Sinar5news.Com – Lombok Timur -. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Timur, Iwan Setiawan kepada wartawan mengatakan memasuki Musim Kemarau Tahun 2021 ini, pihaknya sudah siap untuk mengantisipasi dan menghadapi darurat kekeringan, meskipun belum masuk pada tahap tanggap darurat.
“Status sekarang ini, masih siaga darurat, belum masuk status tanggap darurat kekeringan,terutama diwilayah Kecamatan Jerowaru,”ungkap Iwan di Kantor Bupati. Kamis (08/07/2021).
Iwan Setiawan menambahkan, sampai saat ini Pemkab Lombok Timur belum mengeluarkan SK(Surat Keputusan) tanggap darurat kekeringan seperti tahun sebelumnnya, sehingga tentunya pihaknya masih menunggu, karena kalau SK tanggap darurat keluar maka bekerja dengan anggaran.
Karena semua armada atau mobil tangki yang ada di beberapa OPD akan ditarik untuk digunakan mensuplai air bersih kepada masyarakat yang kemudian akan diatur pendistribusian air ke wilayah yang mengalami kekeringan dan kekurangan air.
“Laporan yang masuk, kami lakukan asesment dan verifikasi nantinya, sedangkan wilayah lain yang belum melaporkan, agar camatnya segera melapor untuk ditindaklanjuti,” ujarnya seraya menegaskan pihaknya tetap melakukan penyuplaian air bersih ke masyarakat yang mengalami kekeringan
Iwan menambahkan sementara untuk data tahun 2020 lalu, jumlah kecamatan yang mengalami kekeringan mencapai 15 kecamatan, 98 desa dan 200 jiwa, sedangkan untuk tahun 2021 ini belum diketahui secara persisnya, karena hanya baru satu kecamatan yang melaporkan.
Kemudian kalau mengacu dari WHO, masyarakat pedesaan membutuhkan air baku sebanyak 60 liter perorang perhari, sedangkan masyarakat perkotaan sebanyak 70 liter perorang perhari.
Maka untuk perharinya dibutuhkan perharinya ada sekitar 1,5 juta liter air dibutuhkan. “Untuk anggaran penyuplaian air dibutuhkan minimal sebesar Rp 2 Milyar,” pungkas Iwan. (Bul).



