-HIKMAH PAGI- PHILO SHOPIA “KERAJAAN CIREBON”

banner post atas

Cirebon pada awalnya adalah sebuah daerah yang bernama Tegal Alang-
Alang yang kemudian disebut Lemah Wungkuk dan setelah dibangun oleh Raden
Walangsungsang diubah namanya menjadi Caruban. Nama Caruban sendiri
terbentuk karena diwilayah Cirebon dihuni oleh beragam masyarakat dan sebutan
lain Cirebon adalah Caruban Larang. Pada perkembangannya Caruban berubah
menjadi Cirebon karena kebiasaan masyarakatnya sebagai nelayan yang membuat
terasi udang dan petis, masakan berbahan dasar air rebusan udang/cai-rebon.

Sejak abad ke 15 M Cirebon sudah banyak didatangi pedagang Islam yang
kemudian menetap. Oleh karena itu menurut Tome Pires, seorang pedagang
Portugis yang pernah mengadakan pelayaran disepanjang pantai Utara Jawa pada
tahun 1531,  kerajaanPajajaran  melarang  orang-orang  muslim  terlalu  banyak
masuk ke dalam. Kerajaan Pajajaran adalah kerajaan yang bercorak Hindu-Budha
yang menguasai wilayah Sunda termasuk hingga kewilayah Cirebon.

Tempat pertama Islam diperkenalkan di wilayah Cirebon adalah pelabuhan Muara Jati dan Dukuh Pasambangan. Orang pertama yang mengenalkan Islam adalah Syekh Idlofi/ Syekh Datuk Kahfi/ Syekh Nurul Jati yang kemudian menetap dan mendirikan pesantren. Raden Walangsungsang, Lara Santang, dan Endang Geulis yang kemudian berguru pada Syekh Nurul Jati membuka pedukuhan di daerah Tegal Alang-Alang. Lambat-laun para pribumi yang tertarik dengan ajaran Islam mulai memeluk Islam dengan suka rela.

Iklan

Setelah mendirikan pedukuhan Raden Walangsungsang dan Lara Santang
pergi menunaikan Ibadah Haji. Diperjalanannya Lara Santang menikah dengan
Syarif Abdillah Bin Nurul Alim, Sultan Mesir yang bergelar Sulthon Makhmud
Syarif Abdullah dari keluarga Bani Hasyim. Agar mudah diterima kemudian
nama Lara Santang diubah menjadi Syarifah Muda’im. Dari pernikahan ini
Syarifah Muda’im melahirkan dua orang putra yaitu Syarif Hidayatullah dan
Syarif Nurullah. Syarif Hidayatullah kelak menjadi Sultan pertama di Kesultanan
Cirebon dan menjadi salah satu diantara Wali Songo, para penyebar agama Islam
di Jawa.  

BACA JUGA  SAHUR RAMADHAN BERSAMA ACT

18 November 2020                                                                

Hipzon Putra Azma