Irzani Kecam Keras Sikap Oknum Pimpinan DPRD Main-main soal Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid

banner post atas

Sinar5news.com – Mataram, – Polemik pergantian nama Bandara Internasional Lombok, menjadi Bandara Internasional Zainudin Abdul Majid pahlawan Nasional asal Nusa Tenggara Barat, masih terus bergulir.

Ditengah, proses perubahan penamaan sesuai SK Kemenhub 1421 tahun 2018 justru Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, melakukan manuver melawan arus atas terbitnya SK Kemenhub dan keinginan sebagian besar rakyat di NTB.

“Kami hanya menanyakan bagaimana tentang rekomendasi DPRD sesuai permohonan Gubernur dan Menteri Perhubungan, persolan eksekusi itu memang bukan urusan DPR, jadi jangan dibolak balik,” ujar Irzani Sekertaris Umum PWNW NTB, dalam hearing di gedung DPRD NTB Rabu pagi.

Iklan

Meski hearing massa dari Aliansi Pembala Pahlawan dan Negara tak diterima satu pun anggota dewan apalagi pimpinan DPRD, karena seluruhnya tengah melakukan kunjungan kerja ke luar daerah, kita ini akan mengawal seluruh proses sampai terbitnya rekomendasi.

Apalagi infonya, pada hari Jumat depan akan ada sidang paripurna yang diperkirakan akan membahas dan memutuskan status penamaan bandara apakah diganti atau tidak.

Peserta hearing, mencium ada gelagat tidak baik dari oknum anggota dewan, termasuk oknum pimpinan dewan, karena hanya melibatkan satu pihak saja dalam membuat rujukan penerbitan rekomendasi.

“Kami memantau terus seluruh proses, dan jangan permainkan kami. Pimpinan dewan kok hanya melayani yang datang gondrong-gondrong, sementara para Tokoh, para tuan guru dan para pemuda, mahasiswa yang datang baik-baik kok tidak ada yang menerima,” padahal pimpinan DPRD itu ada 4 orang dan satupun hari ini tidak ada dikantor imbuh irzani.

Tak kalah tegasnya, Kordinator umum Budi Satriady, yang tergabung dalam aliansi juga meminta Bu Isvie untuk tidak bermain-main dalam persoalan ini.

Sebelumnya unsur pimpinan dewan NTB, melalui ketua DPRD mengirim surat permintaan Hearing/dengar pendapat dengan Menteri perhubungan RI soal pro kontra pergantian nama Bandara Internasional Lombok, dengan mengakomodir kepentingan kubu penolak pergantian nama bandara, padahal sejatinya kubu pendukung lebih dahulu berjuang dan akhirnya nama bandara Lombok, berubah dengan nama Pahlawan Nasional asal NTB sekaligus tokoh pejuang kemerdekaan melawan Belanda, TGH Zainudin Abdul Majid.

BACA JUGA  Semakin Optimis, LAZNAS NWDI Akan Segera Terealisasi