusri, pihaknya juga tetap mengimbau masyarakat tak menggelar demo lantaran DKI Jakarta masih menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dalam mencegah penyebaran virus corona (Covid-19).

“Kita harap teman-teman semua tidak melakukan kegiatan, berkumpul-kumpul di masa PSBB,” ujarnya.

Perlu diketahui, sejak demo yang berlangsung kemarin aparat kepolisian menangkap sekitar 200 orang yang hendak menggelar demo di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (7/10). Polisi menuding ratusan orang tersebut dari kelompok anarkis.

Ratusan orang yang diamankan itu berasal dari berbagai wilayah, antara lain di Jakarta Barat dan Jakarta Pusat. Dari hasil pemeriksaan, mereka mendapat informasi ajakan untuk berdemo dari media sosial.

Sementara itu, Sebanyak 90 dari 200 orang tersebut pun menjalani rapid test untuk memeriksa apakah mereka terpapar virus corona atau tidak. Hasilnya, 12 orang terindikasi terpapar Covid -19 dan selanjutnya dibawa ke Polda Metro untuk menjalani tes usap atau swab test.

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA