Sinar5news.Com – Lombok Timur – Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulanagn Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat(NTB) Iwan Setiawan,S.Sos terus melakukan terobosan dalam upaya untuk mengatasi masalah kekeringan yang setiap tahun selalu terjadi. Inovasi yang akan dilakukan Iwan yakni membuat Bank Air dibeberapa titik rawan air pada saat musim kemarau tiba.

Pada tahun 2020 ini Pemda Lombok Timur, telah menetapkan dari 21 Kecamatan yang ada, 15 Kecamatan atau 82 Desa yang terdampak Kekeringan dengan jumlah penduduk yang terpapar sekitar 200.000 jiwa, dan 4 Kecamatan yakni Kecamatan Keruak, Jerowaru,Suela dan Sambelia sebagai kecamatan yang parah terpapar kekeringan.
“Ada 4 Kecamatan yang parah terdampak kekeringan yakni Keruak,Jerowaru,Suela dan Sambelia. Kecamatan ini mendapat perlakuan yang khusus dalam mengatasi masalah kekeringan yang ada. Kita menginisiasi untuk membuat Bank Air. Prinsip dari gagasan kami ini, tidak lagi mengacu pada pola penanganan kekeringan secara regular,” Terang Iwan Setiawan. Kamis(15/10/2020)
Ia juga menambahkan melalui Bank Air, nantinya BPBD akan menyalurkan air kepada masyarakat terdampak kekeringan dengan tanpa ada permintaan dari warga yang memang betul-betul mengalami krisis air.
“Bank Air ini,sebenarnya sudah berjalan sejak lama berupa tendon-tandon. Hanya saja ,tandon yang sudah ada itu kapasitasnya 250 ribu liter, sehingga kita akan adakan tandon yang lebih besar yakni yang kapasitasnya 500 ribu liter, di 35 titik lokasi pemasangan. Dimana pada masing-masing titik tandon akan mensuplai sekitar 40 KK,” Terangnya.
Menurut Kabid Kedaruratan dan Logistik Iwan Setiawan, selama ini dalam mengatasi masalah kekeringan masih menggunakan pola lama yakni, menunggu usulan permintaan air bersih dari Desa. Kedepan pola itu kita rubah, tanpa ada usulan dari Desa atau masyarakat, kita sudah siapkan air bersih di Bank Air yang sudah kita siapkan. Dan untuk dapat memberikan bantuan air secara merata, BPBD Lombok Timur akan menggandeng pihak pemerintahan Desa setempat.
Iwan juga menerangkan saat ini untuk mensuplai kebutuhan air bersih masyarakat terdampak kekeringan diwilayah Kecamatan Jerowaru menggunakan 6 tangki air milik swasta dan pembiayaannya dialokasikan lewat dana taktis BPBD Lombok Timur.
Kedepan diharapkan dengan adanya Bank Air ini, masyarakat terdampak kekeringan akan lebih terbantu, karena tidak perlu lagi meminta bantuan air seperti yang dilakukan pada tahun ini, karena air untuk kebutuhan mereka sudah disiapkan pada Bank-Bank Air tersebut.




