Hikmah Syuruq: Mistisisme Ma’rifat.

Hikmah Syuruq: Mistisisme Ma’rifat.

Oleh : Pahri Lubis.

” نكرة قابل أل مؤثرا # أو واقع موقع ما قد ذكرا “
” Isim nakirah menerima” Al ” yang memberi bekas, atau isim yang menempati kedudukan isim yang menerima “Al” yang telah di sebutkan “. ( Ibn Malik ).

Barakallahu fikum, semoga kita sebagai ummat manusia harus bersyukur kepada Allah Swt, karena kita memiliki keistimewaan, dalam ilmu tasawwuf di kenal dengan ma’rifat. Syair Ibn Malik tersebut menggambarkan bahwa semua makhluk hidup bersifat umum ( nakirah ). Secara umum manusia merupakan makhluk yang tidak ada bedanya dengan makhluk lain, seperti hewan, jin, dan malaikat. Yang membedakan dengan makhluk lain adalah manusia dia anugerahi akal pikiran, akal sehat. Selain dapat membedakan diri nya dengan makhluk lain, kita dapat mencari cahaya kebenaran yang sejati. Perlu di ingat jika manusia mampu menemukan cahaya kebenaran, maka sejati nya ia lebih mulia dari pada Malaikat, sebab dengan menemukan cahaya kebenaran merupakan sebuah pertanda bahwa manusia mampu melawan hawa nafsu nya, sedangkan malaikat di ciptakan tanpa hawa nafsu, maka tak heran, jika para malaikat selalu taat beribadah, bisa memberi arti sekecil kecil nya terhadap alam semesta, hingga ada di genggaman nya, namun manusia juga memberi arti sebesar besar nya terhadap alam semesta.

Dengan memiliki ma’rifat, manusia berbeda dengan makhluk lain pada umum nya. Manusia mampu merubah dunia ini dengan baik, membangun peradaban dengan cepat. Cobakita bayangkan kalau Malaikat yang menghuni bumi ini, bumi ini tidak berkembang, tidak maju mereka di tugaskan hanya mengabdi dan mengabdi, mereka tidak merasakan makanan yang enak, fasilitas serba lengkap, rumah istana, kenderaan mewah, dan lain sebagainya. Itu semua di peruntukkan untuk manusia yang memiliki ma’rifat, mengetahui manfaat, menginginkan punya keturunan yang banyak sehingga bumi ini di huni delapan milyar lebih manusia, dan memiliki peradaban tinggi sehingga gedung gedung di dirikan pencakar langit. Manusia di beri nafsu tidak untuk di turuti, ada batas batas tertentu, kalau mengikuti hawa nafsu serakah dunia dan seisinya ini tidak cukup bagi nya sendiri, itulah fungsi nya ma’rifah penyeimbang. Sebagaimana kata Imam Ali orang yang nafsu nya lebih dominan mengalahkan akal sehatnya lebih hina dari pada binatang, sebaliknya siapa mengikuti akal sehat nya mengalahkan hawa nafsunya, dia lebih mulia dari pada Malaikat yang senantiasa dekat kepada Allah, yang di kenal dengan istilah al- Muqorrobun.

Semoga kita lebih ma’rifat lagi memberi cahaya kehidupan bagi yang lainnya, tidak berubah menjadi nakiroh makhluk yang umum. Bisa jadi berubah menjadi umum kalau tidak di jaga ma’rifat akal sehat. Karena akal sehatlah yang membedakan nakiroh dengan ma’rifah. Amin ya rabbal’alain. والله أعلم بالصواب

Selasa, 26 Juli 2022.

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA