Hikmah Pagi : Shalat yang Khusyu’

Hikmah Pagi : Shalat yang Khusyu’

قَدْ اَفْلَحَ الْمُؤْمِنُوْنَۙ الَّذِيْنَ هُمْ فِيْ صَلٰوتِهِمْ خَاشِعُوْنَ

Sungguh beruntung orang-orang beriman, (yaitu) orang yang khusyu’ dalam shalatnya,

Khusyu’ dalam shalat merupakan sifat seorang mukmin yang beruntung, jika shalat benar-benar khusyuk dalam shalatnya dan pikirannya serta selalu mengingat Allah, dan memusatkan semua pikiran dan panca inderanya untuk bermunajat kepada-Nya. Dia menyadari dan merasakan bahwa orang yang shalat itu benar-benar sedang berhadapan dengan Tuhannya. Oleh karena itu seluruh anggota tubuh dan jiwanya dipenuhi kekhusyu’an, kekhidmatan dan keikhlasan, diselingi dengan rasa takut dan diselubungi dengan penuh harapan kepada Tuhannya. Nah, untuk dapat memenuhi syarat kekhusyukan dalam shalat, maka harus memperhatikan tiga perkara, yaitu:

a) Paham apa yang dibaca, supaya apa yang diucapkan lidahnya dapat dipahami dan dimengerti, sesuai dengan ayat:

اَفَلَا يَتَدَبَّرُوْنَ الْقُرْاٰنَ اَمْ عَلٰى قُلُوْبٍ اَقْفَالُهَا

Maka tidakkah mereka menghayati Al-Qur’an ataukah hati mereka sudah terkunci? (Muhammad [47]: 24)

b) Ingat kepada Allah, sesuai dengan firman-Nya:

وَاَقِمِ الصَّلٰوةَ لِذِكْرِيْ

Dan laksanakanlah salat untuk mengingat Aku. (Tha Ha [20]: 14)

c) Shalat berarti munajat kepada Allah. Jadi pikiran dan perasaan orang yang shalat harus selalu mengingat dan jangan lengah atau lalai. Para ulama berpendapat bahwa shalat yang tidak khusyuk sama dengan tubuh tidak bernyawa. Akan tetapi ketiadaan khusyuk dalam shalat tidak membatalkan shalat, dan tidak wajib diulang kembali.

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA