
Sementara itu Irma Chaniago pengurus DPP Partai NasDem ini menyatakan, konflik di Papua terjadi akibat generasi mudanya tidak tahu sejarah, mengapa Indonesia dan Papua berintegrasi. Dan kata politisi perempuan ini, pemerintah hingga saat ini tidak memasukkan ke dalam kurikulum sejarah yang diajarkan di sekolah-sekolah.
“Banyak masyarakat yang belum sejahtera, meski dana yang digelontorkan oleh pemerintah sekitar 8,4 trillun,” ungkapnya perempuan asal Sumatera Barat ini.
Irma yang sempat diusung sebagai calon menteri versi Konvensi Relawan ini menilai, ketimpangan ekonomi di Papua membuat Papua bergolak, karena kelompok-kelompok tertentu menikmati dana Otsus. Sementara menurut anggota DPR RI ini, yang lainnya tidak mendapat apa-apa.
“Papua juga dikacaukan oleh politikus/elit-elit politik negeri kita sendiri akibat membuat opini yang meresahkan masyarakat. Mahasiswa Papua yang belajar di luar Papua juga sudah terpapar radikalisme, separatisme lalu Pulang ke Papua dan menimbulkan konflik,”
Apalagi kata Irma, kecemburuan sosial juga terjadi akibat para pekerja di infrastruktur berasal dari daerah lain dan tidak melibatkan orang Papua.
“Hal ini harus menjadi evaluasi dan tantangan bagi pemerintahan Jokowi. Tapi kami yakin, pak Jokowi bisa mengatasi masalah papua dengan pendekatan sosial budaya,” pungkasnya. (red)


