Hikmah Pagi :TIGA ALIRAN BESAR ISLAM INI MENYIMPANG DAN SESAT KARENA KELUAR DARI MAJELIS GURUNYA

Hikmah Pagi :TIGA ALIRAN BESAR ISLAM INI MENYIMPANG DAN SESAT KARENA KELUAR DARI MAJELIS GURUNYA

Ada tiga aliran dan sekte besar dalam sejarah Islam, menjadi sesat dan menyimpang karena keluar dari komunitas/majelis Syekh dan gurunya. Anehnya ketiga aliran atau sekte ini menentang guru dan syekhnya disebabkan kebodohan dan kesombongan mereka yang meyakini pendapatnya lebih baik dan benar dari gurunya. Mereka adalah:

1️⃣ *Khawarij*. Adalah aliran Islam yang pertama kali dalam sejarah Islam yang menyimpang dan menjadi sesat karena keluar dari barisan gurunya yaitu Sahabat Nabi saw dan khalifah keempat Ali bin Abi Thalib ra. Oleh karena itu ahli sejarah sepakat nama Khawarij diambil dari sikap mereka yang keluar dari komunitas dan barisan Ali ra. Khawarij meyakini bahwa sikap Ali bin Abi Thalib yang menerima perdamaian (Tahkim) dengan Muawiyah pada perang Shiffin adalah bertentangan dengan Al-Qur’an dan As-sunnah yang menyatakan bahwa tidak ada hukum kecuali hukum Allah. Lalu mereka mengkafirkan Ali ra, Muawiyah dan semua sahabat yang terlibat dalam tahkim teraebut.

2️⃣ *Syi’ah/Rafidhoh.* Adalah aliran yang kedua menjadi sesat dan menyimpang dari Islam, salah satu penyebabnya karena mereka keluar dari ajaran gurunya dan Imamnya yaitu Zaid bin Ali bin Husain ra. Sebab penyebutan Syi’ah sebagai rafidhoh (penentang) menurut Ibnu Taimiyah dan ulama lainnya, adalah ketika mereka bertanya kepada Zaid bin Ali bin Husain tentang posisi Sahabat Abu Bakar Shidiq ra dan Umar bin Khathab ra, apakah keduanya kafir atau munafik?. Guru mereka Imam Zaid bin Ali bin Husain justru mendoakan keduanya radhiyallhu anhuma. Maka pada saat itu pula kelompok Syi’ah ini menentang beliau karena merasa pandangan dan sikap mereka lebih benar dari gurunya. Zaid bin Ali bin Husain lalu berkata: “rafadhtumuni (kalian telah menentang aku).

3️⃣ *Mu’tazilah.* Adalah aliran yang didirikan oleh Washil bin Atha’. Dia adalah salah satu murid yang menonjol dalam majelis dan komunitas pengajian ilmu Imam Hasan Al-Bashri. Suatu ketika saat Imam Hasan Al-Bashri membahas tema tentang apakah muslim yang berdosa besar bila wafat, apakah masuk surga atau neraka?. Washil bin Atha’ membantah guru dan syekhnya yang berpendapat bahwa dia masuk surga karena imannya, walaupun sebelumnya masuk neraka. Washil berpendapat bahwa muslim berdosa besar itu tidak berada di surga atau neraka, tapi berada di satu tempat antara surga dan neraka (manzilah baina manzilataini). Lalu washil dan kelompoknya keluar dan memisahkan diri (i’tizal) dari majelis gurunya Imam Hasan Al-Bashri.

Demikian bahaya seseorang bila merasa lebih baik dan lebih cerdas dan berilmu dari sang guru (kibir dan ghurur), akibatnya adalah kesesatan dan penyimpangan. Walaupun kadang pada awalnya banyak pengikutnya, dan banyak orang yang kagum padanya, namun Allah akan tunjukkan kesesatannya dan kesalahannya dengan perjalanan waktu, hingga semuanya menjadi jelas mereka yang sesat dan menyimpang atau gurunya dan imamnya.

Wallahu a’lam

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA