Fenomena alam yang telah memperlihatkan bersatunya zurriyat Maulana. telah bergemuruh di persada Nusantara bahkan dunia. Semua abituren menyambut dengan kesukuran dengan serentak Berhizib menggemakan cakrawala Nusantara. Sebuah langkah awal untuk maju bersama kompak, utuh bersatu dalam rumah besar NWDI dan NW kita.
Sudah sekian lama abituren terus mengetuk pintu langit memohon kehadirat yang Maha agar jalan lurus menuju persatuan tanpa perpecahan sudah terjawab dengan bersamanya zurriyat Maulana TGB dan RTGB duduk bersama berbicara kemaslahatan ummat bangsa untuk kemajuan bersama mencapai cita-cita bersama syiar dakwah yang bermartabat dan berkemajuan.
Sebuah pemandangan yang sangat indah penuh makna. penandatanganan kesepakatan untuk bersama berjuang dengan saling melengkapi, saling mendukung, bergotong royong satu nafas untuk kemajuan bersama. meninggikan kalimat dakwah baik lewat pendidikan, sosial dan ekonomi dengan hikmah penuh cinta. Inilah yang kemudian kami maknai dengan Fathul Pancur membuka jalan lurus untuk kejayaan dan kemajuan ummat bangsa. Dalam menyongsong pradaban dunia yang lebih berkeadilan dan berkebudayaan.
Kembalinya zurriyat Maulana adalah angin segar untuk kita semua, jamaah, abituren dan masyarakat luas. untuk kemudian memperbaiki diri, organisasi, ke depan dalam mengejar ketertinggalan dengan ummat lain. Ribuan madrasah perlu sentuhan, perlu perbaikan, baik peningkatan mutu, pelayanan, sehingga generasi yang dikeluarkan oleh NW dan NWDI menjadi generasi unggul, berbudaya, berkarakter, inovatif, tranpil dan mandiri.
Pekerjaan Rumah kita sangatlah besar, saatnya berbenah. lari lebih kencang, melompat, bahkan terbang lebih jauh. Untuk mengejar ketertinggalan kita warga nahdahatul Wathon serta madrasah kita. Sebagai basis pembinaan ummat NWDI dan NW kedepan harus merumuskan kerja-kerja keummatan, merumuskan konsep gerakan revolusioner, terutama konsep pendidikan. Dalam menata madrasah terhadap kehendak zaman yang sudah beralih ke pelayanan degitalisasi.
Pendidikan harus mampu memberikan kapabilitas agar manusia dapat melampaui jangkauan tekhnologi dan data dengan memberikan wawasan kemanusiaan dan kebijaksanaan. Sehingga ia mampu mencipta bukan diam statis seperti mesin.
karnanya, kemampuan menguasai dan penggunaan tekhnologi dalam membangun konsep pendidikan sudah harus dilakukan dan terus ditingkatkan. sehingga NWDI/NW sebagai lumbung pendidikan di bumi Gora dan khusus di pulau seribu menara. dapat bersaing dalam dunia global, Yang berakar pada Akhlaqul Karimah.
Ibarat budidaya tanaman NWDI/NW. Pohon idial itu berakar dalam, berbatang tinggi, bercabang rapi, berdaun rindang, berbuah lebat. Akarnya akhlak karakter mulia, batangnya wawasan ketinggian pengetahuan, cabang rantingnya kecakapan tata kelola, daunnya kerukunan kolaboratif, buahnya kreativitas inovasi. Demikian meminjam istilah Yudi Latief.
Kebersamaa ini adalah wujud nyata konsep rahmatan Lil Alamien yang diwujudkan dalam tindakan. Pujian Allah SWT terhadap Rasulullah karena mampu mengkolaborasikan semua tindakan, perkataan, sesuai dengan kondisi ummatnya. Sehingga semua ummatnya dalam berbagai macam kondisi dan tingkatan pengetahuan, mulai dari yang awam sampai yang berilmu. mampu ditakluki dengan hikmah penuh cinta. Semoga kebersamaan penuh hikmah dan cinta ini pembuka jalan lurus menggapai kejayaan Ummat bangsa.
Pokoknya NW pokok NW iman dan taqwa. Fastabiqul khairat berlomba dalam kebaikan dengan tetap pada prinsip Yaqin, ikhlas, sabar, Istiqomah untuk selalu dalam garis lurus perjuangan pada khittoh pendiri NWDI, NBDI dan NW. Menebarkan dakwah penuh cinta untuk kemaslahatan ummat menuju masyarakat yang diridhoi Allah swt.
Penulis : ketua PD NW/NWDI Jakarta Pusat/ Presiden Forum Kebangsaan.


