اَلَّذِيْنَ آمَنُوْا وَهَاجَرُوْا وَجَاهَدُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ
أَعْظَمُ دَرَجَةً عِنْدَ اللَّهِ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْفَائِزُوْنَ﴿٢٠﴾.
﴿التوبة(٩):٢٠﴾
Artinya:” Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan ALLAH dengan harta benda dan diri mereka, adalah lebih Tinggi derajatnya di sisi ALLAH dan Itulah orang-orang yang mendapat kemenangan. Qs At Taubah (9):20, Qs (4):65, Qs (8) : 2 – 4.
Tanda / ciri orang yang beriman
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ الَّذِيْنَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوْبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ
زَادَتْهُمْ إِيْمَانًا وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُوْنَ ﴿٢﴾اَلَّذِيْنَ يُقِيْمُوْنَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُوْنَ ﴿٣﴾ أُولَٰئِكَ هُمُ الْمُؤْمِنُوْنَ حَقًّا لَّهُمْ دَرَجَاتٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ
وَمَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيْمٌ﴿٤﴾. ﴿الانفال(٨):٢-٤﴾
Artinya:” Sesungguhnya orang-orang yang beriman, ialah mereka yang bila disebut nama ALLAH gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhan ALLAH-lah mereka bertawakkal. (yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat dan yang menafkahkan sebagian dari rezki yang Kami berikan kepada mereka. Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya. mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian di sisi ALLAH Tuhannya dan ampunan serta rezki (nikmat) yang mulia”. Qs Al Anfal (8) : 2-4
فَلَا وَرَبِّكَ لَا يُؤْمِنُوْنَ حَتَّىٰ يُحَكِّمُوْكَ فِيْمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لَا يَجِدُوْا فِيْ أَنْفُسِهِمْ حَرَجًا مِّمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا﴿٦٥﴾.
﴿النساء(٤):٦٥﴾
Artinya:” Maka Demi ALLAH Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya”. Qs An Nisaa (4) : 65.
إِنَّ الَّذِيْنَ قَالُوْا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوْا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوْا وَلَا تَحْزَنُوْا وَأَبْشِرُوْا بِالْجَنَّةِ الَّتِيْ كُنْتُمْ تُوْعَدُوْنَ ﴿٣٠﴾نَحْنُ أَوْلِيَاؤُكُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ وَلَكُمْ فِيْهَا مَا تَشْتَهِيْ أَنْفُسُكُمْ وَلَكُمْ فِيْهَا مَا تَدَّعُوْنَ﴿٣١﴾ ﴿فصلت(٤١):٣٠-٣١﴾
Artinya:” Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah ALLAH” Kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, Maka Malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah, surga yang Telah dijanjikan ALLAH kepadamu”. Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta. Qs Fushilat (41):3031.
(Ketika Umar bin Khottob Hijrah)
وَالَّذِيْنَ هَاجَرُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللَّهِ ثُمَّ قُتِلُوْا أَوْ مَاتُوْا لَيَرْزُقَنَّهُمُ اللَّهُ رِزْقًا حَسَنًا
وَإِنَّ اللَّهَ لَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِيْنَ﴿٥٨﴾. ﴿الحج(٢٢):٥٨﴾
Artinya:” Dan orang-orang yang berhijrah di jalan ALLAH, Kemudian mereka terbunuh atau mati, benar-benar ALLAH akan memberikan kepada mereka rezki yang baik (surga). dan Sesungguhnya ALLAH adalah sebaik-baik pemberi rezki. Qs Al Hajj (22) : 58.
Hijrah adalah berpindah dari suatu tempat ketempat yang lain, atau merubah, merubah niat, tujuan dan perbuatan dengan ( Motivasi Qs (6):162, Orientasi Qs (28):77, Aplikasi Qs (3):31,19,85,) merubah dari satu persoalan kepersoalan yang lain, atau merubah dari satu masalah kemasalah yang lain, atau merubah `amaliyah / pekerjaan, atau merubah `Aqidah, Akhlaq atau Syari`ah yang belum baik kepada yang baik, dari yang menyimpang kepada yang sesuai dengan kehendak ALLAH dan mengikuti sunah Rasul ALLAH saw.
قَالَ رَسُوْلُ الله ِ صلعم: اَيُّهَا النَّاسُ اِنَّمَا اْلاَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ, وَاِنَّمَالِكُلِّ امْرِئٍ مَانَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ اِلَى الله ِ وَرَسُوْلِهِ فَهِجْرَتُهُ اِلَى الله ِ وَرَسُوْلِهِ وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ اِلَى دُنْيَا يُصِيْبُهَا اَوِامْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ اِلَى مَاهَاجَرَ اِلَيْهِ.
( رواه بخا ري و مسلم )
Artinya:” Rasul ALLAH s.a.w. bersabda: “ Wahai manusia, sesungguhnya perbuatan itu tergantung pada niatnya, dan tiap tiap manusia akan mendapatkan sesuai dengan niatnya, barangsiapa Hijrahnya karena ALLAH dan RasulNya, maka dia akan mendapatkanNYA, dan barangsiapa Hijrahnya karena keinginan dunia atau wanita, maka dia akan mendapatkan itu pula”. ( Hadits Bukhori dan Muslim ).
Hijratul makaniyah = هِجْرَةُ الْمَكَانِيَةِ
Berpindah dari satu tempat
ketempat yang lain
إِنَّ الَّذِيْنَ تَوَفَّاهُمُ الْمَلَائِكَةُ ظَالِمِيْ أَنْفُسِهِمْ قَالُوْا فِيْمَ كُنْتُمْ قَالُوْا كُنَّا مُسْتَضْعَفِيْنَ فِي الْأَرْضِ قَالُوْا أَلَمْ تَكُنْ أَرْضُ اللَّهِ وَاسِعَةً فَتُهَاجِرُوْا فِيْهَا
فَأُولَٰئِكَ مَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ وَسَاءَتْ مَصِيْرًا﴿٩٧﴾.
﴿النساء(٤):٩٧﴾
Artinya:” Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan Malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri, (kepada mereka) Malaikat bertanya : “Dalam keadaan bagaimana kamu ini?”. mereka menjawab: “Adalah kami orang-orang yang tertindas di negeri (Mekah)”. para Malaikat berkata: “Bukankah bumi ALLAH itu luas, sehingga kamu dapat ber Hijrah di bumi itu?”. orang-orang itu tempatnya neraka Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali. Qs An Nisaa` (4):97
Yang dimaksud dengan orang yang menganiaya diri sendiri di sini, ialah orang-orang Muslimin Mekkah yang tidak mau Hijrah bersama Nabi sedangkan mereka sanggup. Kemudian mereka ditindas dan dipaksa oleh orang-orang kafir ikut bersama mereka pergi ke perang Badar; akhirnya di antara mereka ada yang terbunuh dalam peperangan itu.
Hijratul masalah = هِجْرَةُ الْمَسْئَلَةْ
Berpindah dari satu masalah ke masalah yang lain/ dari satu persoalan ke persoalan yang lain
وَقُلْ رَّبِّ أَدْخِلْنِيْ مُدْخَلَ صِدْقٍ وَأَخْرِجْنِيْ مُخْرَجَ صِدْقٍ وَاجْعَلْ لِّيْ مِنْ لَّدُنْكَ سُلْطَانًا نَّصِيْرًا﴿٨٠﴾. ﴿الاسرئ(١٧):٨٠﴾
Artinya:” Dan Katakanlah: “Wahai ALLAH Tuhan-ku, masukkanlah Aku secara masuk yang benar dan keluarkanlah (pula) Aku secara keluar yang benar dan berikanlah kepadaku dari sisi Engkau kekuasaan yang menolong. Qs Al Isro (17) : 80.
Maksudnya: memohon kepada ALLAH supaya kita memasuki suatu ibadah dan selesai daripadanya dengan niat yang baik dan penuh keikhlasan serta bersih dari ria dan dari sesuatu yang merusakkan pahala.
Ayat Ini juga mengisyaratkan kepada Nabi supaya ber Hijrah dari Mekkah ke Madinah. dan ada juga yang menafsirkan: Memohon kepada ALLAH SWT supaya kita memasuki kubur dengan baik dan keluar daripadanya waktu hari-hari berbangkit dengan baik pula.
Hijratul `amaliyah = هِجْرَةُ الْعَمَلِيَةِ
Berpindah dari satu pekerjaan kepekerjaan yang lain
مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِّنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً
وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ﴿٩٧﴾.
﴿النحل(١٦):٩٧﴾
Artinya:” Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, Maka Sesungguhnya akan kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan Sesungguhnya akan kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang Telah mereka kerjakan”. Qs An Nahl (16) : 97.
Ditekankan dalam ayat Ini bahwa laki-laki dan perempuan dalam Islam mendapat pahala yang sama dan bahwa amal saleh harus disertai iman.
كُلُّ يُرِيْدُكَ لَهُ, وَاَنَا اُرِيْدُكَ لَكَ
Artinya: Mereka menginginkan kamu untuk kepentingan mereka, sedangkan Aku menginginkan kamu untuk kamu juga.
Manusia dalam kehidupannya seringkali melupakan sejarah, baik secara pribadi, organisasi, kelompok, masyarakat, bangsa dan Negara. Padahal kalau kita melihat Al Qur an hampir lebih dari separuhnya bercerita tentang sejarah. Bangkit dan runtuhnya kelompok suatu bangsa ada di dalamnya. Begitu pula sejarah kehidupan manusia pun ada yang berputar dan berubah serta berulang, kita baca Al Qur an surat Ali ‘imraan (3) : 140.
إِنْ يَمْسَسْكُمْ قَرْحٌ فَقَدْ مَسَّ الْقَوْمَ قَرْحٌ مِّثْلُهُ وَتِلْكَ الْأَيَّامُ نُدَاوِلُهَا بَيْنَ النَّاسِ وَلِيَعْلَمَ اللَّهُ الَّذِيْنَ آمَنُوْا وَيَتَّخِذَ مِنْكُمْ شُهَدَاءَ
وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ الظَّالِمِيْنَ﴿١٤٠﴾
﴿ال عمران(٣):١٤٠﴾
Artinya : “Jika kamu pada perang Uhud mendapat luka, maka sesungguhnya kaum kafir tak beriman itu pun pada perang Badar mendapatkan luka yang serupa juga. Dan masa kejayaan dan kehancuran itu, Kami pergilirkan di antara kehidupan manusia agar mereka mendapat pelajaran; dan supaya ALLAH dapat membedakan orang-orang yang beriman dengan orang-orang kafir yang tidak beriman dan supaya sebagian kamu dijadikan-Nya gugur dimedan perang sebagai syuhada. Karena ALLAH tidak menyukai orang-orang yang lalim, lagi zholim.
Kita lihat bagaimana kehidupan anak-anak Nabi Adam, Qobil dan Habil yang membunuh saudara kandungnya sendiri, karena disebabkan rasa iri dengki. Bagaimana ummat Nabi Nuh, bersama anak serta istrinya yang durhaka kepada ALLAH disapu banjir besar.
Bagaimana ummat Nabi Luth yang homosex dan lesbian, dan umat Nabi Hud serta umat Nabi Soleh yang ingkar kepada ALLAH dimatikan dengan gempa, petir, hujan batu dan angin badai.
Bagaimana Firaun yang sombong dan zolim beserta bala tentaranya, yang ditenggelamkan di lautan.
Bagaimana Qorun yang sombong kufur nikmat, tidak bersyukur kepada ALLAH, dia dan harta kekayaannya dibenamkan ke dalam bumi.
Begitu juga perputaran kehidupan manusia, kaum Yahudi, kaum Nasrani dan umat Islam didalam sejarah kehidupannya, dari masa ke masa, dari zaman ke zaman silih berganti, berputar berubah dan berulang, itulah seni sejarah kehidupan manusia.
Fungsi Sejarah ada 3, yaitu :
Pertama : suatu analisa pada masa lampau (
Apa yang sudah terjadi ?
Kedua : suatu gambaran pada saat sekarang (
Apa yang sedang terjadi ?
Ketiga : Dan suatu analisa apa yang kemungkinan akan terjadi pada masa yang akan Datang.
ALLAH SWT mengajarkan kepada kita melalui RasulNya Nabi Muhammad saw dalam kitab suci Al Qur an surat Al Hasyr (59) : 18.
Buatlah Rencana yang Matang
يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ
إِنَّ اللَّهَ خَبِيْرٌ بِمَا تَعْمَلُوْنَ﴿١٨﴾
﴿الحشر(٥٩):١٨﴾
Artinya : Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada ALLAH dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok didunia dan mbesok diakhirat, dan bertakwalah kepada ALLAH, sesungguhnya ALLAH Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
Jadi kita disuruh membuat sesuatu program yang jelas kongkrit dengan rencana kerja yang matang, agar bisa dilaksanakan hari ini, agar dapat hasil yang baik pada hari esok dan mbesok (dunia dan akhirat). Dan kita juga harus membuat rencana yang baik tersusun rapi dan juga bisa segera dilaksanakan dengan baik, Apakah rencana jangka pendek, menengah maupun rencana jangka panjang.
Kemudian kita juga akan mendapatkan manfaat dari tujuan sejarah, yaitu :
Tujuan Sejarah
Pendidikan ( Educative
Penyuruhan ( Instructive
Penghiburan ( Recreative
Petunjuk ( Inspirative (mendapatkan
ilham, ide atau terobosan baru)
Rasululloh saw dan para sahabat berasal dari suku Quraisy dan berbagai suku kecil di jazirah Arab yang jumlahnya sedikit, sedangkan pada saat itu ada dua kekuatan besar sebagai super power, yaitu imperium barat yang dikuasai Romawi, dan di belahan timur imperium Persia yang berjubah ajaran Majusi.
Selama berabad-abad kedua kekuatan ini berebut pengaruh dan kekuasaan serta melahirkan kehidupan sosial piramid, kekuatan elit ekonomi dan kekuatan elit politik, dengan menindas masyarakat yang dibuat lemah lebih dahulu, sehingga banyak masyarakat yang menderita kesengsaraan, kesulitan, dan kesusahan dimana mana, mereka tertekan, serta tertindas dan tidak berdaya sama sekali.
Tampilnya Rasululloh saw dengan berpedoman pada Al Qur an wahyu ALLAH SWT, telah berhasil melahirkan Reformasi di segala bidang, Bidang Sosial masyarakat, budaya ekonomi, politik hukum dan hubungan diplomasi secara micro maupun macro, sehingga lahirlah Masyarakat Madani di Madinatul Munawwaroh yang dicontohkan ALLAH SWT didalam Al Qur an surat An Nahl (16) : 112.
وَضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا قَرْيَةً كَانَتْ آمِنَةً مُّطْمَئِنَّةً يَأْتِيْهَا رِزْقُهَا رَغَدًا مِّن ْكُلِّ مَكَانٍ فَكَفَرَتْ بِأَنْعُمِ اللَّهِ فَأَذَاقَهَا اللَّهُ لِبَاسَ الْجُوْعِ وَالْخَوْفِ
بِمَا كَانُوْا يَصْنَعُوْنَ﴿١١٢﴾
﴿النحل(١٦):١١٢﴾
Artinya : Dan ALLAH telah membuat suatu perumpamaan dengan sebuah negeri yang aman politiknya, lagi tenteram sosial masyarakatnya, makmur ekonominya, rezekinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, begitu juga hubungan diplomasinya baik secara micro maupun macro, kemudian setelah itu, mereka semuanya mengingkari nikmat-nikmat ALLAH SWT, dan tidak mensyukurinya, karena itu ALLAH SWT merasakan kepada mereka pakaian kekurangan kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat dan rekayasa.
Selama kurang lebih 7 abad atau 700 tahun sepeninggalnya Rasululloh saw, para sahabat tetap berpedoman kepada Firman Firman ALLAH, dan mengikuti apa apa yang dicontohkan oleh Rasululloh saw didalam kehidupannya, sehingga dapat berjaya sampai ke Spanyol di Eropa dan mendirikan universitas Islam pertama di sana.
Namun mulai dari masa kepemimpinan golongan yang lupa akan nikmat ALLAH, mulailah mereka meninggalkan Firman ALLAH SWT dan juga melupakan keteladanan Rasululloh saw, serta mengingkari nikmat karunia ALLAH SWT, dan tidak mensyukurinya, mereka berbuat kezholiman dan sewenang wenang, dengan mengikuti Hawa napsu mereka, dan melakukan apa yang dilarang oleh ALLAH SWT, dan tidak mentaati perintah ALLAH SWT, sehingga umat Islam pada saat itu mundur, menjadi lemah dan terbelakang, serta menjadi ummat yang bodoh dan terjajah baik ekonomi, dan politiknya sampai saat ini.
Apa sebabnya dan mengapa ?
Karena ummat Islam tidak mengikuti pedoman Al Qur an wahyu ALLAH SWT, dan keteladanan Rasululloh saw dalam kehidupannya, dan tidak mensyukuri Nikmat, Rahmat serta Kurnia ALLAH SWT, bahkan mereka mengikuti Hawa nafsunya.
Mengikuti Hawa nafsu
قَالَ فَمَا خَطْبُكَ يَا سَامِرِيُّ ﴿٩٥﴾قَالَ بَصُرْتُ بِمَا لَمْ يَبْصُرُوْا بِهِ فَقَبَضْتُ قَبْضَةً مِّنْ أَثَرِ الرَّسُوْلِ فَنَبَذْتُهَا وَكَذَٰلِكَ سَوَّلَتْ لِيْ نَفْسِيْ﴿٩٦﴾ ﴿طه(٢٠):٩٥-٩٦﴾
Artinya:” Berkata Musa: “Apakah yang mendorongmu (berbuat demikian) Hai Samiri?”
Samiri menjawab: “Aku mengetahui sesuatu yang mereka tidak mengetahuinya, Maka Aku ambil sebahagian dari jejak Rasul lalu Aku melemparkannya Kebelakang, dan Demikianlah nafsuku membujukku”. Qs Too haa (20) : 95- 96
Yang dimaksud dengan jejak Rasul di sini ialah ajaran-ajarannya. menurut faham Ini Samiri mengambil sebahagian dari ajaran-ajaran Musa Kemudian dilemparkannya kebelakang ajaran-ajaran itu sehingga dia menjadi sesat.
Menurut sebahagian ahli tafsir yang dimaksud dengan jejak Rasul ialah jejak telapak kuda Jibril a.s. artinya Samiri mengambil segumpal tanah dari jejak itu lalu dilemparkannya ke dalam logam yang sedang dihancurkan sehingga logam itu berbentuk anak sapi yang mengeluarkan suara dan inilah yang disembah sebagai Tuhan.
Syukur dan kufur
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيْدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ﴿٧﴾ ﴿ابراهيم(١٤):٧﴾
Artinya:” Dan ingatlah juga, tatkala ALLAH Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti kami akan menambah nikmat Karunia kepadamu, dan jika kamu mengingkari nikmat-Ku, Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih. Qs Ibrahim (14) : 7
Seandainya kita selalu bersyukur kepada ALLAH SWT, baik mensyukuri sarana, daya, dana, tenaga, fikiran, ilmu, harta, posisi jabatan dan apa saja yang diberikan oleh ALLAH kepada kita, kemudian kita manfaatkan sesuai fungsinya untuk mencari Ridho ALLAH, maka ALLAH SWT pun akan melipat gandakan nikmat karuniaNya kepada kita. Namun sebaliknya apabila kita mengingkariNya, tunggulah azab siksaNya yang sangat keras.
Kemudian seandainya seluruh manusia yang ada didunia ini ingkar kepada ALLAH SWT, apakah kemuliaan dan kebesaran ALLAH SWT akan berkurang ? jawabnya ialah TIDAK .
Begitu juga sebaliknya, seandainya seluruh manusia bersyukur kepada ALLAH SWT, apakah kemuliaan dan kebesaran ALLAH SWT akan bertambah ? jawabnya juga adalah TIDAK .
KENAPA ? karena Kemuliaan dan kebesaran ALLAH SWT tidak terbatas. Sesuatu yang tidak terbatas apabila dikurangi atau ditambah, maka jumlahnya tetap TIDAK TERBATAS .
Itulah kemulian dan kehebatan ALLAH SWT sebagai Robbul Aalamiin, Pencipta langit, dan bumi, matahari, bulan, bintang gemintang yang tak terhitung jumlahnya dan Pemelihara alam semesta jagat raya, serta isinya termasuk manusia, Malaikat, jin, hewan, tumbuh tumbuhan dan apa saja yang ada dilangit dan bumi.
Seandainya anda dan semua orang, kafir, ingkar menentang ALLAH SWT, dan setiap detik memaki ALLAH, namun ALLAH SWT tidak akan menjadikan gula yang manis jadi pahit, jadi orang kafir tak berimanpun diberikan rezqi juga, bahkan bisa sukses, bisa kaya bisa menang dan berhasil serta dipelihara juga oleh ALLAH SWT, karena Dia ALLAH SWT Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, tetapi jangan lupa, semua itu ada pertanggungan jawabnya, karena ALLAH adalah Raja yang berkuasa dan pemilik didunia dan diakhirat, مَلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ
Definisi Syukur adalah :
“Memanfaatkan apa saja yang diberikan oleh ALLAH SWT sesuai dengan fungsinya hanya untuk mencari
Ridho ALLAH SWT “.
Manusia Adalah Makhluk yang Paling sempurna dibanding Makhluk yang Lain, namun dia bisa jadi lebih rendah dari makhluk yang lain.
لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ فِيْ أَحْسَنِ تَقْوِيْمٍ ﴿٤﴾ثُمَّ رَدَدْنَاهُ أَسْفَلَ سَافِلِيْنَ﴿٥﴾ ﴿التين(٩٥):٤-٥﴾
Artinya:” Sesungguhnya kami Telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya rohani dan jasmani. Kemudian kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka)”. Qs At Tiin (95) : 4 – 5.
Manusia yang Sesat dan Lalai pasti Merugi
Al Qu ran surat Az zukhruf (43) : 36 – 37
وَمَنْ يَعْشُ عَنْ ذِكْرِ الرَّحْمَٰنِ نُقَيِّضْ لَهُ شَيْطَانًا فَهُوَ لَهُ قَرِيْنٌ ﴿٣٦﴾
وَإِنَّهُمْ لَيَصُدُّوْنَهُمْ عَنِ السَّبِيْلِ وَيَحْسَبُوْنَ أَنَّهُمْ مُّهْتَدُوْنَ﴿٣٧﴾
﴿الزخرف(٤٣):٣٦-٣٧﴾
Artinya: “Barang siapa yang berpaling dari pengajaran ALLAH Tuhan Yang Maha Pemurah, Al Qur an, Kami adakan baginya syaitan yang menyesatkan, maka syaitan itulah yang menjadi pembisik dan teman yang selalu menyertainya. Dan sesungguhnya syaitan-syaitan itu benar-benar menghalangi mereka dari jalan yang benar dan mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk. Qs Az Zukhruf (43) : 36 37
وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيْرًا مِّنَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ لَهُمْ قُلُوْبٌ لَّا يَفْقَهُوْنَ بِهَا
وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَّا يُبْصِرُوْنَ بِهَا وَلَهُمْ آذَانٌ لَّا يَسْمَعُوْنَ بِهَا أُولَٰئِكَ كَالْأَنْعَامِ
بَلْ هُمْ أَضَلُّ أُولَٰئِكَ هُمُ الْغَافِلُوْنَ﴿١٧٩﴾.
﴿الاعراف(٧):١٧٩﴾
Artinya: “Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahanam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami ayat-ayat ALLAH dan mereka mempunyai mata tetapi tidak dipergunakannya untuk melihat tanda-tanda kekuasaan ALLAH, dan mereka mempunyai telinga tetapi tidak dipergunakannya untuk mendengarkan ayat-ayat ALLAH. Mereka itu bagaikan binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Dan Mereka itulah orang-orang yang lalai. Qs Al A`rof (7) : 179.
Karena manusia sudah lalai dari mengingat ALLAH Yang Maha Rahman, Maha Pengasih lagi Maha Penyayang dan manusia juga sudah disesatkan dengan bisikan syaitan yang sangat menyesatkan, namun dia mengira bahwa dirinya berada di jalan petunjuk ALLAH SWT, kemudian dia akan dihinggapi virus hati, penyakit hati dan dia juga akan Terkena 3 hal yang menjerumuskan dia pada kesengsaraan dan Neraka Jahanam sebagai buah dari akibat perbuatannya, yaitu :
1. Pertama : Al khir shu = اَلْخِرْصُ = artinya: serakah, tamak, loba, tidak pernah merasa cukup, tidak pernah merasa puas dengan apa yang ada, sehingga melakukan pelanggaran Hukum, dan menghalalkan segala cara.
يَا اِبْنَ أَدَمَ كُلُّ يَوْمٍ نَرْزُقُكَ وَاَنْتَ تَحْزَنُ, وَيَنْقُصُ كُلَّ يَوْمٍ مِنْ عُمْرِكَ
وَاَنْتَ تَفْرَحُ, اَنْتَ فِيْمَا يَكْفِيْكَ وَيَطْلُبُ مَا يُطْغِيْكَ, لاَبِقَلِيْلٍ تَقْنَعُ
وَلاَ بِكَثِيْرٍ تَشْبَعُ. (حديث قد س )
Artinya:” Wahai anak Adam, setiap hari Kami berikan rezqi, tetapi kamu masih berkeluh kesah, dan setiap hari umurmu dikurangi, kamu bergembira bersenang senang, kamu diberikan kecukupan, tetapi kamu mencari yang membuatmu durhaka, diberi sedikit kamu tidak merasa cukup, banyakpun kamu tidak merasa puas. ( Hadits Qudsi ).
2. Kedua : Al kib ru = اَلْكِبْرُ = artinya: sombong, merasa dirinya yang paling hebat, paling berjasa dan paling benar serta merasa dia yang paling pintar, Orang lain tidak ada apa apanya.
وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوْا لِآدَمَ فَسَجَدُوْا إِلَّا إِبْلِيْسَ
أَبَىٰ وَاسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ الْكَافِرِيْنَ﴿٣٤﴾
﴿البقرة(٢):٣٤﴾
Artinya:” Dan (Ingatlah) ketika kami berfirman kepada para Malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam,” Maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir”. Qs Al Baqoroh (2) : 34.
Sujud di sini berarti menghormati dan memuliakan Adam, bukanlah berarti sujud memperhambakan diri, Karena sujud memperhambakan diri itu hanyalah semata-mata kepada ALLAH.
3. Ketiga : “Al ha sa du” = اَلْحَسَدُ = artinya: iri dengki, tidak senang orang lain mendapat nikmat karunia dan kebaikan. bahkan dia ingin kebaikan dan nikmat karunia orang lain itu hilang, dan dia selalu menghalangi kebajikan orang lain.
قُلْ أَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ ﴿١﴾مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ ﴿٢﴾
وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ ﴿٣﴾وَمِن شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ ﴿٤﴾
وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ﴿٥﴾
﴿الفلق(١١٣):١-٥﴾
Artinya:
Katakanlah: “Aku berlindung kepada ALLAH Tuhan yang menguasai subuh.
Dari kejahatan makhluk-Nya.
Dan dari kejahatan malam apabila Telah gelap gulita.
Dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul.
5..Dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki.”
Biasanya tukang-tukang sihir dalam melakukan sihirnya membikin buhul-buhul dari tali lalu membaca-kan jampi-jampi dengan menghembus-hembuskan nafasnya ke buhul tersebut.
Imam Gozali r.a mendefinisi-kan tentang hasad / iri dengki ini, ialah:
” Bila engkau melihat nikmat orang lain, kemudian engkau mengingin-kan nikmat yang diperoleh orang lain itu, dan setelah itu engkau mengingin-kan nikmat itu hilang lenyap dari orang tersebut, dan ingin nikmat itu ada padamu” apakah jabatan, Ilmu, kekuasaan, kekayaan, harta benda, kehormatan, kekuatan, kenikmatan dll.
“Kedengkian orang beriman.”
Manusia adalah tetap manusia dia bukan Malaikat, terkadang karena kemanusiaannya ini, dia terjerembab kedalam jaring kedengkian, kalau bukan ketergantungannya kepada ALLAH SWT Entah sudah diseret kemana dia oleh kedengkian-nya itu.
Ada lima penghalang didalam kehidupan
orang yang beriman,
Hadits yang diriwayatkan oleh Atturmuji,
Rasululloh saw bersabda,:
اَلْمُؤْمِنُ بَيْنَ خَمْسِ شَدَائِدِ: مُؤْمِنٌ يَحْسُدُهُ, وَمُنَافِقٌ يَبْغَضُهُ, وَكَافِرٌ
يُقَا تِلُهُ, وَشَيْطَانٌ يُضِلُّهُ, وَنَفْسٌ تُنَا زِعُهُ. ( رواه الترمذي )
Artinya: “Orang Mu`min itu berada diantara lima penghalang”
1..Orang beriman yang dengki, 2. Orang munafiq yang membenci, 3. Orang kafir yang memusuhi, 4. Syaitan yang menyesatkan, 5. Hawa nafsu yang menarik nariknya
Dan semua perbuatan inilah yang menjadikan manusia ingkar / kafir / tidak beriman kepada ALLAH SWT, yang telah menciptakan dirinya, dan semua Makhluk yang berada diantara langit dan bumi. Oleh karena itu berhati hatilah didalam kehidupan ini, jangan sampai mengikuti Hawa nafsu dan mengingkari nikmat ALLAH SWT sehingga terjerembab jatuh kejurang kehinaan dan kesesatan, serta banyak banyaklah bermohon kepada ALLAH SWT agar kita selalu dibimbingnya dalam kehidupan ini.
Mudah-mudahan kita diberikan Taufik dan Hidayah oleh ALLAH SWT, dan terhindar dari Sifat sifat loba tamak serakah, sombong dan dari iri dengki, kemudian untuk itu kita harus saling do‘a mendo‘akan sesama Orang Beriman . Kita baca Al Qur an surat Al Hasyr (59) : 10.
وَالَّذِيْنَ جَاءُوْا مِنْ بَعْدِهِمْ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِالْإِيْمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِنَا غِلًّا لِّلَّذِيْنَ آمَنُوْا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ﴿١٠﴾ ﴿الحشر(٥٩):١٠﴾
Artinya: “Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshor), mereka berdo`a: “Ya Rabb kami, ampunilah kami dan Saudara-saudara kami yang Telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau biarkan kedengkian dalam hati kami sesama orang-orang yang beriman; Ya Robb kami, Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.”
Aamiin Yaa Robbal `Aalamiin.
وَءَاخِرُ دَعْوَانَا اَنِ اْلحَمْدُ ِلله ِرَبِّ اْلعَالَمِيْنَ



