Ini Komentar TGB Soal Kebijakan Arab Saudi Menghentikan Sementara Ibadah Umroh.

Foto : TGB.Dr.TGH.Muhammad Zainul Majdi,MA( Ketua Umum Organisasi Internasional Alumni Al Azhar Indonesia/OIAAI )
banner post atas

Sinar5news.com – Selong – Persoalan Penutupan untuk sementara waktu Ibadah Umroh oleh Pemerintah Kerajaan Arab Saudi mendapat tanggapan dari Tuan Guru Bajang(TGB) Dr.TGH.Muhammad Zainul Majdi,MA selaku Dewan Tanfidziah PBNW yang juga Ketua Organisasi Internasional Alumni Al Azhar Indonesia(OIAAI).

Menurut TGB dalam agama Islam ada yang namanya Da’ul Mafsyadhah Mukaddamun Ala Jambil Maslahah(Menghindarkan Mudharat harus didahulukan daripada menghadirkan kemaslahatan).

“Umroh itu Maslahat,Umroh itu baik,tetapi ada potensi kemudaratan yaitu wabah virus Corona, maka menghindarkan kemudaratan ini didahulukan dari pada mencapai kemaslahatan,” Ungkap TGB.

Iklan

Ia juga mengilustrasikan jika seseorang sedang menjalan sholat,lalu tiba-tiba ada orang didekatnya jatuh ke dalam sumur,lalu orang tersebut minta tolong. Maka dalam ajaran Islam kita harus memutuskan sholat kita dan membantu orang yang tenggelam tersebut.

“Kalau sholat itu kan bisa kita ulang lagi setelah menolong orang tersebut, tetapi kalau nyawa orang kan tidak ada cadangannya. Maka itu namanya menghindarkan kemudaratan didahulukan darpada mengejar kemaslahatan,ini adalah prinsip Islam,”Tuturnya.

TGB juga menambahkan bahwa penghentian Umroh itu sifatnya sementara,sehingga mudah-mudahan dalam waktu dekat ini ibadah Umroh tersebut kembali dibuka oleh Pemerintah Arab Saudi. Dan apa yang dilakukan Pemerintah Arab Saudi saat ini adalah mengedepankan Prinsip Islam yakni lebih dahulu menghindarkan kemudaratan dari pada mengedepankan kemaslahatan.

Dan yang perlu diketahui juga bahwa Ka’bah itu adalah Poros Bumi dan menjadi kiblat dari ummat Islam seluruh dunia. Sehingga tidak bergantung kepada Umroh dan Tidak Umroh,tidak bergantung pada tawaf atau tidak tawaf tetapi selamanya menjadi kiblat dari orang beriman yang sholat lima waktu sehari semalam.

“Diatas dunia ini tidak pernah berhenti atau kosong dari kegiatan sholat ummat manusia yang beriman, secara bergiliran sesuai dengan waktu yang ada ditempat kita masing kalau kita disini misalnya lagi sholat Zuhur maka yang jarakwaktunya 3 jam maka dia akan sholat Asyar, yang jaraknya 6 jam dia akan sholat magrib begitu seterusnya. Sehingga muka bumi ini sebenarnya tidak pernah kosong dari orang sholat,” Papar TGB.

BACA JUGA  Pengurus Besar Nahdlatul Ulama menetapkan Idul Fitri 1441 H jatuh pada 24 Mei 2020

TGB juga menambahkan secara geografis Kota Makkah adalah poros bumi, tetapi poros bumi lebih kepada aspek spiritual, bahwa Ka’bah yang ada di Makkah menjadi Kiblat dari orang-orang yang beriman.